Euforia SenayanDi tahun 2013 ini Indonesia kembali kedatangan banyak tamu. Tim nasional Indonesia disambangi klub dari Liga Premier Inggris, Arsenal, Chelsea, dan Liverpool, yang semuanya akan digelar pada periode Juli ini di Jakarta. Luar biasa bukan?

Belum lama pada 2010, Internazionale Milano kampiun Italia juga hadir membuat heboh Jakarta dan Indonesia. Belum lagi di beberapa tahun di belakang, ada Bayern Munchen, dan beberapa tim nasional yang memang bertanding karena kejuaraan Asia atau sedang menjalani pertandingan ujicoba.

Euforia sudah pasti terjadi, baik dari komunitas penggemar klub sepakbola yang datang, maupun dari pecinta sepakbol secara luas di Indonesia. Sponsor membanjiri, media mencurahkan perhatian penuh, pedagang barang merchandise berdatangan dari berbagai kota, serta ratusan petugas keamanan disiapkan. Belum lagi pecinta sepakbola yang datang dari berbagai kota dari penjuru nusantara semakin membuat kedatangan tim dari luar negeri ini menyita perhatian publik secara luas.

Ada banyak alasan yang membuat pertandingan yang bertajuk ‘tur klub sepakbola’ di Indonesia ini menjadi heboh. Selain karena basis pendukung tim yang bersangkutan cukup besar di Indonesia, kedatangan pemain bintang sepakbola dunia ke Indonesia juga termasuk langka. Apalagi jika bisa menyaksikan langsung mereka bermain di Gelora Bung Karno, tentu akan menjadi pengalaman tak terlupakan seumur hidup.

Begitu juga dengan pemain tim nasional Indonesia yang selalu mendapat jatah menjadi lawan tanding. Ini merupakan kesempatan langka bermain satu lapangan dengan para pemain sepakbola dunia. Syukur-syukur bisa bertukar jersey di akhir pertandingan, atau bisa dipantau oleh para pencari bakat klub sepakbola Eropa. Siapa tahu?

Tapi selain dari sisi komersial atau pengalaman bertanding yang luar biasa bagi para pemain Indonesia, apakah ini bisa meningkatkan mutu sepakbola nasional secara signifikan? Ini memang bukan pertanyaan yang mudah dijawab apalagi dalam waktu singkat. Ini tentu bukan hanya menjadi pekerjaan rumah bagi para pemain sepakbola Indonesia, tapi juga menjadi PR bagi para pengurus sepakbola dan olahraga di Indonesis secara luas.

Apakah pertandingan-pertandingan tadi bisa memiliki efek positif bagi pembinaan sepakbola di Indonesia atau sekedar euforia sesaat dan keuntungan finansial yang sangat tinggi bagi media dan para sponsor?

Suatu saat nanti, kita akan melihat pemain Indonesia bertebaran bermain di liga-liga terbaik Eropa, dan timnas Indonesia bisa rutin menjuarai kejuaraan sepakbola di Asia Tenggara atau Asia. Indonesia akan menjadi macan asia baru yang ditakuti dan disegani. Para pencari bakat dari seluruh penjuru dunia akan bergerilya di liga Indonesia untuk memantau bakat-bakat baru pesepakbola dari negeri ini.

Mungkin saja semua itu terjadi. Tapi kapan? Semoga pertanyaan ini menjadi kerinduan terbesar bagi semua insan sepakbola dan para pecinta sepakbola di Indonesia…