lovely fishIni mungkin aneh, tapi juga enggak. Udah lama gue nggak mulai dan memang belum juga berjalan dengan ideal. Ceritanya belum lama gue melakukan renovasi rumah di sisi samping dapur. Tepatnya sih di halaman yang berbatasan sama taman samping rumah. Gue memasang kanopi yang terbuat dari besi. Luasnya 4 x 3 m. Memang gak terlalu luas, tapi nggak terlalu kecil juga.

Kanopi ini sengaja gue pasang di sisi samping rumah, agar bisa menjadi area santai, bekerja saat malam, berinternet ria dengan laptop, membaca buku, atau area makan dan ngemil bareng istri. Di area bawah kanopi ini sengaja gue taruh sebuah dipan/bale bambu yang berukuran 1 m x 1,5 m. Lumayan lah buat duduk santai sambil kadang bobo siang, hehehe

Di sebelahnya, ada meja kecil yang terbuat dari bambu juga, dan diatasnya gue letakkan sebuah akuarium bulat/kendi yang berukuran sedang. Nah, ini yang gue maksud memelihara cinta dalam ruang mungil. Lebai? atau norak? hehehe nggak lah. Karena memang gue udah lama nggak memelihara ikan. Di rumah ortu gue, ada akuarium besar berisi Arwana, plus kolam di belakang rumah yang berisi banyak ikan sepeti ikan nila, patin, dan ikan emas. Yang melihara bokap gue. Tapi kolam itu dibuat sangat indah dan alami, karena bersanding dengan berbagai tanaman hias yang menempel di dinding kolam dengan relief yang cantik.

Bukannya mau niru-niru suasana di rumah bokap. Tapi pastinya, gue dan bokap punya kesamaan soal kecintaan memelihara ikan dan merawat tanaman hias atau tanaman buah. Kebetulan juga, rumah gue yang sekarang gue tempatin bersama istri memiliki lahan di depan dan samping yang mudah-mudahan bisa memuaskan hobi gue dan istri soal tanaman dan ikan.

Memang saat ini, taman rumah gue belum ideal kalo dibandingin taman-taman yang ada di banyak perumahan mewah, misalnya. Tapi gue berusaha membuat taman gue kelihatan asri dan indah. Ada beragam tanaman buah dan hias. Ada lampunya juga yang membuat taman gue bisa dinikmati di malam hari. Lalu karena posisinya bersebelahan dengan kanopi gue yang di belakang tadi, maka gua atur deh posisi tanaman dalam pot dan beberapa footstep dari batu alam sehingga ketika gue dan istri duduk di bale di bawah kanopi di pagi hari sebelum kerja, pemandangan alami nan asri terhampar di hadapan gue… hehehe

Balik lagi ke soal ikan. Karena gue baru mulai pelihara ikan lagi, ga papa deh kalo diawali dengan akuarium kendi dengan beberapa ikan komet murah yang beraneka warna. Memang ikan komet bukan ikan mahal, paling harganya cuma 5.000 seekor. Tapi yang bikin asik, motif warna ikan ini sangat beraneka macam, Ada merah, putih, oranye, hitam, gold, dan coklat. Selain warna, sebaran motifnya juga punya pola yang beragam. Jadi walau murah, tetap cantik dan bikin hati senang apalagi memandangnya saat duduk di bale bambu sambil ngopi dan memperhatikan mereka yang sibuk berenang kesana-kemari… sadis! hehehe

Intinya sih, nggak perlu biaya mahal buat bikin hati senang dan nyaman di rumah. Kedepannya, gue memang ingin bikin kolam ikan di halaman atau memiliki akuarium besar di ruang keluarga. Tapi kalau saat ini gue baru bisa memulai hal kecil yang ternyata juga bisa bikin gue hepi, kenapa enggak? ya kan… hehehe

So, jadi makin nyaman-lah gue dan istri di rumah. Dan semua hal yang bikin nyaman ini mutlak kita sendiri yang bisa menghadirkannya. Sekali lagi, nggak perlu mahal, nggak bikin susah, dan pastinya menyenangkan. Mau jenis taman yang seperti apa, memelihara burung atau ikan, entah jenis kolam yang minimalis, penuh relief, atau penambahan air mancur di dinding kolam atau di pot air, semua terserah kita lah. Yang penting sesuai budget tapi tetap bikin hati adem.

Jadi wajar dong kalo gue mengistilahkan kalo memelihara ikan dalam akuarium itu seperti memelihara cinta dalam ruang mungil… Karena gue suka keindahan. Dan ikan hias merupakan bentuk keindahan yang juga gue cinta, dan semua itu berada dalam akuarium gue yang mungil. Yuk ah, ngopi lagi sambil terus memandang keindahan yang tiada kenal lelah kesana-kemari dalam ruang kaca…