Kisah hidup bagai telenovela. Banyak alur cerita tersaji, banyak babak terhampar, dan banyak titik perhentian harus dilalui. Ada banyak kisah, cita, angan, tujuan, dan harapan. Bahkan ruang pikiran tak akan mampu menampung semua data tentang semua al mengenai hidup tadi. Terlebih jika sebagian besar adalah banyak bentuk ‘what to do’ alias banyak hal yang menjadi rencana dan harus dilakukan. Jika tidak berjalan ‘smooth’ maka tidak jarang otak makin kusut dan pikiran jadi kosong alias ‘blank’. Kalu sudah begini, keadaan psikis dan fisik berada do titik terendah.

Diam sejenak. Istirahat sejenak. Apapun istilahnya. Karena di titik terendah, segala daya upaya tidak akan berhasil kembali ke titik normal jika keadaan psikis tidak berubah. Pikiran mengendalikan tindakan itu betul. Karenganya, biarkan pikiran bergerak bebas, tanpa harus terkukung banyak hal yang malah membuat beban menjadi makin banyak, dan daftar keinginan bertambah banyak. Padahal dari segi jumlah, persentasi berkurangnya keinginan belum juga berkurang. Kita hanya berkutat pada rencana-rencana dan rencana. Yang dilakukan hanya itu. Seandainya ada tindakan, maka sebatas melakukan tambal sulam. Menyelesaikan masalah namun menyisakan masalah baru.

———————————————————————–

Hidup memang nggak gampang. Tapi harusnya bisa dibuat sederhana. Tidak perlu terjebak dengan keinginan. Lakukan sesuai kebutuhan. Prioritas menjadi syarat utama. Tidak perlu memilih banyak menu jika daya tampung perut terbatas. Kalau dipaksakan maka akan muntah, dan membuat semua yang tadi disantap menjadi terbuang sia-sia.

Pilih yang loe suka dan bisa membuat loe cukup kenyang. Tidak perlu makan banyak namun malah jadi kekenyangan. Bagaimana menjalani hidup dan apa yang akan kita makan sama-sama menjadi bentuk pilihan. Tdak akan ada yang menghakimi kita jika salah memilih langkah maupun salah makan. Tapi semua hal yang tidak enak akan kita rasakan sendiri. Pusing, hilang akal, muntah, enek, pegel, sampe jatuh sakit.

So, jadikan banyak pilihan dalam hidup menjadi banyak hal yang tidak perlu menjadi ‘tekanan’ buat otak. Biarkan semua terjadi indah dalam sebuah meja prasmanan, dimana kita yang menentukan mana yang akan kita santap untuk melegakan dahaga lapar dan haus kita tanpa perlu harus merasa kekenyangan dan malah muntah.

Yuk nikmati semua sajian dalam hidup dengan hati gembira dan jiwa yang lapang… Dan biarkan satu demi satu babak dalam kehidupan terbuka dan kita ikut tersenyum di dalamnya…