00013366Desember adalah sebuah bulan di akhir tahun. Bulan akhir di catatan perjalan setahun yang penuh warna. Desember adalah sebuah masa ketika banyak pribadi sibuk menata hati. Merangkum semua kejadian yang dilewati selama setahun, hingga menyusun resolusi yang baik di tahun yang akan datang.

Bagi gue dan semua umat Katolik, bulan ini juga menjadi bulan yang suci dan penuh berkah. Tidak hanya karena moment yang sangat dekat dengan akhir tahun, namun karena kita akan menyambut kehadiran Tuhan secara istimewa dalam hati melalui peristiwa kelahiranNya di dunia sebagai manusia untuk melaksanakan misi surgawai yang utama; menyelamatkan umat manusia dari jerat dosa.

—————————————————————–

Katolik, mengenal masa Adven. Masa ini berlangsung selama 4 minggu menjelang tanggal 25 Desember. Bagi kami, saat menyambut kehadiran Tuhan kembali, butuh waktu persiapan yang ‘lebih dari biasanya’. Misteri kelahiran Yesus memang menjadi salah satu dari dua momen utama yang diperingati umat Kristiani; yaitu kelahiran dan peristiwa sengsara-wafat-kebangkitan yang dikenal sebagai rangkaian perayaan Paskah.

Jika Paskah diawali masa Puasa atau Pra Paskah selama 40 hari dimana kita berpuasa dan berpantang, maka Natal diawali dengan 4 minggu masa Adven yang sekarang ini sedang gue jalani. Adven pada intinya adalah mempersiapkan hati menyambut kehadiran Tuhan kembali setiap tahunnya dan mengenangkan kembali sebuah peristiwa Illahi yang hadir di tengah umat manusia.

Di sinilah, makna dan nilai dari sebuah perayaan agama menjadi penting. Walau gue bukan ahli kitab suci atau ahli agama, tapi menurut gue makna menjadi penting. Karena dari situ gue bisa melalui dan merayakan peristiwa-peristiwa perayaan tadi dengan sepenuh hati. Bukan sebatas mempersiapkan kebutuhan perayaan secara duniawi, tapi juga menyelami kembali peristiwa Tuhan dan membawanya ke dalam semangat hidup dalam hati gue.

Tahun ini adalah Natal kedua yang akan gue jalani bersama keluarga baru gue. Gue memang menikah setahun lalu sebelum Natal. Dan jujur, hal ini akan selalu menjadi bagian yang istimewa. Karena selain gue berbagi kebahagiaan dengan keluarga dan sesama, kini gue juga akan makin bahagia karena bisa berbagi kebahagiaan Natal bersama belahan hati tersayang.

Semua pengalaman dan perjalan hidup selama setahun pastinya akan memberi banyak warna buat gue dan istri gue. Dan setiap kekuatan, kabahagiaan, kekecewaan, damai, dan harapan yang selama ini gue bagi dan jalani bersama istri akan menjadi rangkuman perjalanan kasih yang akan selalu menguatkan hidup. Puji Tuhan…

Jadi bagaimana pun bentuknya, dan bagi siapapun dari loe semua baik yang merayakan Natal, atau perayaan agama lain, mari bersama mendapatkan momentum yang tepat buat hidup kita. Dimana ada satu titik ketika kita berdiam diri merenungi semua langkah yang kita telah lalui, dan memandang dengan penuh senyum harapan pada setiap langkah kita ke depan.

Gusti ‘mboten sare… Tuhan akan selalu terjaga buat kita….