You are currently browsing the tag archive for the ‘kasih’ tag.

Memaknai bulan ini merupakan sebuah momen untuk kembali melihat ke dalam hati. Menjalani setiap langkah bulan ini menjadi istimewa, karena kita dituntun lebih mantap saat mengayunkan langkah kaki, menata kata demi kata yang keluar, serta tetap melahirkan buah pikiran dan perasaan yang kadang tak terkendali. Bulan ini saya dan umat Kristiani lain di seluruh dunia sedang menjalani masa Pra Paskah, yang minggu ini akan mencapai puncaknya pada peringatan  sengsara, wafat,dan kebangitan Tuhan Yesus yang dikenal oleh umat Katolik sebagai Pekan Suci; yang diawali Peringatan Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci dan Minggu Paskah setelah selama 40 hari menjalani masa puasa dan berpantang. Read the rest of this entry »

Advertisements

berubah yukSeperti tahun-tahun sebelumnya, masa prapaskah kembali hadir dalam hidup gue dan bagi semua orang yang merayakannya. Tahun ini sudah berjalan hampir 2 minggu, dan secara pribadi gue berusaha untuk menjalaninya dengan penuh rasa syukur.

Bagi gue masa pertobatan ini bukan sekedar upaya untuk berpuasa atau berpantang, walau gue dan istri juga menjalaninya. Tapi jauh lebih dari itu, masa prapaskah menjadi sebuah momentum untuk kembali membenahi hidup lewat sebuah sikap dan pola pikir baru. Bagaimana kita menyangkal diri, belajar untuk menahan hawa nafsu, dan keinginan untuk berubah menjadi banyak hal yang jauh lebih penting. Read the rest of this entry »

pelayan kasihJumat itu gue hadir di misa Jumat Pertama (Jumper) di kantor gue. Hampir aja gue lupa kalo hari itu adalah hari jumat pertama dimana ada perayaan misa di kantor gue dan biasanya dihadiri oleh karyawan dari beberapa perusahaan yang berlokasi di sekitar situ. Di Katolik, memang ada tradisi perayaan Ekaristi setiap Jumat pertama di tiap bulan, sebagai lambang pertobatan.

Perayaan Ekaristi tiap Jumat ini memang rutin diadakan di tempat gue bekerja, tapi gue nggak ngerasa itu sebagai sebuah rutinitas yang menjemukan apalagi keterpaksaan daripada nggak ada kegiatan lain. Apalagi, kalo hari Jumat seperti biasa jam makan siang waktunya lebih panjang, karena selain kegiatan sholat Jumat buat saudara Muslim, tiap Jumat kadang jadi agenda makan di luar kantor buat sebagian karyawan dan lokasinya nggak seputaran kantor aja. Bisa di CP, Senayan, atau Taman Anggrek. Intinya Jumat adalah hari bersenang-senang saat lunch, hehehe Read the rest of this entry »

Sebuah pagiMenjelajahi malam diam, dilumuri keraguan.

Menikmati padang logika, ditidurkan banyak pertanyaan.

Mencumbui peluh impian, dininabobokan nafas kekosongan.

Terpojok oleh banyak pertanyaan, ditelanjangi sendiri bersama kebuntuan.

Sementara, kau masih menatapku sambil tersenyum ketika melihatku terus bermain-main dengan waktu.

Lalu seperti biasa, kau kembali menyelimutiku dengan kasih di setiap malamku.

Ayo bangun! Kesiangan ngantor nanti kamu… kau tersenyum kagetkanku di samping ranjang dan memecah semua susunan mimpiku. Read the rest of this entry »

mornin coffeeSenyum itu, sentuhan itu…

Pagi ini, pelukan ini…

Ditingkah ceret panas yang bergejolak dan potongan sayuran yang menyembul segar; di sebuah sudut ruang; hawa dingin masih meluluri tubuh; kamu menatap pelan di sudut pandangan.

Enam pagi; tidak mendung; aroma hari yang mulai tersusun dan menangkap imaji lebih dalam; bersama sebuah uluran secangkir kopi dan roti isi telur yang tersusun rapi di sudut meja sarapan; sambil tetap wajahmu tersenyum memandang bersama cinta. Read the rest of this entry »

………………………..

Aku menatap langitlangit; mencium pagi

Rasa syukur selimuti, memeluk hangat tubuh

Melingkari surya, mencium kesegaran

Pagi ini, sebuah catatan baru menanti

 

Menyibak selimut, mengecup kehangatan

Beranjak dalam kesegaran, meniti langkah baru

Menapaki cinta, mengikuti irama baru

Menyibak wajah pelan, ditemani ketulusan…

 

Dalam kehangatan, di sebuah sudut

Memeluk hangat tubuh, bersama aroma murni

Melepas puluhan kata bersama tawa

mengakhirinya dengan satu demi satu pelukan
Read the rest of this entry »

new day

 

 

 

 

 

 

 

……………………………..

Hangat malam memeluk harapan

Titik hujan membeku di perapian

Gelatik bersembunyi menahan kantuk

Dahan mengering sehabis hujan

 

Berpijak dalam rotasi waktu

Menangkap angin dan embun

Detak mengingatkan pergantian

Jendela terbuka dihantar angin pagi

 

Keringat bulir menyapu telapak

Kosong menatap ruang

Ingatan berputar di sisi sama

Senyum kemudian, tanpa arah

Read the rest of this entry »

benihDalam menabur selalu ada tuaian. Hasil panen menanti dan semua dibesarkan alam. Matahari, air, dan angin membuat hasil makin melimpah. Bibit yang baik kualitasnya juga akan memberi kabahagiaan sempurna.

Musim yang berganti, siang dan malam juga saling silih berjalan bersama waktu. Tiada proses pertumbuhan bibit yang luput dari semua hal ini. Setia berjalan, bertumbuh dan akhirnya menumbuhkan tunas yang akan menjadi tanaman berbuah limpah pada saatnya nanti.

Tapi sebentar… proses alam dan semua yang tumbuh bersamanya juga pasti akan mengalami semua perubahan itu. Apakah bibit yang ditanam akan sungguh tumbuh menjadi sebuah pohon yang menghasilkan dan berbuah melimpah? Read the rest of this entry »

Happy TogetherDalam keseharian, gue dan istri gue masing-masing sibuk dengan aktifitas pribadi. Gue yang sibuk bekerja, dan saat ini sedang sibuk mempersiapkan event tahunan kantor, dan istri gue yang sibuk dengan dunia kuliner dan asuransi jiwa…

Waktu yang sangat efektif dijalani bersama adalah saat sarapan berdua dan berdoa bersama di pagi hari, serta makan malam dan bercengkrama di meja makan sepulang gue dari kantor. Bagitu juga saat siang hingga malam hari. Selalu ada kesempatan melakukan aktifitas berdua…

Di saat-saat itulah, gue dan istri merasakan keintiman, kehangatan dan bisa bertukar banyak kisah tentang apapun. Mulai dari aktivitas apa saja yang dijalani hari ini, hal menarik apa yang kita berdua alami dan rasakan, hingga obrolan santai maupun serius yang sangat menambah kebahagiaan. Read the rest of this entry »

menjaga hatiMasa pra Paskah sudah mulai berjalan sejak beberapa hari lalu. Di masa ini, gue dan banyak umat Katolik lain di seluruh dunia menjalani ibadah puasa dan pantang untuk menyambut Paskah.

Bagi kami, ibadah puasa dan pantang ini tidak memiliki aturan yang baku apalagi dipaksakan. Waktunya memang telah ditentukan; selama kurang lebih 40 hari, yang dimuali pada hari Rabu Abu. Namun, bagaimana kita berpantang atau berpuasa, semua dikembalikan ke tiap pribadi.

Yang wajib untuk berpuasa adalah pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung; tiga hari menjelang Paskah. Selebihnya, kapan berpuasa dan berpantang menjadi pilihan kita semua. Begitu juga untuk memilih pantangan menjadi kebebasan kita. Apakah kita akan pantang daging, pantang nasi, pantang rokok, atau pantang jajan bagi anak-anak. Yang lebih utama, dalam masa puasa ini adalah semua menjadi satu bagian dalam sebuah bentuk pertobatan dan untuk meningkatkan semangat berbagi kepada sesama. Read the rest of this entry »

BUONGIORNO…

Pemanis Buatan merupakan kumpulan catatan yang berupa celotehan, ungkapan hati, hingga omong kosong akan segala sesuatu yang hadir di benak saya. Bebas, jujur, dan mungkin agak kurang ajar…

Semoga kumpulan catatan ini bisa dibaca dan dimengerti dengan kejujuran & hati yang ‘bebas’ sehingga syukur-syukur bisa menjadi pemanis hidup; kalo nggak buat kamu, ya minimal buat saya sendiri… :)

Namun, karena saya percaya bahwa kehidupan itu pada dasarnya memang baik adanya, maka pemanis yang ada dalam kumpulan catatan ini hanya sebatas ‘pemanis yang sengaja dibuat’ alias bersifat sementara dalam setiap kandungannya…

Back to the future…

December 2017
M T W T F S S
« Apr    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031