Forza!!Setiap pergantian musim, akan selalu ada banyak kejutan. Seluruh penggemar sepakbola seakan larut dalam keasyikan tersendiri dan selalu mengikuti setiap perkembangan yang terjdi di dunia sepakbola Eropa pada khususnya.

Dari perpindahan pemain, laporan keuangan klub tiap akhir musim, perubahan desain pada jersey, penambahan sponsor baru pada klub, hingga ke kegiatau tur pra musim yang dilakukan oleh banyak klub besar ke berbagai negara di Asia, Afrika maupun Australia. Hmm, sudah menyentuh ke seluruh penjuru dunia, bukan?

Tapi, menyambut kehadiran musim 2013-2014 ini, ada tema yang juga tidak kalah menarik bagi semua pecinta sepakbola. Bursa pelatih atau manager! Ya, saat musim belum lagi bergulir, pecinta sepakbola di seluruh dunia bergairah dengan banyak berita kepindahan pelatih besar ke klub baru. Dari Spanyol misalnya, Madrid kedatangan Carlo Ancelotti yang sarat pengalaman. Sedangkan Barcelona masih menantikan pelatih baru. Dari Italia, Internazionale Milano menyambut Walter Mazzari dari Napoli. Raffael Benitez juga sepakat melatih Napoli setelah merampungkan tugasnya di Chelsea. Dari Inggris, kedatangan pelatih baru juga tidak kalah ‘heboh’. Manchester United ditangani David Moyes setelah Fergie pensiun, Manuel Pelegrini menerima tantangan di Manchester City, dan Jose Mourinho kembali memimpin the Blues Chelsea untuk meraih kejayaannya kembali.

Banyak pergantian ini tentu menjadi sebuah keputusan besar dan membutuhkan banyak strategi, baik dari presiden klub hingga melibatkan pihak sponsor dan suporter. Pelatih baru nantinya tentunya akan membawa banyak perubahan, yang bisa berakhir luar biasa atau menjadi penyesalan di akhir musim. Pelatih-pelatih yang disebutkan di atas tentu tidak ada yang meragukan kualitasnya. Tapi apakah mereka bisa beradaptasi dengan baik, apalagi jika harus menghadapi ‘budaya’ klub yang boleh dibilang sangat tidak kenal ampun jika ada tanda-tanda ‘salah pilih’ pelatih walau itu terjadi di beberapa pertandingan awal musim.

Itulah yang membuat semua pecinta dan pelaku sepakbola di seluruh dunia antusias, sekaligus berharap-harap cemas. Sanggupkah Moyes melanjutkan kejayaan Manchester United di bawah pimpinannya? Atau bisakah Mourinho meraih trofi Liga Champions bersama Chelsea? Atau apakah Mazzari dan Benitez sanggup membalikkan spirit Inter dan Napoli yang sedang jatuh karena prestasi musim lalu atau kepindahan pemain bintang yang dimiliki?

Semua pasti akan terjawab. Tapi tidak dalam waktu singkat pastinya. Keberhasilan atau kegagalan pelatih baru tidak bisa diukur dari 5 pertandingan awal musim, misalnya. Yang mereka butuhkan tentu dukungan, kepercayaan dan kesempatan yang cukup untuk membuktikan kapasitasnya di ‘rumah’ baru mereka saat ini. Tidak jarang, seorang pelatih baru bisa membawa kejayaan sebuah klub dari segi prestasi setelah 2 atau 3 tahun melatih.

Jadi disaat para pelatih baru sibuk beradaptasi dan mengenali klub baru yang mereka tangani, dan para presiden klub sibuk mengucurkan anggaran pembelian pemain yang mumpuni, kita sebagai pecinta dan penikmat sepakbola tinggal menikmati kegairahan yang terjadi menjelang awal musim seperti sekarang ini. Nikmati dan rasakan kegairahan yang sama, walau kita semua berjarak ribuan kilometer dari kota asal klub yang kita cintai. Dengan begitu, sepakbola akan menjadi warna hidup yang sesungguhnya.

I love this game!