Hidup gue ya berarti apa yang gue punya. Baik, jelek, lucu, sedih, bangga, galau sampe nyungsep, ya semua milik gue. Itu semua kadang banyak yang bilang soal pilihan. Tapi nggak jarang, itu semua memang harus gue hadapin buat bikin hidup makin berwarna. Gue nggak mau nulis soal hal klise, tapi gue mau jujur aja memahami hidup, terutama hidup yang gue jalanin.

Gue pernah merasakan banyak berkat Tuhan. Dari memiliki keluarga yang harmonis, karier yang lumayan, punya banyak teman yang saling dukung, materi yang sedang saja tapi sangat mencukupi buat gue, kehidupan keluarga baru bareng istri, dan banyak kesempatan buat berkarya lewat banyak media. Ada banyak lagi berkat yang gue rasakan, tapi nggak bakalan bisa cukup halaman ini buat mencantumkan semua  list-nya.

Gue juga pernah mengalami banyak ujian. Dari sakit gue yang cukup parah, peristiwa kecelakaan yang pernah gue alamin, kerugian materi yang walau nggak banyak tapi berasa, konflik yang terjadi dengan individu lain, sampe kesulitan saat meniti karier. Ada banyak lagi, dan gue juga yakin halaman ini juga nggak akan cukup memuatnya satu demi satu.

Gue emang punya bakat dan kelebihan. Dari sisi melankolis, kerendahan hati, selalu bersyukur, sikap sabar, kemurahan hati, dan kesetiaan. Ada banyak keberhasilan dan kesuksesan yang pernah gue alami walau bagi banyak orang mungkin nggak seberapa.

Berlawan dengan itu, gue juga tipe pribadi yang sering panik, kurang kontrol dan jaga kesehatan, bekerja terlalu keras, gampang emosi, dan kadang bersikap masa bodo kalo gue ngeliat gelagat yang nggak asik. Gue juga sering merasakan banyak kerugian dan kesedihann yang kalo mau dikumpulin juga nggak kalah banyaknya sama kebahagiaan yang gue rasakan.

Gue memang merasakan banyak perkembangan dari pribadi gue. Secara umur makin bertambah, tentu kedewasaan juga makin bertambah. Tapi gue nggak pernah berpikir sedikitpun untuk jadi sempurna. Berubah lebih baik ok, tapi kalo pingin yang ideal banget ya enggak lah. Gue mau hidup gue mengalir apa adanya. Nggak dibuat-dibuat, direkayasa, tapi juga nggak gue jalanin asal-asalan.

Karena itu, gue masih memupuk rasa syukur tiap hari. Walau kantong cekak, gue bersyukur. Walau ada yang sebel sama sikap gue, gue bersyukur. Kalo gaji naik gue bersyukur. Kalo gue capek lambur gue bersyukur. Kalo gue bisa makan pecel ayam sama istri di tengah hujan lebat, gue juka akan selalu bersyukur.

Gue akan selalu bersyukur dengan kondisi apa adanya gue. Dan gue nggak peduli apa kata orang. Selama hidup bisa gue jalani penuh dengan rasa syukur dan jujur, gue akan selalu setiap sama hidup yang gue jalani. Gue bukan anti perubahan, apalagi nggak mau terima masukan. Tapi gue nggak mau aja terseret oleh perubahan yang mungkin kadang malah bikin hidup makin nggak bisa gue nikmatin.

Gua nggak malu sama hidup gue dan keadaan gue. Kalo banyak orang yang penasaran sama gue, tinggal aja main ke rumah, ngobrol di taman samping rumah sambil menikmati kopi hangat dan ngobrol sepuasnya sama gue. Gue jamin nggak ada satupun yang gue tutup-tutupin soal kelebihan dan kekurangan gue. Dan gue harap sih semua orang yang kenal dan ngobrol sama gue juga begitu. Mereka bisa jadi pribadi yang apa adanya. Sama-sama menikmati hidup dengan penuh rasa syukur dan sama-sama menikmati hidup dengan asik.

So, ini hidup gue, gimana dengan Anda? hehehe Nikmatin hidup apa adanya yuuukk…..