berubah yukSeperti tahun-tahun sebelumnya, masa prapaskah kembali hadir dalam hidup gue dan bagi semua orang yang merayakannya. Tahun ini sudah berjalan hampir 2 minggu, dan secara pribadi gue berusaha untuk menjalaninya dengan penuh rasa syukur.

Bagi gue masa pertobatan ini bukan sekedar upaya untuk berpuasa atau berpantang, walau gue dan istri juga menjalaninya. Tapi jauh lebih dari itu, masa prapaskah menjadi sebuah momentum untuk kembali membenahi hidup lewat sebuah sikap dan pola pikir baru. Bagaimana kita menyangkal diri, belajar untuk menahan hawa nafsu, dan keinginan untuk berubah menjadi banyak hal yang jauh lebih penting.

Gue menjalani hidup selama ini juga nggak neko-neko sih. Gue ngerasa hidup gue baik-baik aja. Gue nggak tiap saat niatnya jahat melulu, atau seringkali bikin sedih banyak orang, apalagi sampai menipu orang lain. Tapi yah itu, gue ngerasa (lagi!) kalo hidup gue ini perlu dirubah ke arah yang lebih positif lagi. Bukan sekedar menjalani hidup yang ‘biasa’ aja, tapi harus dibawa dan diupayakan menjadi lebih baik.

Gimana gue bisa menjalani keseharian dengan penuh sukacita misalnya, mungkin menjadi hal yang gampang. Tapi gue sendiri juga masih perlu banyak belajar loh. Bagaimana kita tersenyum dalam melangkah, melihat sesuatu dari perspektif yang positif, selalu bersyukur dalam setiap sisi, dan melakukan yang terbaik yang gue bisa adalah beberapa contoh hal sederhana yang gue masih terus belajar untuk menjadikannya sebagai sebuah ‘tradisi’ dalam hidup gue. Belum lagi untuk memaafkan orang lain dan mengasihi orang yang benci sama kita, hmmm…. gampang-gampang susah kan. (gue aja kadang belum bisa, hehe…)

Menahan amarah, nafsu, ketidakjujuran, kebencian, sumpah serapah, niat jelek, sebenarnya gak jauh beda sama menahan lapar, haus, godaan ngemil, ngerokok, atau kegiatan have fun go mad lainnya, misalnya. Tapi, menahan amarah kadang jauh lebih susah daripada menahan lapar. Tersenyum pada rekan yang nyebelin jauh lebih susah daripada berpantang rokok. Membantu musuh kita jauh lebih berat daripada berpuasa. Ini kalo buat gue loh ya… hehehe

Tapi gue berusaha ngejaga niat gue aja ah.

Gue nggak bakalan jadi orang bener sepenuhnya, tapi saat masa prapaskah ini gue mau mulai meletakkan fondasi baru buat gue dan istri untuk berubah menjadi labih baik lagi secara sikap dan tingkah laku. Memang hal sederhana, tapi jujur susah banget kalo nggak dimulai-dimulai. Lah, kan gue sama istri juga menjalani banyak aktivitas hidup yang kadang menguras tenaga, pikiran, bahkan emosi sekalipun. Yah kita coba aja yuk… Asal niat baik selalu dijaga aja. Mudah-mudahan Tuhan kasih jalan. Amin….

Hari ini dan hari-hari sebelumnya masih mendung dan kadang hujan. Semangat kadang naik turun buat ngejalanin aktivitas. Tapi bodo ah, gue mau ngejalaninnya dengan semangat aja. Setiap ada kendala ada solusinya kan? So, jalan aja, pantang mundur. Kalo udah cape yang istirahat, kalo pegel ya duduk dulu, kalo tenaga dan semangat mulai ngumpul lagi baru gue mulai melangkah lagi. Simpel kan… hehehe

Have a nice day, teman…