hujan di jakartaHari ini Jakarta terendam. Air bukan hanya membasahi ibukota, tapi juga menggenangi puluhan wilayah di seluruh wilayah Jakarta raya. Hari ini pun gue terpaksa nggak masuk kerja, karena gue tertahan di stasiun Serpong selama hampir sejam. Begitu juga puluhan warga yang bekerja di Jakarta, mengalami banyak kendala dalam perjalanan dan banyak yang harus kembali pulang karena terhambatnya akses menuju kantor.

Jakarta, kota besar yang menyandang predikat ibukota dan kota metropolitan memang identik dengan banyak kemajuan sekaligus banyak masalah. Banjir, kemacetan, kemiskinan, kejahatan, dan banyak masalah lain hadir bersama kemajuan kota, modernisasi, bisnis yang terus menggeliat dan kehidupan yang serba glamour.

Dua sisi yang kontras ini pada akhirnya merasakan dampak yang sama saat banjir mendera Jakarta. Curah hujan yang tinggi di daerah hulu sungai-sungai di Jakarta yang seakan tanpa henti, sampah yang masih banyak menghambat di puluhan sungai dan selokan, serta masih belum efektifnya fungsi saluran air yang ada menjadi penyebabnya. Okelah, kota besar memang sarat masalah. Dan jika ini tidak segera dicarikan pemecahannya, maka nasib kota tidak akan menjadi lebih baik. Perlahan, memang usaha dari gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membuahkan hasil, namun memang dalam waktu yang singkat seorang Jokowi pasti tidak akan mampu mengubah kota dalam waktu singkat. Semua membutuhkan proses, perencanaan dan program yang matang, serta kesadaran seluruh warga yang kesemuanya itu bisa menghasilkan solusi tepat yang bisa dilakukan secara efektif dan berkesinambungan.

Hujan deras dan musim hujan memang peristiwa alam. Namun, banjir merupakan dampak yang ditimbulkan yang seharusnya bisa dicegah dengan beberapa solusi yang disebutkan di atas. Semua memang nggak gampang dan butuh waktu yang nggak sebentar. Gue sih gak mau sok tahu soal ilmu tata kota atau ilmu alam. Gue hanya pemuda biasa yang kebetulan beraktivitas kerja sehari-hari di Jakarta. Dan jika terjadi apa-apa sama Jakarta, baik secara langsung maupun enggak, gue pasti ngerasain dampaknya.

Hujan memang belum akan berhenti. Begitu juga banjir belum akan surut. Tapi gue akan selalu mencoba semangat dalam menjalani keseharian gue. Hujan atau tidak, banjir atau enggak, selalu ada jalan untuk menikmati aktivitas dan menjalani hidup sehari-hari. Biarkan alam tetap juga beraktivitas. Selama aktivitas alam dan aktivitas kita semua bisa berjalan beriringan, selama itu juga kita harus bersyukur dan terus hidup dalam semangat.

Have a nice day…