Sudah beberapa waktu ini, cuaca selalu setia basah. Kadang saat terik belum puas menyapa, ribuan titik air bersatu dan berjatuhan dengan segera yang kadang tiada habisnya. Akhir tahun bagi gue memang selalu istimewa. Selain karena menyambut Natal dan pergantian tahun, tapi karena juga hawa dingin akan selalu menemani keseharian gue.

Sejuk, memang betul. Bikin suasana jadi romantis dan bikin suasana hati jadi adem juga nggak salah. Tapi bagaimana apabila kesejukan dan terik berganti dalam waktu yang cepat di hari yang sama? Dalam hitungan menit malah. Apakah tidak membuat aktivitas dan kondisi badan juga harus berubah cepat menyesuaikan diri?

Ini memang soal kondisi alam. Tapi gue hanya ingin bertutur mengenai apa yang kadang gue rasakan dan lakukan saat musim hujan mulai hadir menemani keseharian. Yang paling utama, tentu adalah bagaimana gue harus menjaga fisik dan stamina. Perubahan cuaca yang tiba-tiba dari panas terik ke hujan lebat tentu menjadi kondisi yang juga ‘mengagetkan’ buat tubuh gue. Kadang jika tidak mampu beradaptasi, maka seringkali kondisi badan jadi drop yang berujung pada sakit.

———————————————————

Istirahat cukup, makan teratur dengan mengurangi gorengan, serta selalu menjaga kebugaran tentu menjadi hal penting dan bukan lagi menjadi hal sepele saat pergantian musim datang. Ini penting karena walau hujan atau panas, aktivitas pekerjaan dan hidup gue sehari-hari harus tetap berjalan bukan? Nggak mungkin lah gue cuti kerja selama 2 minggu atau libur mengerjakan project selama beberapa minggu hanya demi menjaga kebugaran saat pergantian musim. Jadi bagaimana gue mengatur langkah dan cara menyiasati menjadi penting. Yang paling sederhana sih, adalah memperkecil kemungkinan kondisi badan makin drop, dengan selalu menjaga kesehatan walau dengan hal yang kecil sekalipun.

Langkah lain yang juga perlu adalah siap sedia. Kadang banyak rencana menjadi gagal gara-gara hujan atau banjir. Atau kadang perjalanan menemui klien jadi gagal gara-gara macet berkepanjangan saat hujan datang. Siapkan mantel atau payung kecil dalam kendaraan menjadi hal yang paling mudah. Selain itu hindari meeting point di daerah yang rawan banjir dan macet. Bawa obat pribadi atau minuman hangat yang siap saji juga perlu. Atau paling tidak, siapkan pertemuan ‘on-line’ sebagai awal apabila tidak bisa bertemu face to face. Memang akan ada kekecewaan, kegundahan, atau kepanikan jika kita dihadapkan pada situasi yang penting. Tapi bukan berarti tidak ada solusi. Lebih baik mencegah daripada sibuk memilih puluhan solusi jika aktivitas terhambat karena cuaca, bukan?

Gerimis dan hujan memang mengundang banyak hal. Dari emosi, marah, panik dan kekecewaan secara psikologis; keletihan, dan badan yang sakit secara fisik; maupun juga gagalnya sebuah pertemuan bisnis, maupun acara yang sudah disiapkan jauh-jauh hari bersama rekan ataupun keluarga. Tinggal bagaimana kita menyikapi ‘undangan’ itu. Bagaimana menata kondisi emosional dan fisik menjadi kunci agar saat cuaca berubah tiba-tiba, semua aktivitas tetap bisa dijalani dengan semangat dan cara yang tetap sama seperti biasa.

Nah sekarang udah mulai gerimis lagi nih, di luar rumah gue. Bikin kopi yuk….🙂 Biar aktivitas gue sekarang tetep asik. Eh udah dulu ya nulisnya… gue mau bikin kopi dulu… oya sekalian minta istri buatin nasi goreng ah, hehehe asiiikkk….