benihDalam menabur selalu ada tuaian. Hasil panen menanti dan semua dibesarkan alam. Matahari, air, dan angin membuat hasil makin melimpah. Bibit yang baik kualitasnya juga akan memberi kabahagiaan sempurna.

Musim yang berganti, siang dan malam juga saling silih berjalan bersama waktu. Tiada proses pertumbuhan bibit yang luput dari semua hal ini. Setia berjalan, bertumbuh dan akhirnya menumbuhkan tunas yang akan menjadi tanaman berbuah limpah pada saatnya nanti.

Tapi sebentar… proses alam dan semua yang tumbuh bersamanya juga pasti akan mengalami semua perubahan itu. Apakah bibit yang ditanam akan sungguh tumbuh menjadi sebuah pohon yang menghasilkan dan berbuah melimpah?

Alam akan tetap berjalan, dan perubahan akan tetap ada. Buah akan tetap hadir lewat sebuah proses alami dengan faktor yang membuatnya tetap hidup, tapi tunas pohon bisa saja tidak bertaham hidup dan akhirnya mati mengering sebelum buah yang ranum hadir.

Lalu apa yang harus dilakukan petani?

Ia yang memiliki bibit, ia yang memiliki lahan, dan ia yang bertanggung jawab bagi pertumbuhan bibit, tunas, pohon hingga berbuah. Adakah sesuatu yang bisa dilakukannya untuk tidak melawan alam, namun tetap bisa berjalan bersamanya dan tetap bahagia?

Ini tidak mungkin.

Yang mungkin adalah, ketika memulai hari baru, petani harus bangun dengan sebuah senyuman. Manatap mentari yang hadir setiap hari dan selalu saja tidak berubah. Namun pikiran petani harus berubah tiap hari. Ia berkemas dan merapikan alat pertanian dengan penuh semangat, dengan senyum harapan yang selalu mengembang, sambil tanpa henti berpikir bagaimana cara terbaik agar panenan bisa berhasil dan membawa kebahagiaan pada saatnya nanti.

Matahari mulai meninggi dan akan terus berjalan mengelilingi cakrawala hingga akhirnya terbenam di ufuk barat; begitu setiap hari dan akan selalu sama. Tapi senyum petani masih mengembang dan semangatnya tidak berkurang walau peluh tiada lagi terhitung yang keluar membasahi tubuhnya yang lelah dan makin hitam tersengat matahari. Setiap hari, semangatnya makin bertambah dan berubah makin besar.

………………..

Kita semua adalah petani, dan ladang adalah hidup kita dimana banyak bibit menanti semangat kita untuk berjalan bersama ketika bertumbuh. Ketika tiap hari bangun dengan senyum dan menjalani hari dengan tawa, semangat, dan harapan, maka kita tidak perlu kuatir jika kita akan mendapati tanaman akan mati sebelum menghasilkan buah melimpah.

Dan matahari pagi akan selalu bersinar seperti biasa dan tidak berubah sejak dahulu, namun kini ditemani oleh semangat dan harapan yang selalu baru yang terpancar dari mata hati kita…