You are currently browsing the tag archive for the ‘kota’ tag.

suara-hatiHari ini, sebagian besar suara hati dari jutaan pribadi memunculkan diri, menyeruak diantara banyak suara-suara yang berseliweran. Keadaan ini sudah berlangsung beberapa bulan lalu, malahan. Kenapa begitu, ya karena saat ini bangsa kita sedang merayakan pesta demokrasi untuk memilih pemimpin daerah yang kebetulan diadakan di beberapa tempat, dan dilakukan secara serentak.

Saya juga dapat undangan untuk memilih. Kebetulan saya berhak memilih calon Gubernur Banten, karena saya tinggal di Tangerang. Kabetulan juga, hari ini bangun agak siang karena libur, hehe. Memang hari ini menjadi hari libur nasional berkaitan dengan diadakannya Pilkada alias Pemilihan Kepala Daerah. Dan saya pribadi pastinya akan menggunakan hak suara saya. Read the rest of this entry »

Advertisements

Start NOWKehidupan di Jakarta dan kota sekitarnya sangat hirup pikuk setiap harinya. Termasuk gue yang tinggal di Tangerang dan berkantor di Jakarta. Dari pagi hingga malam hari, di sepanjang aktivitas gue selalu melihat ada begitu kenikmatan yang didapat lewat banyak persaingan. Di dalam judul tulisan ini sengaja gue tambahkan kata-kata ‘palsu’ dan ‘semu’ karena memang kenikmatan yang ada bersama persaingan ini tidak terjadi dalam sebuah arena kejuaraan atau pertandingan olahraga; melainkan terjadi di banyak kegiatan  di jalan raya, kantor, rumah makan, bank, ATM, kampus, atau dimanapun itu. Read the rest of this entry »

suatu pagi di stasiunPagi hari, 06.30, stasiun cisauk. Kesibukan memenuhi ruang saat mata memandang. Polah tingkah, gerak gerik, dan aktivitas setiap pengguna jasa kereta api memenuhi aura pagi di stasiun yang mulai panas.

Gue memasuki area parkir setelah melalui barisan pengguna motor lainnya di pintu masuk parkiran. Jalur masuk motor dan mobil nggak terlalu banyak, hanya ada satu. Ada yang sabar menunggu giliran mengambil karci dari mesin parkir, ada yang panik sambil melihat jam tangan , dan ada yang sibuk membetulkan helm yang agak kebesaran.

Setelah itu gue menyandarkan motor RX King gue di baris keempat parkiran. Gua lalu mulai membereskan lekukan di baju dan celana. Maklum, angin agak kencang pagi ini 🙂 Gue juga terbiasa berkendara motor menggunakan topi dan bukan helm. Maklum ya, biar praktis. Soale jarak stasiun dari rumah hanya sekitar satu kilo. Gue juga seringkali menggunakan rompi sebagai penutup badan, dan bukan jaket. Alasannya sih juga karena rompi ada banyak kantong, dan bahannya juga nggak seperti model rompi motor atau rompi pemadam kebakaran. Lebih mirip rompi wartawan, hehehe Read the rest of this entry »

Euforia SenayanDi tahun 2013 ini Indonesia kembali kedatangan banyak tamu. Tim nasional Indonesia disambangi klub dari Liga Premier Inggris, Arsenal, Chelsea, dan Liverpool, yang semuanya akan digelar pada periode Juli ini di Jakarta. Luar biasa bukan?

Belum lama pada 2010, Internazionale Milano kampiun Italia juga hadir membuat heboh Jakarta dan Indonesia. Belum lagi di beberapa tahun di belakang, ada Bayern Munchen, dan beberapa tim nasional yang memang bertanding karena kejuaraan Asia atau sedang menjalani pertandingan ujicoba.

Euforia sudah pasti terjadi, baik dari komunitas penggemar klub sepakbola yang datang, maupun dari pecinta sepakbol secara luas di Indonesia. Sponsor membanjiri, media mencurahkan perhatian penuh, pedagang barang merchandise berdatangan dari berbagai kota, serta ratusan petugas keamanan disiapkan. Belum lagi pecinta sepakbola yang datang dari berbagai kota dari penjuru nusantara semakin membuat kedatangan tim dari luar negeri ini menyita perhatian publik secara luas. Read the rest of this entry »

krl1 Juli kemarin, tarif KRL mengalami perubahan. Fasilitas stasiun dan jadwal kereta juga mengalami perubahan positif. Kenyamanan, keamanan, dan kebersihan juga mengalami peningkatan. Apa lagi yang kurang dari jenis transpostasi ini?

Sebagai pengguna setia krl atau komuter line, gue tentu semakin senang. Yang pertama tentu jadwal kereta yang makin banyak. Saat pagi dan sore, krl hadir setiap 10 menit sekali. Seandinya gue kesiangan bangun pun, nggak jadi masalah, karena kereta selalu tersedia setiap saat. Oke lah, bangun siang bukan jadi alasan utama gue bisa dateng telat ke kantor terus… Tapi jika dibandingkan menggunakan bus, atau motor sekalipun, krl jelas banyak untungnya dari segi waktu dan tenaga yang dihabiskan saat perjalanan. Dari rumah hingga kantor, total waktu perjalanan gue hanya satu setengah jam, nggak cape pula :).

Gue berangkat dari stasiun Cisauk dan turun dari Palmerah. Saat gue berada di stasiun pun, kenyamanan sudah mulai terasa. Peron stasiun kini mulai rapi. Penerangan di malam hari sangat cukup. Pedagang yang mangkal di peron juga hampir nggak ada, kecuali penjaja koran. Fasilitas pendukung lain seperti loket, papan informasi, tampat sampah, tanaman hias di pot, pagar stasiun, kursi di peron, hingga lahan parkir juga sangat memadai. Terlebih saat ini sudah mulai berlaku sistem tiket menggunakan kartu. So, makin praktis jadinya. Read the rest of this entry »

hujan di jakartaHari ini Jakarta terendam. Air bukan hanya membasahi ibukota, tapi juga menggenangi puluhan wilayah di seluruh wilayah Jakarta raya. Hari ini pun gue terpaksa nggak masuk kerja, karena gue tertahan di stasiun Serpong selama hampir sejam. Begitu juga puluhan warga yang bekerja di Jakarta, mengalami banyak kendala dalam perjalanan dan banyak yang harus kembali pulang karena terhambatnya akses menuju kantor.

Jakarta, kota besar yang menyandang predikat ibukota dan kota metropolitan memang identik dengan banyak kemajuan sekaligus banyak masalah. Banjir, kemacetan, kemiskinan, kejahatan, dan banyak masalah lain hadir bersama kemajuan kota, modernisasi, bisnis yang terus menggeliat dan kehidupan yang serba glamour. Read the rest of this entry »

gadget in ur lifeSebuah pagi. Alarm berteriak kencang dari iPhone di samping tempat tidur. Ia lalu membuka calendar untuk melihat beberapa schedule hari ini di kantor, sambil mencabut kabel dari Galaxy Note yang sedang di-charge. Tak lama, ia beranjak menuju meja makan. Ia mengambil susu dari kulkas, untuk kemudian dituang ke dalam gelas. Sambil minum, ia lalu mulai membuka tabletnya untuk membaca berita terbaru dari kompas.com sambil sesekali meneguk susu dan menghisap sebatang rokok. Sambil menunggu loading gambar pada web, ia meraih BlackBerry untuk mengecek apakah ada pesan di BBM malam tadi yang belum sempat dibaca.

Setelah kompas.com selesai menampilkan berita ekonomi, di tab lain ia membuka facebook dan twitter untuk kembali berselancar. Kadang ia tersenyum ketika mendapati komentar lucu dari status yang ia buat semalam. Tak lama, ia beranjak menuju kamar kerja untuk mencari majalah sport yang tergelatak di meja kerja bersama sebuah laptop HP yang sudah mulai jarang ia gunakan. Ia lalu meletakkan majalah di samping tas kerja itu karena akan dibawa ke kantor. Tidak lama, ia lalu menuju kamar mandi untuk segera bersiap ke kantor. Sambil mendengarkan musik dari sebuah iPod yang tersambung ke sebuah speaker mini di atas rak dekat wastafel, ia lalu bernyanyi-nyanyi kecil.

Read the rest of this entry »

Ketika berada pada sebuah titik dimana terjadi perkenalan tentu menjadi sebuah kebutuhan dan keinginan untuk melihat, memahami serta mengenal lebih jauh dan lebih dalam. Entah itu wujud barang maupun pribadi. Ketertarikan awal menjadi sebuah pintu masuk menuju proses pengenalan yang lebih baik.

Ketika berkunjung ke sebuah megastore atau pasar, tentu banyak pilihan barang yang terhampar sejauh mata memandang. Kadang ada banyak keinginan untuk memiliki semua barang. Namun faktor kebutuhan menjadi kunci utama untuk memilih barang yang tepat. Karena tentu, uang belanja tidak cukup untuk memborong semua sayuran dan lauk pauk yang dijajakan.

Begitu juga saat menyambangi toko elektronik. Ketika niat hati membeli sebuah dvd player baru, justru ketika sudah berada di sana, rasa bingung kembali menerpa. Puluhan jenis merek, beserta puluhan keunggulan dan teknologi yang ditawarkan menjadi sebuah awal kebingungan. Sehingga proses melihat dan memilih kadang menghabiskan waktu hingga satu jam! Padahal, jika mengacu pada kebutuhan, tidak lebih dari 10 menit waktu yang dibutuhkan untuk memilih dvd player yang tepat dengan harga yang terjangkau. Read the rest of this entry »

Karena keseharian gue banyak berkutat di banyak tempat, dan gue cenderung suka memperhatikan semua hal yang terjadi di sekeliling gue, maka gue coba merangkum ah, berbagai ‘quote’ alias ungkapan dan perkatan yang sering terlontar dari banyak pribadi yang ada di sekitar tempat dimana gue beraktifitas sehari-hari. Catatan kali ini ketika gue naik kereta (yang jadi alat transportasi) gue sehari-hari. Yang gue rangkum di sini adalah ungkapan, celotehan, makian yang gue temukan di stasiun maupun di kereta. Ini beberapa di antaranya:

“Aduh lama amat nih kereta datengnya… Udah telat 15 menit nih… rumpi deh!”

“Pak, buruan dong ambil duitnya… antrian panjang nih… ntar gue belum dapet tiket, kereta udah dateng…!”

“Di dalam masih ada tempat, kok naik ke atap kereta sih? ih cari mati…”

“Hadoh… di kereta panas begini, masih aja pada ngerokok! Nggak ada otak!”

“Set dah… udah penuh, badang nggak bisa gerak, masih aja maen BB, jadi makin sempit!” Read the rest of this entry »

Kemarin Jakarta resmi berulang tahun. Nggak tanggung-tanggung, usianya 485 tahun. Nggak bisa dibilang tua lagi… Sebuah pertanyaan sederhana, gimana Jakarta sekarang di usianya yang banyak itu? Sebagai asli kelahiran Jakarta, walau gue bukan orang Betawi, gue mau memberi gambaran tentang Jakarta yang gue rasain pribadi aja. Secara gue bukan ahli sejarah, atau ahli antropologi.

Gue jelas kalah tua banget sama ni kota. 3o tahun lebih, gue lahir di Kebayoran. Secara bapak dan ibu merantau ke Jakarta, dan di kota inilah mereka dipertemukan oleh cinta, maka gue pun lahir di kota ini. Walau nggak lama gue sekeluarga pindah ke Karawaci Tangerang, tapi keseharian dan banyak sisi kehidupan selalu bersinggungan dengan ibukota negara kita ini.

Jaman tahun 80-an dulu, bapak ibu gue termasuk ‘nekat’ ngambil rumah di Tangerang. Walau sekarang jarak tempuh menuju Jakarta bisa 20 menit aja, tapi jaman dulu, bisa 2 jam! itu juga ditambah naik bis tua yang jumlahnya sedikit banget dan harus melalui jalan yang kalo boleh dibilang adalah lintasan off road terpanjang di dunia. Bisa kebayang kan, sulitnya keadaan meskipun baru sebatas akses menuju ke rumah? Read the rest of this entry »

BUONGIORNO…

Pemanis Buatan merupakan kumpulan catatan yang berupa celotehan, ungkapan hati, hingga omong kosong akan segala sesuatu yang hadir di benak saya. Bebas, jujur, dan mungkin agak kurang ajar…

Semoga kumpulan catatan ini bisa dibaca dan dimengerti dengan kejujuran & hati yang ‘bebas’ sehingga syukur-syukur bisa menjadi pemanis hidup; kalo nggak buat kamu, ya minimal buat saya sendiri… :)

Namun, karena saya percaya bahwa kehidupan itu pada dasarnya memang baik adanya, maka pemanis yang ada dalam kumpulan catatan ini hanya sebatas ‘pemanis yang sengaja dibuat’ alias bersifat sementara dalam setiap kandungannya…

Back to the future…

December 2017
M T W T F S S
« Apr    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031