krl1 Juli kemarin, tarif KRL mengalami perubahan. Fasilitas stasiun dan jadwal kereta juga mengalami perubahan positif. Kenyamanan, keamanan, dan kebersihan juga mengalami peningkatan. Apa lagi yang kurang dari jenis transpostasi ini?

Sebagai pengguna setia krl atau komuter line, gue tentu semakin senang. Yang pertama tentu jadwal kereta yang makin banyak. Saat pagi dan sore, krl hadir setiap 10 menit sekali. Seandinya gue kesiangan bangun pun, nggak jadi masalah, karena kereta selalu tersedia setiap saat. Oke lah, bangun siang bukan jadi alasan utama gue bisa dateng telat ke kantor terus… Tapi jika dibandingkan menggunakan bus, atau motor sekalipun, krl jelas banyak untungnya dari segi waktu dan tenaga yang dihabiskan saat perjalanan. Dari rumah hingga kantor, total waktu perjalanan gue hanya satu setengah jam, nggak cape pula🙂.

Gue berangkat dari stasiun Cisauk dan turun dari Palmerah. Saat gue berada di stasiun pun, kenyamanan sudah mulai terasa. Peron stasiun kini mulai rapi. Penerangan di malam hari sangat cukup. Pedagang yang mangkal di peron juga hampir nggak ada, kecuali penjaja koran. Fasilitas pendukung lain seperti loket, papan informasi, tampat sampah, tanaman hias di pot, pagar stasiun, kursi di peron, hingga lahan parkir juga sangat memadai. Terlebih saat ini sudah mulai berlaku sistem tiket menggunakan kartu. So, makin praktis jadinya.

Sekarang soal harga. Seberapa besar perubahannya? Saat harga BBM naik dan ongkos semua alat transportasi merangkak naik, krl justru kebalikannya. Harganya jauh turun. Yang biasa dulu tarif jauh dekat Rp 8000 (dari Cisauk ke Tanah Abang), kini harga yang harus gue bayar tiap hari dari Cisauk sampai st.Palmerah hanya 3000 perak. Kok bisa? Iya, karena sekarang sistemnya adalah berapa banyak stasiun yang kita lalui. Jadi seandainya hanya 1 stasiun, bisa jadi kita hanya bayar 2000 rupiah. Mantaf kan?

Selain lancar, dingin karena AC, dan kenyamanan saat di dalam kereta, tentu, kesadaran kita semua untuk memanfaatkan fasilitas dan sarana transportasi ini dengan bijak menjadi tugas kita semua. Kemudahan dan kenyaman yang kita dapat harus disertai dengan tanggung jawab untuk menjaga semua sarana yang ada di stasiun maupun di dalam gerbong kereta agar tetap bisa awet dan tahan lama. Semua demi kenyamanan kita semua bukan?

Jadi lupakan lelah saat melakukan perjalanan, lupakan pusing karena macet tak kunjung padam, dan BT karena kesemrawutan lalu lintas di perempatan lampu merah. Saatnya menikmati perjalanan menuju kantor atau tempat manapun yang kita tuju dengan cara yang lebih menyenangkan. Dijamin, sesampainya kita di tempat tujuan, otak dan badan masih fresh, segar, dan siap berjuang… hehehe

Selamat menikmati perjalanan….