Suatu hari panas di sebuah sudut kota. Gue kerap memperhatikannya. Ia tampak dari kejauhan, namun hangat tubuhnya bisa gue rasakan dari tempat gue berdiri. Di balik ruang kaca itu ia berada dan tampak menyediri. Gue dan banyak lelaki lain menatapnya dengan penuh harap. Kadang keinginan dan kerinduan yang begitu memuncak seringkali bergelora dan tak tertahan. Tapi kami semua hanya bisa melihatnya saat ini, dan yang kami bisa lakukan hanya melakukan sesuatu yang mungkin bisa menarik perhatiannya. Suatu saat nanti gue dan semua pria mungkin bisa sekedar menyetuhnya, bahkan memeluknya.

Jujur, kami semua pria berada di sini karena tujuan yang sama. Berusaha meraihnya entah itu dalam angan, atau bisa dalam kenyataan. Persiapan kami pun boleh dibilang tidak sebentar. Untuk sekedar bertemu dengannya kami memulai persiapan sejak 2 tahun lamanya. Dengan peluh, kekuatan yang tiada habisnya, hingga ke tetesan darah dan air mata. Bagi kami, dirinya menjadi sebuah mimpi yang tampak begitu nyata. Dan tanpa kenal lelah gue dan semua pria ingin mendekatinya dan bisa semakin memangkas jarak diantara hati kami dan dirinya. Semoga saatnya nanti, hatinya bisa terpikat dengan usaha gue dan beragam pengharapan yang ada di hati gue terdalam bisa terwujud.

Mimpi kami sama, dan kami bergerak menuju arah yang sama. Kadang keinginan kami pribadi tidak lagi menjadi alasan utama. Kami mengumpulkan semangat bersama. Karena kami berasal dari wilayah yang sama, kami saling memberikan kekuatan, agar kami bisa mendekati sosok impian kami itu. Kami ingin meraihnya dalam sebuah kebersamaan, dan kami kadang meninggalkan ego pribadi demi sebuah keberhasilan yang dicapai bersama. Asal, kami semua bisa meraihnya dan itu kebanggaan dan kebahagiaan bisa menjadi milik kita yang berasal dari daerah yang sama. Begitu kurang lebihnya…

Bahkan keluarga, orang tercinta dan rekan serta semua pribadi di sekitar kita turut memberikan doa dan semangat tanpa henti. Mereka seakan merasakan kebahagiaan yang sama jika gue dan semua teman-teman bisa menghampiri sosok itu, dan bisa mendekatinya, mengenalnya, bahkan memilikinya secara utuh. Sebuah kisah yang luar biasa bukan?

Persiapan pun sungguh kami lakukan dengan bahagia. Kami mulai belajar bagaimana bisa berbicara dengan penuh kasih, melakukan perbuatan yang menarik simpati, tetap bersemangat walau pikiran dan raga kami letih, dan tetap menjaga semangat kami tetap menyala. Kami mempersiapkan diri menuju sebuah pesta, dimana di dalam pesta itu ada sesosok putri yang cantik jelita, dimana senyum, pesona, dan kharisma-nya sungguh membuat kami tergoda.

Akhirnya, saat keberangkatan pun tiba. Kami dan rekan satu daerah mempersiapakan perbekalan kami untuk terakhir kalinya. Benak dan pikiran kami melayang jauh melampaui jarak yang terbentang. Impian dan semangat kami seakan berlari lebih cepat menuju ke pesta yang akan kami hadiri.Tidak semua memiliki kemampuan dan semangat tinggi yang gue dan beberapa orang miliki dari daerah kami. Karena itulah, walau jumlah kami hanya sedikit, namun semua mempercayakan pada semangat dan kemampuan yang kami miliki. Minimal untuk berusaha sekuat tenaga untuk hadir dan menghampiri puteri yang kami idam-idamkan. Kami semua menyatukan tekad dan berdoa, semoga kami bisa menarik hati sang putri…

Tepat seperti dugaan kami. Ternayata yang mengagumi kecantikan sang putri tidak hanya kami. Ada ratusan pria yang datang dari belahan penjuru daerah yang memiliki tujuan yang sama. Kami cukup kaget. Tapi kami tidak menyurutkan langkah. Karena jika kami yang berasal dari daerah yang sama memiliki kerinduan bertemu gadis itu, tentu jika mereka yang berasal dari tempat lain memiliki perasaan yang sama, menjadi seuatu yang wajar bukan?

Tekad dan semangat kami sudah membara. Dan ketika kami melihat gadis itu di sudut ruang, semangat kami makin memuncak untuk meraih tangannya dan segera memeluknya. Namun, kami juga harus memiliki kebesaran hati jika akhirnya gadis itu memilih pria yang menarik hatinya dari tempat lain. Kami harus bisa memahami, kalau memang gadis itu juga memiliki keinginan yang kadang kami tidak bisa memenuhinya. Namun saat ini, kami harus berkonsentrasi melakukan segala daya upaya untuk menarik perhatiannya.

Bisa membuatnya menoleh dan tersenyum pun, menjadi kabahagiaan buat gue dan semua pria satu kampung ini. Namun ketika pada akhirnya dia memilih pria lain dari daerah lain, kami tidak akan kecewa dalam duka yang mendalam. Karena kami yakin, kesempatan kami masih ada. Dan itu akan datang 4 tahun lagi.

Saat ini, di sebuah tempat di Polandia dan Ukraina, ijinkan kami hadir dalam pesta demi melihatmu yang menjadi lambang cinta yang selalu penuh pesona. Dirimu akan selalu dikejar dan diperebutkan oleh kami semua, dan tidak hanya menjadi sebuah trophy semata, namun bisa menjadi lambang dari sebuah kebahagiaan, kebanggaan dan sukacita terbesar dalam sebuah perayaan pesta bertajuk Piala Eropa.

Kami sunggu ingin merengkuh, memeluk dan menciummu. Doakan kami ya, agar tahun ini berhasil meraih impian kami…