You are currently browsing the tag archive for the ‘relasi’ tag.

Memaknai bulan ini merupakan sebuah momen untuk kembali melihat ke dalam hati. Menjalani setiap langkah bulan ini menjadi istimewa, karena kita dituntun lebih mantap saat mengayunkan langkah kaki, menata kata demi kata yang keluar, serta tetap melahirkan buah pikiran dan perasaan yang kadang tak terkendali. Bulan ini saya dan umat Kristiani lain di seluruh dunia sedang menjalani masa Pra Paskah, yang minggu ini akan mencapai puncaknya pada peringatan  sengsara, wafat,dan kebangitan Tuhan Yesus yang dikenal oleh umat Katolik sebagai Pekan Suci; yang diawali Peringatan Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci dan Minggu Paskah setelah selama 40 hari menjalani masa puasa dan berpantang. Read the rest of this entry »

Advertisements

Dalam keseharian, kita banyak disesaki oleh banyak informasi, materi hiburan, informasi dan edukasi melalui beragam lini media yang semua itu ‘memaksa’ masuk ke semua indera kita, terutama mata dan telinga. Khususnya lagi kalo kita bicara di lini media yang cukup pupuler seperti televisi, internet, radio, hingga media cetak. Okelah memang ada banyak sekali ragam cara kita bisa mendapatkan semua hal baru lewat banyak media itu, dari yang memang kita butuhkan untuk menambah wawasan maupun saat kita membutuhkan hiburan. Read the rest of this entry »

damai-di-bumiNatal telah lewat, tahun baru menjelang. Kebahagiaan Natal yang saya rasakan akan disusul oleh kebahagiaan baru saat merayakan pergantian tahun. Ini memang melulu soal peringatan dan perayaan sesuai kalender masehi yang berlaku. Tapi bagi saya, ini tetap perayaan, tetap menjadi momen untuk selalu bersyukur atas hidup bagi kita semua; apapun agama yang kita anut, asal budaya dan bangsa kita, atau apapun keyakinan, ideologi, paham, dan pemikiran yang kita pegang.

Saya nggak mau pusing soal bangaimana asal muasal agama, budaya, keyakinan dan aneka keberagaman lain itu terbentuk. Dan saya emang gak akan nulis soal ini. Saya hanya ingin menulis lagi soal yang saya rasakan dan yang saya harapkan saat ini dan bukan masa lalu. Hari ini dan bukan kemarin. Sekarang dan bukan tahun kemarin. Read the rest of this entry »

berubah yukSeperti tahun-tahun sebelumnya, masa prapaskah kembali hadir dalam hidup gue dan bagi semua orang yang merayakannya. Tahun ini sudah berjalan hampir 2 minggu, dan secara pribadi gue berusaha untuk menjalaninya dengan penuh rasa syukur.

Bagi gue masa pertobatan ini bukan sekedar upaya untuk berpuasa atau berpantang, walau gue dan istri juga menjalaninya. Tapi jauh lebih dari itu, masa prapaskah menjadi sebuah momentum untuk kembali membenahi hidup lewat sebuah sikap dan pola pikir baru. Bagaimana kita menyangkal diri, belajar untuk menahan hawa nafsu, dan keinginan untuk berubah menjadi banyak hal yang jauh lebih penting. Read the rest of this entry »

melangkahAktivitas yang dilalui setiap hari membutuhkan energi ekstra, semangat dan kemauan kuat untuk terus melangkah maju. Setiap pribadi memiliki hak untuk maju dan makin berkembang secara positif. Tidak ada cara lain, selain untuk tetap berjalan bersama kekuatan hati dan pikiran. Tinggal kapan kita harus memutuskan dan adakah peluang untuk melakukannya dengan semangat yang tidak berkurang sedikitpun?

Energi positif selalu menemani keseharian, begitu juga dengan banyak energi negatif. Sangat mudah untuk membedakan dan menyadari kehadiran keduanya. Namun kadang kala, kita berada pada sebuah titik dimana kita terdiam, menunggu, dan mengumpulkan tenaga untuk kembali melanjutkan langkah.

Saat harus melalui banyak ‘perhentian’ inilah, kesabaran sungguh diuji. Hal aneh dan masalah dalam hidup selalu ada, namun kesabaran dan kekuatan hati kadang sesekali hilang dan membuat langkah makin berat. Ini kenyataan, dan bukan kesimpulan dangkal semata. Percaya atau tidak, suka atau tidak. Read the rest of this entry »

Dare to be DifferentSemua yang terjadi dalam hidup memang kadang terjadi begitu saja. Semua hal yang kita lakukan kadang tampak aneh bagi sebagian orang. Itu adalah risiko dari setiap langkah yang harus dijalani.

Penilaian orang kadang menjadi tolak ukur dalam melangkah, dan kadang bisa menjadi penghalang bagi kita untuk berbuat jujur dan melakukan apa yang baik menurut kita. Haruskah?

Persepsi memang mengambil porsi utama dalam menilai seseorang. Entah itu baik atau buruk, persepsi tetaplah persepsi. Tapi itu semua kadang menjadi hal yang tidak penting atau menjadi tolak ukur buat gue. Apa artinya sebuah persepsi jika dibandingkan dengan hasil ataupun kenyataan… Kadang kekuatan hati dan semangat menghasilkan sebuah ujian terbesar saat persepsi dari banyak orang muncul kepada gue. Ini juga mungkin dialami sama loe semua tak terkecuali. Read the rest of this entry »

xmasMalam tadi, kebahagiaan hadir bersama gue dan keluarga. Saat malam hadir, semua rekan dan tetangga melangkah mantap untuk menyambangi rumah dan berbagi kebahagiaan bersama gue sekeluarga saat merayakan Natal. Tradisi berkunjung ke rumah kami dan beberapa rumah di lingkugan sekitar yang merayakan Natal memang menjadi tradisi kuat dan berlangsung sejak puluhan tahun lamanya. Walau hujan turun cukup deras di sore hari dan menyisakan hujan ringan yang ‘awet’, tapi cuaca yang tidak bersahabat itu tidak mampu menghalangi terciptanya sebuah kebersamaan.

Berkunjungi dan mengucapkan selamat Natal untuk keluarga gue dilakukan dengan tulus dan diiringi dengan kebahagiaan. Kehadiran hidangan sederhana yang didiapkan bagi para tamu seakan tiada lagi harganya jika dibandingkan dengan kekuatan hati yang ditunjukkan oleh para rekan dan tetangga gue. Walau iman yang kami yakini berbeda, itu juga tidak menghalangi niat kami semua untuk berbagi kebahagiaan hari ini. Dan semua itu membuat gue sekeluarga mengucapkan syukur yang tiada terhingga pada Bapa di Surga. Read the rest of this entry »

Gue haus, gue ingin melepas dahaga, dan gue minum. Gue lelah, gue pingin bersantai di kasur, dan gue tertidur. Gue ingin menghindar, gue berbohong, dan gue bebas. Gue muak, gue memaki, dan gue lega. Gue sabar, gue mengelus dada, dan gue tersenyum. Gue panik, gue susun rencana, dan gue selamat. Gue kalut, gue berjalan tergesa, gue malah terpeleset. Gue sedih, gue nggak menyentuh makanan di meja, malah maag gue kambuh.

Pikiran, hati, dan tindakan memang menjadi 3 bagian utama yang sering hadir dalam diri. Ketiganya kadang saling melengkapi, saling memberi peran, atau malah membuat keadaan makin runyam. Bagi gue, semua bagian itu memang harus hadir dan gue alami. Namun seberapa besar gue memberi peranan pada tiap-tiap sisinya itu yang menjadi penting. Memang kadang terjadi pertentangan, kegalauan yang parah, atau rasa pedih. Tapi jika kekuatan dan kesabaran menjadi tokoh utama, maka semua tahapan dlam hidup akan bisa dilalui dengan hati lapang walau kebahagiaan sepenuhnya belum hadir. Read the rest of this entry »

Ketika mengarungi sistem kehidupan yang sudah terbentuk, ada sebuah keadaan dimana interaksi harus terjadi. Bagaimana, dengan siapa, dan kapan adalah banyak hal yang berbeda namun saling berhubungan serta memberi warna. Saat kita menghirup udara pertama di pagi hari, saat menikmati sarapan bersama istri, atau saat harus mempelajari surat penawaran dari perusahaan rekanan, adalah banyak ruang yang sering melibatkan emosi, hati dan pikiran. Tidak jarang, kontrol diri berterbangan satu demi satu dan menyisakan satu kondisi yang berujung pada satu jalan buntu: kegelisahan.

Komunikasi dalam hidup memang tidak bisa dihindari. Namun bagaimana kita berkomunikasi bisa menjadi pilihan yang bisa berujung pada banyak kemungkinan hasil akhir. Kebahagiaan, kagundahan, kebingungan, titik terang, dan solusi adalah beberapa contoh buah dari komunikasi yang berjalan entah itu melalui bentuk komunikasi yang baik atau gagal.

Komunikasi bukan sebuah bentuk barang yang berjajar di rak sebuah supermarket dengan harga yang tidak lagi bisa ditawar. Komunikasi adalah saat kita memilih untuk memanfaatkan waktu untuk santai ketika ada waktu luang. Kita bisa mendengarkan musik, memasak bareng istri, mengurus tanaman atau pergi makan di luar. Komunikasi adalah bentuk pilihan yang sangat terbuka, dan tidak ada patokan salah benar yang membutuhkan pemikiran segera bahkan cenderung kaku layaknya harga barang di supermarket tadi. Read the rest of this entry »

Kemarin Jakarta resmi berulang tahun. Nggak tanggung-tanggung, usianya 485 tahun. Nggak bisa dibilang tua lagi… Sebuah pertanyaan sederhana, gimana Jakarta sekarang di usianya yang banyak itu? Sebagai asli kelahiran Jakarta, walau gue bukan orang Betawi, gue mau memberi gambaran tentang Jakarta yang gue rasain pribadi aja. Secara gue bukan ahli sejarah, atau ahli antropologi.

Gue jelas kalah tua banget sama ni kota. 3o tahun lebih, gue lahir di Kebayoran. Secara bapak dan ibu merantau ke Jakarta, dan di kota inilah mereka dipertemukan oleh cinta, maka gue pun lahir di kota ini. Walau nggak lama gue sekeluarga pindah ke Karawaci Tangerang, tapi keseharian dan banyak sisi kehidupan selalu bersinggungan dengan ibukota negara kita ini.

Jaman tahun 80-an dulu, bapak ibu gue termasuk ‘nekat’ ngambil rumah di Tangerang. Walau sekarang jarak tempuh menuju Jakarta bisa 20 menit aja, tapi jaman dulu, bisa 2 jam! itu juga ditambah naik bis tua yang jumlahnya sedikit banget dan harus melalui jalan yang kalo boleh dibilang adalah lintasan off road terpanjang di dunia. Bisa kebayang kan, sulitnya keadaan meskipun baru sebatas akses menuju ke rumah? Read the rest of this entry »

BUONGIORNO…

Pemanis Buatan merupakan kumpulan catatan yang berupa celotehan, ungkapan hati, hingga omong kosong akan segala sesuatu yang hadir di benak saya. Bebas, jujur, dan mungkin agak kurang ajar…

Semoga kumpulan catatan ini bisa dibaca dan dimengerti dengan kejujuran & hati yang ‘bebas’ sehingga syukur-syukur bisa menjadi pemanis hidup; kalo nggak buat kamu, ya minimal buat saya sendiri… :)

Namun, karena saya percaya bahwa kehidupan itu pada dasarnya memang baik adanya, maka pemanis yang ada dalam kumpulan catatan ini hanya sebatas ‘pemanis yang sengaja dibuat’ alias bersifat sementara dalam setiap kandungannya…

Back to the future…

December 2017
M T W T F S S
« Apr    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031