bangun pagiGue terbangun, gue terjaga. Semalaman berpetualang di belantara mimpi, dan gue melihat banyak hal baru saat membuka mata. Gue melipat selimut dan mencoba bertahan membuka mata, sambil melangkah pelan untuk mengangkat air dan membasuh sekujur wajah.

Matahari mulai beranjak, udara pagi mulai melingkupi pagi. Gue memperhatikan sekeliling saat berdiri di samping halaman rumah. Bekas pijakan embun masih mengguratkan ilusi yang indah. Bersahutan di kejauhann nyanyian burung yang juga bergejolak menyambut hari baru.

Di sekitar, banyak langkah berbegas dengan harapan. Dengan keranjang di gendongan, dengan sepatu yang licin mengkilap, dengan sepeda yang cat-nya mulai mengelupas, dengan handuk yang setia di bahu, dan dengan irama deru mesin kendaraan yang suaranya tidak mampu mengalahkan irama pagi. Banyak orang bergegas, pikir gue saat itu…

Gue menuju ruang kecil untuk membasuh diri dan mandi. Sambil melilitkan handuk warna biru muda, gue berganti pakaian di kamar. Hari ini akan menjadi hari yang bergairah, karena akan menemui banyak rekan dan pengalaman baru di sekolah. Sambil bernyanyi kecil, gue melahap setangkup roti bakar yang sudah tersedia di sudut meja makan, sambil membayangkan wajah-wajah sahabat yang nanti akan gue jumpai di sekolah.

Terbayang nanti saat tugas sekolah yang gue selesaikan malam tadi dilihat dan dinilai oleh ibu guru, tentu beliau akan merasa senang. Karena kali ini gue sungguh-sungguh mempersiapkan dan mengerjakannya dengan penuh semangat.

Tapi sebelum sampai di kelas, gue akan menyapa hangat rekan yang mungkin bertemu di angkot ketika melalui perjalanan menuju sekolah. Gue akan setia disapa juga oleh supir angkot yang seakan selalu hapal wajah gue tiap pagi. Dan gue akan bercanda bersama petugas yang tetap tersenyum ramah sambil menyapu halaman sekolah.

Hari ini di sekolah akan sangat mengasyikan. Akan ada banyak pengalaman baru, dan akan ada banyak kejutan yang pasti akan gue dapat dari siapapun itu, entah guru, teman, penyapu jalan, hingga ke tukang bubur di sekolah yang biasa ada di pojok kantin.

Tanpa sadar, gue tersenyum sambil membayangkan banyak hal indah tadi. dGue sudah berada di dalam angkot  sekarang. Tas punggung yang gue pangku menjadi tempat bersandar kedua tangan gue yang mungil. Hmm… hampir saja gue terbuai dengan lamunan sampai-sampai supir angkot membuyarkan lamunan… “sudah sampai sekolah, dek…”.

Wuih, gue lalu melompat girang dan turun dari angkot setelah membayar ongkos dengan selembar uang ribuan. Gue berlari kecil sambil menggendong tas, dan bersiap menyambut pengalaman yang sesungguhnya hari ini di sekolah.

_____________________

Pagi ini gue terjaga karena dering weker yang ada di samping tempat tidur. Istri gue tersenyum di samping sambil tersenyum manja, “selamat pagi sayang…”

Aha! hari baru! Gue selalu teringat masa sekolah dulu, dan tanpa menunggu lama gue segera meloncat dan menyambut hari ini dengan semangat yang tetap sama seperti beberapa tahun lalu.

Selamat pagi! Selamat menempuh hari baru… Gue akan menyambut dengan gembira selalu, dan siap menyongsong banyak hal baru yang akan gue temui hari ini, layaknya gue saat kecil dulu.

Semangat!