You are currently browsing the tag archive for the ‘paskah’ tag.

Memasuki Pekan Suci, saya masih berjalan dengan hati yang masih menutup.

Memasuki momen penting Paskah, saya masih menjadi diri lama saya yang tidak melangkah kemana-mana.

Saya masih berlindung dalam kepura-puraan waktu.

Hidup memang berjalan seperti biasa. Aktivitas juga mengalir sama. Tidak ada yang berganti peran.

Jadi, apakah ini soal bagaimana merasakan lagi mata hati mengatup? atau menimbun kekuatan lebih banyak untuk melihat lebih dalam?

Itu mungkin masih jauh dari cukup.

Kisah yang sudah lewat masih jauh dari pantas. Saya masih belum terbangun dari kejaran mimpi yang membuat indera selalu menderita saat pagi menjelang.

Saya diam, coba beranikan diri lantunkan doa dan hadirkan kepasrahan. Kembali tertunduk sedih karena selalu dipaksa untuk memeluk kenangan yang semakin lama membuat saya menggigit bibir makin kuat. Read the rest of this entry »

Advertisements

Menata apa yang dirasakan dan dipikirkan memang susah. Ranah pikiran dan perasaan tiap insan memang menjadi sudut terdalam yang mungkin sangat pribadi dan tidak ada pribadi lain yang mengetahui isinya. Tapi, bagi saya, sisi terdalam ini menjadi sebuah pekerjaan rumah yang cukup besar untuk menjaganya tetap bersih dan terbebas dari banyak noda. Semua pola akan sama; berawal dari pikirkan dan diakhiri oleh sebuah tindakan dan sikap setelahnya.

Tidak jarang saya dan juga mungkin kamu sering mengalami hal ini dalam setiap langkah hidup dijalani setiap harinya. Segala macam kecurigaan, prasangka dan penilaian yang negatif selalu muncul dalam hati ketika dihadapkan pada banyak kejadian. Memang pikir kita, ah nggak ada yang tahu ini apa yang saya pikirkan. Jadi biarkan saja deh, yang penting kan cuma di dalam hati saya saja. Tapi, secara nggak sadar, banyak pikiran jelek atau negatif itu justru pada akhirnya akan ikut berpengaruh pada sikap dan tindakan kita. Cuek, nggak peduli, mencibir dan berkata kasar menjadi banyak contohnya. Itu semua kadang kita alirkan tanpa sadar. Read the rest of this entry »

Memaknai bulan ini merupakan sebuah momen untuk kembali melihat ke dalam hati. Menjalani setiap langkah bulan ini menjadi istimewa, karena kita dituntun lebih mantap saat mengayunkan langkah kaki, menata kata demi kata yang keluar, serta tetap melahirkan buah pikiran dan perasaan yang kadang tak terkendali. Bulan ini saya dan umat Kristiani lain di seluruh dunia sedang menjalani masa Pra Paskah, yang minggu ini akan mencapai puncaknya pada peringatan  sengsara, wafat,dan kebangitan Tuhan Yesus yang dikenal oleh umat Katolik sebagai Pekan Suci; yang diawali Peringatan Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci dan Minggu Paskah setelah selama 40 hari menjalani masa puasa dan berpantang. Read the rest of this entry »

BUONGIORNO…

Pemanis Buatan merupakan kumpulan catatan yang berupa celotehan, ungkapan hati, hingga omong kosong akan segala sesuatu yang hadir di benak saya. Bebas, jujur, dan mungkin agak kurang ajar…

Semoga kumpulan catatan ini bisa dibaca dan dimengerti dengan kejujuran & hati yang ‘bebas’ sehingga syukur-syukur bisa menjadi pemanis hidup; kalo nggak buat kamu, ya minimal buat saya sendiri… :)

Namun, karena saya percaya bahwa kehidupan itu pada dasarnya memang baik adanya, maka pemanis yang ada dalam kumpulan catatan ini hanya sebatas ‘pemanis yang sengaja dibuat’ alias bersifat sementara dalam setiap kandungannya…

Back to the future…

June 2018
M T W T F S S
« May    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
Advertisements