susun kembali kedamaianPeristiwa yang terjadi di Jakarta seminggu lalu seakan membuyarkan kembali kedamaian yang tercipta dan terpelihara cukup lama. Serangan teror yang terjadi di sekitar Sarinah Jakarta itu mungkin menjadi hal yang biasa bagi para pelaku. Tapi bagi warga Jakarta khususnya dan semua pribadi yang tinggal dan beraktivitas di bagian manapun di dunia ini, tentu ini menjadi hal yang luar biasa. Walau suka atau tidak, beberapa bagian dari dunia ini masih bergejolak dan hidup dalam ancaman kemanusiaan.

Kenapa bagi para pelaku ini menjadi hal biasa? Karena mereka melakukannya sebagai sebuah hal yang memang perlu dilakukan. Mereka siap berkorban jiwa raga demi keyakinan mereka dan untuk itu mereka bangga untuk menodai nilai kemanusiaan.

Semua rangkaian teror yang terjadi di dunia ini memang seakan menjadi mata rantai yang terpisahkan. Semua alasan saling dibeberkan, dan sebab akibat seakan menjadi bahasan yang tiada akan habisnya. Sedihnya, ini selalu membawa korban banyak insan yang kadang tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa semua ini terjadi? dan kenapa harus kami yang merasakan semua kepedihan ini?

Peristiwa yang memakan korban minggu laludi Jakarta memang memiliki dampak luas. Kesedihan, kekhawatiran, dan ketakutan pasti tercipta. Tapi kegaduhan pun hadir dan dimunculkan oleh media yang tidak bertanggung jawab menyebarkan informasi palsu yang bahkan dilakukan oleh salah satu stasiun TV nasional di negeri ini. Belum lagi ‘kegaduhan’ yang sengaja dihadirkan di banyak media sosial di dunia maya. Semua asyik berbicara, mengobrol, dan kadang menyebarluaskan hal yang kadang tidak pantas hanya untuk semakin membuat peristiwa ini menjadi sebuah ‘berita hangat dan paling panas’ saat ini.

Sudah cukupkah ini semua? Sudah selesaikah bencana teror kemanusiaan ini? Mungkin belum. Banyak kejadian lain yang menyedihkan pasti akan terjadi lagi. Siapa yang benar, siapa yang salah? Masih berapa puluh jam lagi yang dibutuhkan untuk menggelar acara diskusi yang kadang sama sekali tidak membawa manfaat apapun selain hanya untuk mengejar rating dan oplah media atau untuk semakin memperkuat citra?

Tidak adakah cara simpatik yang lebih banyak lagi bisa dilakukan dalam menyikapi kejadian ini? Gerakan sosial dan positif memang banyak, tapi gerakan atau kegiatan yang cuma ‘buang-buang waktu’ justru lebih banyak. Sampai kapan semua ini akan berlangsung?

Gue pribadi memang bukan ahli sejarah atau orang yang paham segalanya. Dan gue kadang gak sadar, sering juga terlibat dalam pembicaran mengenai teror di Jakarta ini dengan rekan makan siang di kantor atau tetangga di perumahan gue. Tapi jujur, gue nggak betah untuk berlama-lama ngobrol ngalor ngidul nggak jelas. Dalam hati gue hanya bisa berharap, semoga kejadian ini bisa cepat berlalu, dan semoga bisa mengahdirkan banyak solusi yang akan terus bisa menjaga kedamaian dan bukan malah menodainya.

Simpati terdalam gue buat para korban, walau sebagian besar korban adalah para pelaku teror. Gue yakin pada dasarnya semua manusia itu baik. Tapi keadaan sosial budaya dan banyak faktor lain yang membuat mereka menjadi pribadi yang tidak memiliki rasa kemanusiaan lagi.

Mari rapikan lagi tiap susunan dari kepingan-kepingan kedamaian yang tercerai berai, dan please jangan lagi dirusak dan dibiarkan tercerai-berai. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaganya?

God bless us, brada & sista…