You are currently browsing the tag archive for the ‘kehendak bebas’ tag.

Memasuki Pekan Suci, saya masih berjalan dengan hati yang masih menutup.

Memasuki momen penting Paskah, saya masih menjadi diri lama saya yang tidak melangkah kemana-mana.

Saya masih berlindung dalam kepura-puraan waktu.

Hidup memang berjalan seperti biasa. Aktivitas juga mengalir sama. Tidak ada yang berganti peran.

Jadi, apakah ini soal bagaimana merasakan lagi mata hati mengatup? atau menimbun kekuatan lebih banyak untuk melihat lebih dalam?

Itu mungkin masih jauh dari cukup.

Kisah yang sudah lewat masih jauh dari pantas. Saya masih belum terbangun dari kejaran mimpi yang membuat indera selalu menderita saat pagi menjelang.

Saya diam, coba beranikan diri lantunkan doa dan hadirkan kepasrahan. Kembali tertunduk sedih karena selalu dipaksa untuk memeluk kenangan yang semakin lama membuat saya menggigit bibir makin kuat. Read the rest of this entry »

Advertisements

Banyak fase hidup yang kita jalani. Semua halangan kadang tidak berhenti menghadang, tapi semua bisa kita hadapi. Semua persoalan selalu bisa kita temukan jawabannya dengan menggunakan cara yang terbaik. Kita pasti bisa memuaskan banyak pihak, dan pastinya kita akan selalu bisa diandalkan banyak orang. Tenang dan jangan khawatir, karena kita memang bisa menjadi tumpuan untuk meraih keberhasilan.

Kita harus tampil sempurna, dengan gaya yang tepat dan cara berpakaian di atas rata-rata. Cara berbicara harus sanggup merubah pikiran orang dalam hitungan menit, dan harus membuat mereka terinspirasi, apalagi dengan kata-kata yang keluar dari mulut kita selanjutnya. Perilaku kita juga harus menjadi contoh terbaik, dan menjadi banyak orang terkesima.

Kita harus makan makanan yang bergizi, walau harganya memang mahal. Jangan sembarangan makan, dan harus selalu jaga kebugaran di pusat latihan yang terbaik. Kita harus selalu baca buku terbaru mengenai gaya hidup sehat, dan selalu menerapkannya dalam keseharian. Kita juga harus sangat teliti soal minuman atau cemilan apapun yang kita nikmati. Harga bukan persoalan selama kita bisa makin sehat. Read the rest of this entry »

Menata apa yang dirasakan dan dipikirkan memang susah. Ranah pikiran dan perasaan tiap insan memang menjadi sudut terdalam yang mungkin sangat pribadi dan tidak ada pribadi lain yang mengetahui isinya. Tapi, bagi saya, sisi terdalam ini menjadi sebuah pekerjaan rumah yang cukup besar untuk menjaganya tetap bersih dan terbebas dari banyak noda. Semua pola akan sama; berawal dari pikirkan dan diakhiri oleh sebuah tindakan dan sikap setelahnya.

Tidak jarang saya dan juga mungkin kamu sering mengalami hal ini dalam setiap langkah hidup dijalani setiap harinya. Segala macam kecurigaan, prasangka dan penilaian yang negatif selalu muncul dalam hati ketika dihadapkan pada banyak kejadian. Memang pikir kita, ah nggak ada yang tahu ini apa yang saya pikirkan. Jadi biarkan saja deh, yang penting kan cuma di dalam hati saya saja. Tapi, secara nggak sadar, banyak pikiran jelek atau negatif itu justru pada akhirnya akan ikut berpengaruh pada sikap dan tindakan kita. Cuek, nggak peduli, mencibir dan berkata kasar menjadi banyak contohnya. Itu semua kadang kita alirkan tanpa sadar. Read the rest of this entry »

Adalah sebuah keadaaan dimana kita menjadi terdiam, terpaku dan tidak kuat lagi melangkah.

Kejujuran, adalah ketika tiada lagi jalan yang membuatku tersadar, sehingga harus menghempaskan langkah.

Kejujuran ketika bibir mulai basah dengan air mata, kelu menatap menunduk menghindari cakrawala.

Kejujuran yang tersaji, hadirkan banyak kekurangan impian, harapan dan khayal. Tertusuk oleh rasa sakit kisah yang tersaji panas di lembar buku kehidupan.

Kejujuran bukan keterpaksaan, jujur adalah pilihan untuk membuka ruang yang gelap dan tiada yang tahu apa yang berada di dalamnya.

Kejujuran adalah nyanyian sunyi, yang melantunkan nada-nada ironi yang diterangi lampu redup di langkah malam.

Kejujuran adalah saya. Dan mulai saat ini akan tetap menjadi bagian dari diri saya. Tidak ingin melepaskannya pergi, walau luka hadir dan perih selimutiku.

Malam ini saya teringat akan sebuah sudut perempatan jalan dimana saya pernah berdiri menunggu seseorang yang tak kunjung datang. Tak lama tiba-tiba hujan turun dan dalam waktu singkat membuat saya basah kuyup sebelum pertemuan itu hadir.

Saya lalu kembali menatap jam dinding saat kembali terusik kenangan ketika saya harus berhadapan dengan wajah yang begitu memesona dan seringkali bermain dalam pikiran. Senyum itu dan langkah kakinya seakan membekas walau kami belum sempat menyusuri jalan bersama. Read the rest of this entry »

BUONGIORNO…

Pemanis Buatan merupakan kumpulan catatan yang berupa celotehan, ungkapan hati, hingga omong kosong akan segala sesuatu yang hadir di benak saya. Bebas, jujur, dan mungkin agak kurang ajar…

Semoga kumpulan catatan ini bisa dibaca dan dimengerti dengan kejujuran & hati yang ‘bebas’ sehingga syukur-syukur bisa menjadi pemanis hidup; kalo nggak buat kamu, ya minimal buat saya sendiri… :)

Namun, karena saya percaya bahwa kehidupan itu pada dasarnya memang baik adanya, maka pemanis yang ada dalam kumpulan catatan ini hanya sebatas ‘pemanis yang sengaja dibuat’ alias bersifat sementara dalam setiap kandungannya…

Back to the future…

April 2018
M T W T F S S
« Mar    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
Advertisements