You are currently browsing the tag archive for the ‘keajaiban’ tag.

Malam ini saya teringat akan sebuah sudut perempatan jalan dimana saya pernah berdiri menunggu seseorang yang tak kunjung datang. Tak lama tiba-tiba hujan turun dan dalam waktu singkat membuat saya basah kuyup sebelum pertemuan itu hadir.

Saya lalu kembali menatap jam dinding saat kembali terusik kenangan ketika saya harus berhadapan dengan wajah yang begitu memesona dan seringkali bermain dalam pikiran. Senyum itu dan langkah kakinya seakan membekas walau kami belum sempat menyusuri jalan bersama. Read the rest of this entry »

Advertisements

Saya hadir di sini, saya bernafas dan saya menemukan cinta di sepanjang perjalanan yang saya lalui. Saya mencari, saya menemukan, dan saya menyusuri setiap langkah yang awalnya tampak belum tertata. Saat ini, saya masih menatap ke depan, dan tubuh masih terus bergerak menemani waktu yang terus berjalan.

Hmm, kelihata indah banget ya. Tapi ini adalah bukti cinta saya akan hidup, walau kadang setiap bagian sisinya tidak ada yang pasti, selalu berubah dan selalu bergerak dinamis, tapi saya membiarkan diri saya larut di dalam iramanya dan mencoba untuk selalu menikmati.

Ketika ada kesulitan, mungkin saya akan berhenti sejenak. Ketika ada yang harus dilakukan, saya akan mulai membangunkan semangat yang sempat terlelap. Ketika ada sepiring berkat yang diterima saya akan menikmatinya bersama hati yang melantunkan pujian syukur. Read the rest of this entry »

Minggu itu seperti biasa saya dan istri membelah jalan di pagi yang sedikit berawan menuju Gereja St. Monika BSD untuk mengikuti misa pagi. Cuaca agak sedikit mendung, karenanya kami berdua bergegas menuju gereja, agar jangan sampai turun hujan di jalan. Jam menunjukkan pukul 08.00 pagi ketika kami sampai di parkiran Gereja. Ada yang tampak sedikit berbeda pagi itu. Gereja dihias oleh beberapa ornamen daerah, baik itu Jawa, Flores, Dayak dan daerah-daerah lainnya. Beberapa pintu masuk tampak dihias dengan ornamen yang kaya akan unsur budaya. Saat itu saya tidak berpikir panjang dan langsung masuk ke ruangan Gereja bersama istri.

Pada saat Misa Kudus berlangsung, barulah kami sadar. Hari itu adalah hari pencanangan Tahun Persatuan Keuskupan Agung Jakarta yang bertema ‘Amalkan Pancasila: Kita Bhinneka – Kita Indonesia’. Gerakan ini sudah berjalan di tahun ketiga. Tahun 2018 ini, Gereja Katolik membawa semangat sila ke-3 dari Pancasila yaitu ‘Persatuan Indonesia’. Karena itulah, momen siang itu di Gereja menjadi simbol dimulainya gerakan di Keuskupan Agung Jakarta (termasuk di Tangerang, Depok dan Bekasi) dan dilakukan serentak di seluruh gereja Katolik yang ada di Jadetabek.

Selepas Misa, ternyata rangkaian kegiatan belum selesai. Saya dan istri beserta umat lainnya dikejutkan dengan adanya beberapa kegiatan lain yang menjadi bagian dari peluncuran Tahun Persatuan ini. Yang pertama adalah kehadiran satu grup Marawis yang berasal dari Masjid di sekitar Gereja untuk tampil membawakan beberapa lagu religi. Marawis sendiri merupakan jenis ‘band tepuk’ dengan perkusi sebagai alat musik utamanya dan merupakan kolaborasi antara kesenian Timur Tengah dan Betawi yang memiliki unsur kegamaan yang kental. Sekitar sepuluh orang remaja Masjid tampak antusias memainkan Hajir (gendang besar), Marawis (gendang kecil), Dumbuk/Jimbe, Tamborin dan Krecekdan. Umat gereja Katolik St. Monika tampak kagum menyaksikan mereka tampil. Read the rest of this entry »

Malam ini, di kamar, saya mencoba pejamkan mata. Tapi karena memang rasa kantuk belum hadir, saya lalu membuka laptop untuk mulai menulis. Bukan iseng atau sekedar menghabiskan waktu, tapi ingin rasanya pagi ini kembali bertutur lewat tulisan. Hari ini sebenarnya sangat melelahkan. Walau masih menikmati cuti Natal dan Tahun Baru, tapi hari ini saya sibuk di rumah mengatur tata letak barang di ruang tamu yang salah satunya adalah memindahkan akuarium di sudut ruang yang berbeda.

Selepas jam 3 sore pekerjaan baru selesai. Setelah menyiram tanaman, saya lalu membersiapkan tempat di ruang tamu, karena malam ini ada latihan koor di rumah. Teman-teman lingkungan memang belum banyak yang bisa hadir, karena sebagian besar masih berada di kampung halaman sehubungan dengan liburan akhir tahun. Tapi dengan jumlah yang cukup sedikit, kami masih bisa berlatih beberapa lagu yang akan kami bawakan saat tugas di Gereja bulan depan. Read the rest of this entry »

Tahun ini sudah berjalan beberapa hari. Tahun lalu menyisakan banyak kisah, kegembiraan juga kesedihan. Semua terangkum dan berhasil menghadirkan sukacita dan rasa syukur yang tiada pernah habis.

Tahun lalu saya merasa sungguh diberkati. Kehidupan rumah tangga yang makin hangat, orang tua dan keluarga yang selalu bahagia bersama, serta pekerjaan yang selalu menjadi kesempatan yang selalu tercipta. Ada kalanya saya gembira, bahagia, namun kadang ada saatnya saya sedih dan terluka. Tapi, saya terus melangkah dengan pasti menyusuri jalan setapak menuju titik akhir tahun.
Read the rest of this entry »

BUONGIORNO…

Pemanis Buatan merupakan kumpulan catatan yang berupa celotehan, ungkapan hati, hingga omong kosong akan segala sesuatu yang hadir di benak saya. Bebas, jujur, dan mungkin agak kurang ajar…

Semoga kumpulan catatan ini bisa dibaca dan dimengerti dengan kejujuran & hati yang ‘bebas’ sehingga syukur-syukur bisa menjadi pemanis hidup; kalo nggak buat kamu, ya minimal buat saya sendiri… :)

Namun, karena saya percaya bahwa kehidupan itu pada dasarnya memang baik adanya, maka pemanis yang ada dalam kumpulan catatan ini hanya sebatas ‘pemanis yang sengaja dibuat’ alias bersifat sementara dalam setiap kandungannya…

Back to the future…

April 2018
M T W T F S S
« Mar    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
Advertisements