suatu pagi di stasiunPagi hari, 06.30, stasiun cisauk. Kesibukan memenuhi ruang saat mata memandang. Polah tingkah, gerak gerik, dan aktivitas setiap pengguna jasa kereta api memenuhi aura pagi di stasiun yang mulai panas.

Gue memasuki area parkir setelah melalui barisan pengguna motor lainnya di pintu masuk parkiran. Jalur masuk motor dan mobil nggak terlalu banyak, hanya ada satu. Ada yang sabar menunggu giliran mengambil karci dari mesin parkir, ada yang panik sambil melihat jam tangan , dan ada yang sibuk membetulkan helm yang agak kebesaran.

Setelah itu gue menyandarkan motor RX King gue di baris keempat parkiran. Gua lalu mulai membereskan lekukan di baju dan celana. Maklum, angin agak kencang pagi ini🙂 Gue juga terbiasa berkendara motor menggunakan topi dan bukan helm. Maklum ya, biar praktis. Soale jarak stasiun dari rumah hanya sekitar satu kilo. Gue juga seringkali menggunakan rompi sebagai penutup badan, dan bukan jaket. Alasannya sih juga karena rompi ada banyak kantong, dan bahannya juga nggak seperti model rompi motor atau rompi pemadam kebakaran. Lebih mirip rompi wartawan, hehehe

Gue lalu beranjak menuju peron dan melangkah santai menuju loket pembelian tiket. Jam menunjukkan pukul 06.45, yang berarti masih cukup waktu sebelum kedatangan kereta gue pada pukul 07.10 pagi. Gue berhenti sejenak di ujung peron sambil menyalakan sebatang rokok, dan menghirup udara segar pagi itu. Sesekali gue juga mengamati keadaan sekitar di stasiun beserta semua calon penumpang yang ada.

Ada beberapa pria yang jongkok di pinggir peron sambil ngobrol nggak jelas, ada sepasang pelajar yang tertawa bersama ketika berjalan menyusuri pinggiran rel, ada penjaja koran dengan senyum yang dibagikan ke semua orang, ada petugas stasiun dengan topi khasnya sambil sesekali membenarkan posisi ikat pinggang, ada ibu muda yang menenteng tas kerja beserta laptop dengan wajah tegang memikirkan kerjaan nanti di kantor (mungkin), ada ibu yang sibuk menenangkan anaknya yang berumur 5 tahun yang rewel minta jajan, ada pria yang sibuk dengan tablet-nya walau mungkin hanya ber-facebook ria, dan ada gue yang berdiri santai sambil menghisap rokok yang mulai pendek…

Gue kembali melangkah menuju loket. Antrian nggak terlalu memanjang. Kali ini gue memutuskan naik kereta yang dari Parung. Modelnya bukan KRL, melainkan kereta diesel, karena sesuai banget jadwalnya dengan jadwal perjalanan gue setiap paginya. Harga tiket cuma 1.500 rupiah sekali jalan. Para penumpang tertib mengantri di 2 loket yang tersedia. Kadang ada yang bertemu teman lama yang sudah lama nggak ketemu. Jadi rame deh… hehe

Setelah mengantongi tiket, gue kembali melangkah pelan menuju peron. Gue melalui beberapa pot tanaman dan 2 tempat sampah sebelum naik menuju bagian atas peron. Celungak celinguk, karena gue biasanya bertemu dengan teman satu komplek. Ternyata nggak ada pagi itu. Makanya, gue lalu membuka tas samping yang biasa gue bawa, lalu mengeluarkan sebuah buku yang belum selesai gue baca.

2 Menit kereta akan memasuki stasiun, pengeras suara bersuara nyaring mengeluarkan sinyal kedatangan kereta, sambil mengumumkan bahwa kereta akan segera masuk. Orang-orang tampak berlarian menuju peron, dan yang berada di depan loket juga mulai agak panik. Yah agak sedikit terburu-buru juga deh semuanya. Gue pun memasukkan buku di kantong rompi yang gue kenakan, dan mulai menyambut kereta dan masuk di salah pintu kereta yang ada di depan mata.

Semua penumpang menyemut menuju pintu gerbong kereta, dan perlahan kami masuk satu demi satu. Kereta sudah penuh, tapi masih bisa dimasuki penumpang. Karena kereta yang gue naikin nggak ber-AC, maka agak sedikit panas. Tapi kalau sudah jalan, biasanya sudah banyak juga angin yang masuk. Tidak lama kereta beranjak menjauhi stasiun menuju Serpong, dimana di tujuan akhir, gue akan turun di stasiun Palmerah. Gue pun kembali mengambil buku dari kantong rompi dan kembali melanjutkan membaca sambil mendengarkan radio dari gadget yang gue bawa.

Hm… santai dulu ah, sambil gue memandangi pemandangan kota melalui jendela kereta.

Selamat menjalani hari… God bless the day…