Dalam keseharian, kita banyak disesaki oleh banyak informasi, materi hiburan, informasi dan edukasi melalui beragam lini media yang semua itu ‘memaksa’ masuk ke semua indera kita, terutama mata dan telinga. Khususnya lagi kalo kita bicara di lini media yang cukup pupuler seperti televisi, internet, radio, hingga media cetak. Okelah memang ada banyak sekali ragam cara kita bisa mendapatkan semua hal baru lewat banyak media itu, dari yang memang kita butuhkan untuk menambah wawasan maupun saat kita membutuhkan hiburan.

Di beberapa tulisan gue terdahulu gue pernah bertutur bagaimana gue sungguh terinspirasi baik oleh buku, film, hingga sinetron, baik dalam ranah menambah wawasan maupun hiburan. Hingga saat ini pun, kalau boleh kembali mengingatkan teman-teman, gue sangat terinspitasi dengan film The Godfather dan Life is Beautiful tentang nilai kekeluargaan yang ada dalam dunianya masing-masing, buku Burung Berkicau karya Anthony De Mello tentang cara bertuturnya yang memikat tentang relasi dan kehidupan, atau menikmati kejujuran dalam sinetron Keluarga Cemara yang diangkat dari novel Arswendo Atmowiloto. Masih banyak lagi hal yang membuat gue terinspirasi, dan tentunya juga semua pribadi pasti punya juga hal favorit, tergantung selera masing-masing.

Saat ini pun, gue masih setia membaca beberapa buku yang belum semuanya rampung, atau berselancar di dunia internet dan sosial media untuk mendapatkan informasi terupdate dan berkomunikasi, atau sekedar menikmati tayangan TV saat bersantai bersama istri di rumah. Semua materi itu gue terima sebagai hal yang memang harus gue terima, baik gue akan merasa terhibur, kecewa, atau terinspirasi. Setelah semua informasi itu masuk ke otak gue baru disitu gue bisa memilah mana yang memang pas buat gue, atau mana yang harus gue abaikan. Yang pasti gue lakukan penyaringan itu semua dengan santai, tanpa emosi, tanpa prasangka, dan tanpa niat buat menyimpan kebencian dalam hati kedepkannya. Toh, ini semua hanya ‘pemberian’ lewat media, bukan? Terserah gue aja, kalau memang gue setuju ya gue akan terinspirasi, kalau enggak yang pasti gue lupakan. Sesimpel itu.

Yah tentunya saat gue ngobrol bareng teman-teman soal buku baru, atau film yang baru diliris, atau sinetron yang ratingnya terus naik, akan ada banyak pendapat yang berbeda-beda antara kita semua yang terlibat obrolan. Tapi gue menikmati itu semua kok, kita bisa ngobrol santai, tukar pikiran sampai saling memberikan referensi buku atau film lain yang juga bagus dan wajib ditonton kedepannya. Sungguh, ini sangat menyenangkan buat gue. Karena saat ngobrol dan berdiskusi, sama sekali nggak niat dan cara kita ngobrol yang berusaha untuk merasa paling benar, mengintimidasi apalagi memaksanakan pengaruh atau kehendak. Obrolan tetap berjalan menyenangkan, with an easy and simple talk, no hurt feeling.

Dengan era akses informasi yang sangat bebas saat ini, kita semua harusnya bersyukur karena sangat mudah untuk mendapatkan informasi atau hiburan. Bahkan dengan memegang smartphone di tangan pun kita sudah bisa menikmati itu semua. Informasi dan hiburan yang sehat hingga yang bisa menyulut kemarahan pun pastinya akan juga sangat mudah menyebar dan kadang kita terima. Itu konsekuensinya. Dari soal isu politik, agama, hingga ke konten dewasa yang gak semestinya dinikmati anak-anak juga pasti gak akan bisa dibendung lagi, walau ada banyak pengaturan filter konten dan anjuran dari para pendidik untuk menikmati materi di berbagai media secara bijak. Tapi siapa yang bisa jamin proses ini bisa efektif jika arus informasi baik yang bermutu atau sampah tetap terus ‘bersliweran’ di sekitar kita? Banyak loh, tindak kejahatan yang dilakukan dan berawal dari pertemanan di media sosial, atau permusuhan terjadi hanya gara-gara status di Facebook atau chat di Whatsapp hingga cuitan di Twitter. Belum lagi buku dan website yang sengaja dibuat khusus untuk menyebarkan konten yang provokatif. Jadi makin komplek kan akhirnya? Hehe

Ya udah lah, kalo gue sih akan terima dan gue nikmati semua itu. Walau begitu, yang penting gue gak mau kebawa emosi apalagi kebawa pikiran. Gue ingin membuat semuanya jadi sederhana aja, dan nggak perlu dibikin ribet. Serahin aja lah ke pihak yang berwenang buat ngurusin itu semua. Baik yang berkaitan sama bidang media, dunia pendidikan, hingga ke lembaga hukum. Yang penting, saat ini gue pribadi masih bisa nyaman beraktivitas, masih bisa bebas bergaul dan berinteraksi dengan siapa aja tanpa perlu ragu di dalam keseharian gue. Kalo emang ngantuk ya tidur, kalo emang lapar ya makan. Sesederhana itu.

Tetap semangat jalani hari ya teman-teman!

 

Advertisements