Jalan setapakGue mewarnai hidup semampu gue, dan terus melangkah dengan sukacita yang gue punya. Gue menata hidup dengan segala keteraturan juga dengan segala sukacita. Gue menghias hidup dengan sukacita. Gue menjalani hidup dengan sukacita, dan gue menikmati hidup juga dengan penuh sukacita.

Menikmati berarti menyelami setiap bagian dari hidup. Mewarnai berarti menikmati dan menyusun susunannya menjadi indah. Menjalani dengan sukacita berarti secara sadar untuk terus melangkah apapun beban yang menemani. Menata berarti berusaha menempatkan tiap bagiannya dalam sebuah susunan yang istimewa. Menghias berarti mengeluarkan segala upaya untuk membuat hati ‘ayem’ saat melihat hasilnya.

Sukacita harus menjadi bagian dalam hidup. Dalam melangkah. Dalam mengambil keputusan. Dalam bersikap dan bertutur. Dalam memahami tiap bagian yang kadang sulit. Dalam melihat setiap kemungkinan. Dalam kesetiaan untuk berbagi dan bersyukur di tiap sisinya.

Memang kadang semua ungkapan diatas mengalir indah. Terangkai dengan susunan yang istimewa, bahkan terlihat mudah untuk diungkapkan. Namun sejatinya, semua sungguh tidak mudah seperti yang dibayangkan.

Menjaga konsistensi dalam hidup mudah disampaikan lewat kata tapi kadang berat dan perlu daya upaya ekstra untuk melaluinya. Tidak mudah, tidak nyaman, dan tidak juga selalu dipenuhi keindahan. Tapi, ini adalah bagian yang harus selalu kita selami, langkah hidup harus terus dilanjutkan, walau kadang harus terengah-engah.

Hidup ini adalah jalan setapak yang pasti akan selalu tersaji. Kadang jalan ini berliku, penuh batu dan mungkin banyak persimpangan yang mengharuskan kita memilih lewat jalur mana. Jalan setapak tidak bisa dilalui dengan bersepeda, mengendarai motor atau mobil yang bisa membuat waktu tempuh lebih cepat. Jalan setapak harus kita lalui dengan terus bertumpu pada kedua kaki yang pastinya akan membutuhkan tenaga. Kadang kaki terluka dan kadang rasa pegal mendera. Beristirahatlah sejenak kalau kondisi ini kita rasakan. Tapi setelah tenaga pulih dan luka di kaki mulai mengering, jangan ragu untuk mulai kembali melangkah.

Jalan masih panjang, dan ketika semangat itu selalu ada, maka jalan setapak yang kita lalui akan menjadi sebuah pilihan hidup yang indah dan menggoda, walaupun kita harus melaluinya dengan susah payah.

Mau berjalan beriringan bersama gue, teman? Kita menyusuri jalan setapak ini bersama-sama ya…