FC INTERNAZIONALE INDONESIA TOUR AMAZING STORY!

Well, this is not about the whole complete documentation report, or a masterpiece article about Internazionale Tour in Indonesia. This is just a personal writing about me, mw wife, the game and all Interisti in Indonesia that have a real great time on 24 & 26 May 2012. All story and pictures are personally made and i would like to share to you guys! Trust me, it’s really fun to share about the dream that came true!

Hari pertama pertandingan.

Siang itu cukup membuat hari menjadi menyenangkan. Gue memegang 4 tiket untuk menonton Internazionale vs Indonesia malam nanti dan Sabtu nanti. Gue rencana akan menonton bersama istri tercinta. Tapi sayang, pada Kamis, istri tidak bisa ikut karena ada kegiatan di rumah. So, dengan membulatkan tekad, tepat pukul setengah enam gue kabur dari kantor menuju stadion Gelora Bung Karno Senayan untuk menyaksikan Inter. Naik ojek pun jadilah…🙂

Gue bisa dapat 4 tiket ini berkat bantuan semua rekan dari Inter Club Indonesia Moratti Regional Tangerang Raya dimana brother Rie dan Hary Perdana, bro Ricky Sofian, bro Andreas, bro Unggul serta semua rekan terbaik di ICI sangat-sangat membantu banyak. Mulai dari pemesana voucher tiket, hingga ke saat pertandingan di Senayan. Really appreciate guys!

Dengan bermodal tas kerja dan sebuah Jersey Inter home serta kamera digital gue pun sumringah datang ke Senayan sore itu. Dengan bermodal tiket yang sudah gue dapatkan saat penukaran voucher di Warung Lesehan Pak Item yang menjadi base camp ICI Moratti Regional Tangerang Raya gue pun membulatkan tekad untuk bergabung dalam kemeriahan mimpi yang buat gue hari itu sungguh nyata akan gue rasakan!

Stadion sangat ramai dan meriah. Seluruh Interisti dan pecinta sepakbola di Indonesia sungguh antusias memenuhi stadion sore itu. Semua atribut tentang Inter tampak melengkapi semangat dan sukacita yang sungguh hadir bersama pengalaman yang luar biasa ini. Gue duduk di tribun ‘Curva Nord’ di stadion dimana di situ berkumpul semua rekan ICI dari seluruh Indonesia. Di situlah gue menemukan banyak keragaman. Karena terjadi banyak diskusi dan obrolan serta teriakan semangat dari berbagai logat bahasa di Indonesia… Ada yang ‘loe gue’ ala Jakarta, ada yang logat Jawa, Sunda, hingga ke daerah Manado dan Papua! Sungguh interaksi langsung yang sanggat menggoda!

Gue nggak akan membahas banyak mengenai hal teknis tour Inter di Indonesia kali ini, karena itu sudah banyak diliput oleh media, dan rekan-rekan bisa membacanya di banyak tulisan itu. Pada catatan ini, gue hanya ingin berbagi pengalaman pribadi aja dan semua kegairahan yang gue rasakan. So, dengan atau tanpa Sneidjer, Cesar, atau Forlan yang berhalangan hadir di Jakarta, bagi gue Inter tetaplah Inter. Kedatangan hampir 80% pemain Inter ke Jakarta sungguh membanggakan buat gue.

FC Internazionale menang 3-0 atas Liga Selection Indonesia pada laga pertama hari itu. Tiga gol Inter dicetak Samuele Longo pada menit ke-34, Giampaolo Pazzini (53), dan Luca Tremolada (71).

Sepanjang pertandingan kegairahan juga menggelora di tribun. Semua penonton bernyanyi, berteriak dan memberikan applaus tanpa henti sepanjang pertandingan. Semua menyatu dalam semangat sama dan kegairahan yang sama. Kami semua menikmati pertandingan dengan gembira dan tanpa adanya perilaku yang merugikan. Semua yang dilakukan hanya memiliki satu alasan; menikmati mimpi yang jadi kenyataan hari ini…🙂

Hari kedua pertandingan.

Siang itu, pukul 01 siang gue sudah berada dalam perjalanan menuju senayan bersama Istri. Mengendarai motor, gue beranjak dari rumah di kawasan Cisauk Tangerang dengan semangat yang tetap sama seperti 2 hari lalu. Begitu juga dengan istri. Dia tampak bergairah menemani gue. Apalagi dalam beberapa hari terakhir dia begitu bersemangat saat melihat Javier Zanneti dan sang pelatih Andrea Stramaccioni… Ganteng banget katanya, hehehe

Tak apalah, karena dengan begitu, istri mulai menyukai Inter. Karena dahulu, dia nggak suka khusus pada Inter. Suka sepakbola juga karena kenal sama gue, hahaha…. jadi curcol nih! :) …  Siang yang panas itu menemani kami berdua yang mengenakan Jersey Inter dan membawa makanan dan minuman seadanya untuk bekal di perjalanan dan di dalam stadion nanti.

Sesampai di Senayan dan GBK, tidak lupa, kami berdua berfoto ria dan menikmati suasana menjelang pertandingan. Kadang kami bertemu dengan rekan-rekan Interisti dari Tangerang dan terjadilah temu kangen. Maklum cukup lama gue gue nggak terlibat di acara nobar dan kegiatan yang dilakukan ICI Moratti Regional Tangerang Raya karena kesibukan di pekerjaan. Namun saat bertemu, semua rasa kangen menjadi terobati. Sumpah!

Gue dan istri pun pun berkeliling di sekitar stadion untuk menikmati suasana dan kemeriahan program yang diadakan Inter di Jakarta. Termasuk mengunjungi Inter Village dengan membayar hanya 20.000 per orang. Di ‘perkampungan Inter’ ini, ada banyak kegiatan dan venue yang bisa dikunjungi. Seperti Inter Museum, Inter Store, tenant terbaik dari sponsor serta suguhan live music serta turnamen sepakbola mini. Dari Inter Store ini pula, gue akhirnya beli sebuah t-shirt cantik seharga 130 ribu, walau ukuran yang tersisa tinggal XXL. Tapi cukup lah, secara badan gue udah gemuk banget, hahaha….

Di sisi lain, gue dan istri merasa bahagia, bangga dan terharu. Karena seperti mengutip beberapa pernyataan pemain Inter yang menganggap main di Indonesia suasananya sungguh sama seperti main di Milan Italia, gue juga menemukan banyak kegairahan yang sama di sini, walau gue belum pernah ke Milan apalagi Italia. Someday, maybe…🙂

Melihat koleksi Inter, berfoto bersama, berkenalan dengan Interisti lain se-Indonesia, serta membeli barang-barang bagus menjadi banyak kegiatan yang gue lakukan siang itu di Inter Village. Rasa dahaga sangat terpuaskan hari itu. Gue bangga menjadi seorang Interisti, dan gue kagum dengan semangat yang juga ditunjukkan Inter saat merencanakan kunjungan khusus ke Indonesia selama 5 hari. Baru kali ini loh, Inter membawa serta 2 trophy bergengsi ke negara yang dikunjungi. Belum lagi semua pemain, kru, jajaran Direktur, hingga ke tukang masak serta komponen dan peralatan yang dibawa dari Italia sana, wah… makin biking bangga! Indonesia memang tidak dipandang sebelah mata. Karena menurut data yang bisa dipercaya, terdapat 15 juta Interisti di Indonesia, dan data kunjungan dari Indonesia ke halaman www.Inter.it adalah nomor 3 tertinggi di dunia. Ck… ck… ck…

Setelah puas menikmati Inter Village, gue dan istri pun melangkan menuju pintu masuk stadion dimana kita akan bergabung dengan puluhan ribu Interisti lain yang sudah hadir sejak pagi dan beberapa hari lalu di sini. Kemeriahan dan kegairahan makin terasa di dalam stadion. Sama seperti Kamis lalu, namun hari ini kemeriahan lebih terasa, karena kebetulan hari libur, dan banyak teman kantor gue yang hari Kamis tidak datang juga bisa hadir di Senayan hari ini.

Curva Nord pun makin meriah dengan teriakan dan yel-yel pemberi semangat. Bendera, Spanduk, dan Banner raksasa tentang Inter seakan tanpa henti menemani suasana yang penuh gairah. Lagu-lagu penyemangat untuk kedua tim yang bertanding juga membahana tanpa henti. Ditambah permainan apik di lapangan, menjadikan pertandingan hari ini menjadi kenangan yang gak akan gue lupakan! Superb, splendid, perfecto!

Pertandingan Inter dan Timnas U-23 hari itu berlangsung seru. Hasil akhir adalah kemenangan Inter 4-2. Gol Inter tercipta lewat Coutinho pada menit kelima dan 42. Sedangkan dua gol lainnya diciptakan Giampaolo Pazzini menit ke-60 dan 73. Sementara dua gol Indonesia dicetak Patrich Wanggai menit ke-11 dan Yosua Pahabol (90).

Di akhir pertandingan, semua pemain Inter melakukan standing applaus dan menghampiri kami di tribun. Mereka tampak juga bahagia dengan sambutan yang kami lakukan. Mereka juga tampak puas dan bahagia dengan kemeriahan yang ada malam itu. Secara khusus mereke memberikan apresiasi kepada penonton terutama yang berada di Curva Nord karena sungguh membuat suasana pertandingan menjadi hidup, dan bisa menjadi kenangan manis juga buat pemain Inter dan semua keluarga besar FC Internazionale…

Gue dan istri pun juga bahagia. Suara habis karena bernyanyi dan berteriak, nggak jadi masalah. Kami berdua sungguh menikmati suasana pertandingan hari itu. Dan kesempatan ini menjadi sebuah tolak ukur mengenai seberapa besar kekaguman kita pada sebuah tim sepakbola seperti Inter bisa diwujudkan dengan banyak hal yang positif dan sungguh menginspirasi.

Dahaga kami terpenuhi. Kepuasan tersalurkan. Dan keharuan pun akhirnya tertuang. Semua karena kita memiliki satu semangat yang sama, dan pada akhirnya semnagat yang sama itu dituangakn dalam kenyataan dari sebuah mimpi yang tersaji nyata di depan mata. Ya di Senayan ini!

Puji Tuhan! Forza Inter dan semua keluarga besar Interisti di Indonesia!

(Jangan berhenti di sini, masih ada satu catatan gue yang menuangkan banyak gambar menarik yang gue ambil bersama istri di Senayan. Ditunggu setelah catatan ini ya!)