Arrrghh!Dalam banyak kisah hidup, kadang gue alami banyak keajaiban. Tapi nggak jarang saya juga seringkali merasa menemui jalan buntu. Mood, perasaan dan pikiran kadang saling bertabrakan dan susah untuk menemukan ‘kesepakatan’. Belum lagi kalo ego sudah mulai ikut ‘nimbrung, pasti makin berat langkah yang harus dijalani.

Saya kadang sering mengalami hal ini. Entah itu di rumah, di jalan, di kantor, atau dimanapun gue berada. Sering saya marah berat, atau kadang bengong kebingungan, merengut, tertunduk sedih, atau banyak lagi bentuk ekspresi dan gambaran sikap saya saat itu.

Tapi, nggak lama, biasanya saya bakal cape. Dan kadang kalo saya udah males membebani kepala dan otak dengan banyak pikiran yang bikin mau muntah, saya langsung menampar diri sendiri sambil bertanya dalam hati, “saya kenapa ya?”

Ketika saya mengalami banyak hal yang gak enak, saya akan selalu marah nggak jelas, dan bisa saya lampiaskan ke siapa aja yang ada di dekat saya. (Nggak berlebihan caranya sih, tapi kadang ini cukup merisaukan saya juga). Saya nggak gelap mata, tapi kadang saat marah, saya merasa kalo saya nggak akan mendengarkan siapapun yang ada di sekitar saya dan apapun yang akan saya bicarakan dan lakukan harus mereka dengar dan lihat. Wow!

Sampai…. saat saya diam, dan bertanya dalam hati, “saya ini ngapain sih? emang nggak bisa dibicarakan dengan santai?”

Di titik itulah saya langsung berubah 180%. Dari marah lalu terdiam. Dari kesel lalu terpaku. Dari geram lalu senyum. Semuanya berubah begitu aja ketika saya ‘tersadar’ dan bangun dari alam emosi saya.

Yah, begitulah, kadang saya emang cinta damai, tapi kadang kok suka marah-marah berlebihan ya. Tapi saya sih ngerasa ini memang kelemahan saya yang memang harus diperbaiki kedepannya. Memang nggak terlalu merugikan secara materi atau memiliki efek yang berat, tapi saya aja yang ngerasa nggak sreg ketika emosi naik dan saya susah mengontrolnya.

Setelah saya tersadar, saya pasti akan menghampiri siapapun itu yang kena efek marah saya dan saya akan minta maaf dengan tulus dan nggak dibuat-buat. Karena walau saat saya marah, bukan berarti saya yang pasti benar dong. Bisa aja kan orang lain justru yang benar, tapi saya yang curi start aja buat ngamuk, hahaha

Oke deh guys, tetap jaga emosi ya. Jangan terburu-buru mengambil sikap dan tindakan; daripada udahannya menyesal. Cara yang praktis, ketika ada kegalauan, kemarahan atau kesedihan yang tiba-tiba datang, segeralah tutup mata dan mulai berhitung 1 sampai 10 dalam hati. Semoga dengan begitu kita bisa ‘mengerem’ kalo mau marah, dan sesudahnya biasanya sih kita nggak jadi marah besar. Seandainya harus menegur-pun pasti dilakukan dengan suara yang nggak menggelegar, hehe

Selamat menikmati hari ya temans…

Advertisements