Ketika sendiri dan menatap kosong, ada kesabaran yang memberi kekuatan.

Ketika mulut terkunci terdiam, ada harapan akan sebuah celah kepastian.

Ketika langkah terhenti, ada kabahagiaan yang meringankan beban.

Ketika susunan harus kembali diulang, ada kesabaran yang meyakinkan dan memberikan arah.

Ketika mata terpejam karena kebingungan, ada harapan yang mengangkat kembali kelopak mata perlahan.

Ketika tertunduk tanpa arah, ada pegangan tangan yang melahirkan lagi kebahagiaan.

Ketika hidup dijalani dengan kesabaran maka akan menumbuhkan harapan… Ketika harapan mulai terangkum satu demi satu, maka kabahagiaan pada akhirnya akan menjadi buah yang tersaji indah dalam sebuah piring kehidupan…

 

Ingin tetap sabar?

Ingin selalu merajut harapan?

Ingin memetik buah kebahagiaan?

 

Hidup itu indah, bukan?