Hidup itu indah. Pagi hingga pagi lagi semua indah. Itu kata orang sukses, artis terkenal, motivator handal, politikus yang jujur, pemimpin yang bijaksana, atlit yang berprestasi, dan banyak orang lain yang terkenal dan memiliki nama yang harum dan selalu dikenang dalam waktu yang lama…

Lalu gimana dengan saya? usia 30an, kerja sekaligus bisnis pribadi, tidur dan kerja di sebuah rumah mungil di desa pinggiran kota, berkendara motor RX King tahun 2000, suka desain dan seni, rapi, suka laper tengah malam, beristri seorang agen asuransi yang baru merintis, duit yang kadang banyak kadang tongpes, suka iseng nulis di blog, betah pake kaos singlet, suka ngumpulin barang-barang yang unik, makan sama bawang goreng aja juga jadi.

Lalu apakah saya melihat banyak orang sukses di awal sebagai gambaran ideal buat diri saya? Terinspirasi iya. Tapi saya mau jadi diri saya aja. Saya menjalani hidup dan kegiatan sehari-hari dengan cara saya. Serius, santai, punya mimpi, dan selalu bersyukur. Saya selalu terbuka, baik pikiran maupun perkataan. Dan ini mungkin bisa jadi masalah, namun ini jujur. Saya nggak merekayasa apalagi main curang buat hepi. Saya mau hepi karena emang saya layak. Dan semua biar mengalir tanpa harus saya tahan dan saya belokkan alirannya.

Saya bangun kesiaangan. Saya melompat dari tempat tidur. Bukan karena saya harus kabur ke kantor karena udah telat, melainkan saya girang karena ada hari baru lagi buat saya jalani.

Hujan turun dan saya terpaksa naik motor ke stasiun dengan mantel ditemani rasa dingin. Saya bersyukur karena jalan jadi nggak berdebu setelah hampi 2 minggu nggak hujan.

Saya sarapan nasi plus telor ceplok dan kerupuk di pagi hari. Saya bersyukur istri udah buat telor pagi itu, sambil ngebayangin banyak orang yang baru bisa makan di siang hari karena nggak ada yang mau dimakan dan nggak ada duit buat beli makan.

Saya ngadepin banyak deadline dengan tingkat kesulitan tinggi saat mulai membuka file kerjaan di komputer kantor. Saya bersyukur karena di saat yang sama saya nggak mood buat browsing atau blogging.

Saya makan siang dengan telur (lagi!) namun dengan tambahan sayur kacang dan kerupuk. Saya bersyukur, karena lagi-lagi istri mau luangin waktu tadi pagi buat memasak dan bawain saya makan.

Saya menunggu kopaja di depan kantor untuk menuju stasiun. Saya bersyukur karena kalo saya naik taksi atau ojek, jelas nggak cukup 2000 perak buat ongkosnya.

Kereta yang akan saya naikin dateng telat ke stasiun karena gangguan listrik. Saya bersyukur karena saya masih punya waktu lagi buat ngemil tempe mendoan yang saya beli di pinggir stasiun.

Sampe di rumah, istri nggak sempat masak buat makan malam karena sedang nggak enak badan di siang hari. Saya bersyukur karena kondisinya makin membaik, dan saya bisa masak indomie dan membuat teh hangat buat saya dan istri.

Sinyal internet saya lagi ngadat. Saya bersyukur, karena saya bisa beralih dari laptop dan saya bisa ngelanjutin baca majalah yang baru saya beli 2 hari lalu.

Hujan kembali turun malam itu, dan mati lampu pula! Saya bersyukur karena saya bisa merasa anget karena memakai sarung sambil memeluk istri ditemani cahaya lilin yang temaram namun romantis… 🙂

Hujan makin deras dan listrik belum juga nyala. Saya bersyukur karena saya….. sori nggak saya lanjutin karena saya keburu ketiduran dan bangun besok pagi dengan hari yang baru lagi.

Bersyukur tiap hari bukan hal susah. Gampang banget malah. Karena semua saya lakukan secara spontan. Gak perlu duduk sopan sambil berdoa, atau menyepi di ruangan sambil memegang kitab suci. Bersyukur bisa dilakukan di mana aja, dan kapan aja. Di atas motor, di angkot, di toilet, di meja kerja, di taman samping rumah, di gereja, di kantin kantor, di pinggir jalan, di depan TV, di depan loper koran, kapanpun itu…

Semua saya lakukan dengan spontan. Gak saya siapin rencana untuk bersyukur atau jadwal kapan aja saya harus bersyukur. Karena kalo gak bersyukur juga nggak dosa kok. Bersyukur juga gak butuh proses yang ribet.

Makanya walau sekarang udah jam 3 pagi, ditemani nyamuk, dan saya belum ngantuk juga, saya beryukur saya bisa nulis catatan ini. Gak penting isinya emang, tapi saya enjoy soale… hehehe

Advertisements