You are currently browsing the tag archive for the ‘Imlek’ tag.

imlek-2017Tahun Baru Imlek yang kebetulan jatuh pada hari Sabtu kemarin, tentunya disambut penuh sukacita oleh rekan-rekan gue yang merayakan. Berbagai aktivitas, tradisi, serta banyak ciri khas lainnya menjadi hal yang mewarnai perayaan tahun baru Imlek, ataupun perayaan tahun baru masehi yang juga dirayakan oleh semua orang.

Berbagai perayaan maupun peringatan hari besar agama, budaya, maupun nasional tentunya akan berlangsung rutin setiap tahun dan pastinya akan menghadirkan kegembiraan. Tapi, semua yang rutin dilakukan setiap tahunnya ini, kadang sebatas menjadi bentuk rutinitas semata; yang (sudah pasti) membutuhkan biaya tidak sedikit, tapi tidak memiliki makna yang ‘sesungguhnya’. Hanya berkumpul bersama, makan-makan, ngobrol bersama, itu aja. Read the rest of this entry »

Tahun Baru Imlek. Hari istimewa ini akan selalu dinantikan dan dirayakan oleh seluruh masyarakat Tonghoa dan jutaan keturunanya di seluruh dunia. Imlek identik dengan perayaan dan ucapan syukur, seperti yang berlaku dalam perayaan tahun baru masehi yang dirayakan di seluruh dunia. Tradisi Imlek sangat mengakar, dan tradisinya tetap dipelihara di tiap keturunan.

Ada banyak hal yang identik dengan Imlek. Dari benda-benda yang berhubungan dengan Imlek maupun kegiatan yang dilakukankaitannya dengan Imlek. Keterangan di bawah ini gue sadur dari Kompas.com.

Hal pertama yang identik dengan Imlek adalah Angpao. Secara harafiah, ang pao berarti amplop yang berwarna merah. Ang pao telah menjadi salah satu simbol Tahun Baru Imlek. Pada hari raya ini, ada tradisi bahwa seseorang yang telah menikah memberikan ang pao yang berisi uang kepada orang yang lebih muda dan belum menikah. Soal jumlah, hal ini tergantung pada kemampuan dan kerelaan dari sang pemberi. Read the rest of this entry »

Boen Tek Bio, klenteng pertama di Tangerang.

Dari Pasar Lama hingga Cisauk…

Gue paling suka jalan-jalan ke daerah pecinan di pasar lama tangerang. Alasannya apalagi kalo bukan banyak tempat makan yang enak… Kisaran jalan Kisamaun dan sekitarnya memang menjadi tempat yang sangat khas suasana pecinan. Mulai makanan, toko peralatan sembahyang cina, toko obat, semuanya ada. Sayang, bangunan di sana udah nggak banyak yang ‘asli’. Hanya ada beberapa aja yang masih mempertahankan bentuk aslinya.

Dulu, bareng temen, gue sering masuk-masuk ke dalam pasar yang bisa kita temukan setelah kita masuk ke dalam sebuah gang sempit. Pasar itu terletak bersebelahan dengan klenteng Boen Tek Bio, yang didirikan tahun 1684 dan merupakan bangunan paling tua di Tangerang.* Gang yang sempit dan banyaknya pedagang yang menjual keperluan sembahyang membuat suasana dalam gang ini bener-bener berasa kayak di daerah shanghai di tahun 50an hehehe… Read the rest of this entry »

Seminggu yang lalu gue main ke tempat temen gue di daerah Rawa Kucing, Sewan, Tangerang. Udah lama juga gue gak main ke rumahnya. Temen gue itu keturunan tionghoa, tapi sama sekali nggak keliatan ‘cina’nya dari segi perawakan. Kulitnya sawo matang mirip gue. Matanya juga gak sipit. Bulat malah. Dia tinggal  di sebuah perkampungan yang dihuni oleh beragam golongan masyarakat, tetapi memang sebagian besar merupakan masyarakat keturunan Tionghoa. Namanya Kartika, tapi dia lebih sering dipanggil Fei. Karena nama cinanya adalah Chen Sing Fei.

Udah lama juga pas dia ngajak gue makan pertama kali di daerah Sewan, dimana kita menyusuri jalan setapak di pinggir sawah untuk kemudian singgah di kedai siomay. Pikir gue, di daerah kayak gini, yang jauh dari keramaian, mana laku jualan siomay? Tapi keraguan dan lamunan gue otomatis terhenti setelah gue melihat ternayata kedai cukup ramai oleh pembeli, dan setahu gue juga mereka bukan dari daerah sekitar Sewan, yang berarti sama kayak gue; masuk jauh ke daerah pinggiran cuma buat makan siomay! Read the rest of this entry »

BUONGIORNO…

Pemanis Buatan merupakan kumpulan catatan yang berupa celotehan, ungkapan hati, hingga omong kosong akan segala sesuatu yang hadir di benak gue. Bebas, jujur, dan mungkin agak kurang ajar…

Semoga kumpulan catatan ini bisa dibaca dan dimengerti dengan kejujuran dan hati yang ‘bebas’ sehingga syukur-syukur bisa menjadi pemanis hidup; kalo nggak buat loe, ya minimal buat gue sendiri...

Namun, karena gue percaya bahwa kehidupan itu pada dasarnya memang baik adanya, maka pemanis yang ada dalam kumpulan catatan ini hanya sebatas ‘pemanis yang sengaja dibuat’ alias bersifat sementara dalam setiap kandungannya...

Back to the future…

August 2017
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031