semangat kemerdekaanSiang ini gue menulis di tengah-tengah acara peringatan hari Kemerdekaan negara kita tercinta di komplek.

Gue berada di tengah-tengah kemeriahan lomba anak-anak yang diikuti oleh semua anak di lingkungan gue. Semua tampak bahagia, bersemangat, dan tidak kenal lelah. Semua aura itu sungguh terpancar di wajah masing-masinh anak hingga ke para orang tua baik yang menjadi panitia maupun penonton.

Lomba bagi anak-anak dalam rangka menyambut kemerdekaan negeri ini memang menjadi tradisi yang melekat sejak puluhan tahun di masyarakat kita. Jenis lomba yang diadakan pun sangat beragam berdasarkan kelompok usia, seperti balap karung, balap sendok kelereng, memasukkan paku ke botol, makan kerupuk, lomba sepeda hias, mengambil uang koin di jeruk yang dilumuri coklat, hingga ke pertandingan beragam cabang olahraga hingga panjat pinang.

Semua agenda lomba dan pertandingan ini bukan mencari juara, melinkan sebagai ajang pemersatu dan kebersamaan dalam merayakan hari istimewa buat bangsa ini. Semua warga tampak saling berbagi canda, tawa, dan bersilahturami dengan penuh kekraban. Ini alasan yang membuat perayaan ini setiap tahunnya selalu memiliki warna dan semangat yang makin bergelora.

Persiapan acara yang dilakukan 2 minggu sebelumnya disertai dengan sumbangan tanaga, pikiran, dan waktu dari semua anggota panitia maupun warga seakan terbayar pada hari ini. Kemeriahan dan kesuksesan acara seakan menjadi hal berharga yang bisa dinikmati oleh seluruh warga.

Makna kemerdekaan itu sendiri tetap terjaga dan akan selalu dipartahakankan oleh seluruh bangsa dan rakyat Indonesia, dari golongan manapun itu. Semua bercampur menjadi satu, dan tiadak ada lagi perbedaan status, ekonomi, maupun agama. Semua bersatu dalam satu acara yang sama dan ini sungguh bisa dirasakan secara nyata.

Selamat ulang tahun Negeriku. Tetaplah menjadi bangsa yang besar dan menjadi Ibu Pertiwi yang akan selalu menjadi kebanggan bagi kami semua. Biarkan darah semangat  itu tetap mengalir sampai kapanpun, dan tidak ada yang bisa mengambilnya dari diri kami.