mornin coffeeSenyum itu, sentuhan itu…

Pagi ini, pelukan ini…

Ditingkah ceret panas yang bergejolak dan potongan sayuran yang menyembul segar; di sebuah sudut ruang; hawa dingin masih meluluri tubuh; kamu menatap pelan di sudut pandangan.

Enam pagi; tidak mendung; aroma hari yang mulai tersusun dan menangkap imaji lebih dalam; bersama sebuah uluran secangkir kopi dan roti isi telur yang tersusun rapi di sudut meja sarapan; sambil tetap wajahmu tersenyum memandang bersama cinta.

Entah yang keberapa; entah versi mana; kehangatan itu kembali muncul darimu dan ajakan untuk mencintai pagi bersamaku.

Sebuah awal hari, sebuah proses kelahiran sukacita yang akan tersusun hari ini intuk kita berdua nikmati.

Wajah itu, raga itu, tiada berteman lelah; hanya ada semangat dan kekuatan hatimu untuk menarikku duduk menyantap tawa bersama sarapan; hangatnya memancar.

Berbagi kisah; bertukar tawa; dan saling meniupkan semangat di masingmasing jiwa. Tanpa prasangka, tanpa curiga, hanya berbagi keindahan cumacuma; pagi ini dan pagipagi seterusnya.

Ini yang membuatku selalu ingin mencintaimu dan memeluk setiap pagi bersamamu.