Gue selalu mencari ide dan inspirasi. Karena gue berkecimpung di dunia desain dan advertising, maka satu syarat utama adalah untuk berkreasi dengan hal-hal baru. Melahirkan ide, mengksplorasinya, melakukan reset dan survey, serta membuat beberapa pilihan eksekusi desain menjadi sebuah keharusan.

Ide memang nggak muncul dengan sendirinya. Apalagi ide yang masuk kategori ‘out of the box’. Ide visual yang dilahirkan harus memiliki muatan pesan yang komunikatif dan efektif dalam meraih tujuan komunikasi yang baik. Apalagi jika berhubungan dengan dunia komersial, maka efektivitas pesan menjadi syarat mutlak.

Saat ini gue masih bekerja di dept. Marketing Communication di sebuah perusahaan swasta di Jakarta. Gue juga memiliki kegiatan usaha freelance di bidang desain dan komunikasi pemasaran. Idealisme dan konsistensi berkarya akhirnya menjadi sebuah kewajiban, dan semua itu harus dilakukan dengan hati yang senang.

Yang mau gue bahas di sini bukan mengenai masalah teknis apa aja yang gue lakukan dalam proses menangani pekerjaan baik pekerjaan kantor ataupun pekerjaan lepas. Tapi yang mau gue sharing di sini adalah, bagaimana sih kita bisa melahirkan ide bagus yang diawali dengan riset dan referensi yang cukup baik (setidaknya menurut gue).

Kalo bicara teknis komunikasi pemasaran, kita mengenal istilah pemetaan baik dari segi konsumen maupun produk yang akan dipasarkan. Dari sisi konsumen, kita harus memahami, buat siapa aja produk ini dipasarkan. Dari segi demografi, psikografi, semua harus dipetakan dengan baik. Misalkan aja kita ambil contoh soal teh botol sosro. Dari segi target pasar, mungkin dengan hasil riset di lapangan kita menemukan bahwa konsumen teh botol sosro adalah sebagai berikut: pria, wanita, umur 15-35 tahun, kelas ekonomi menengah, masyarakat yang dinamis, aktif, praktis, berpendidikan cukup baik, dan berpikiran modern.

Itu dari segi konsumen. Dengan mengenali siapa saja yang menjadi konsumen dari teh botol, kita juga harus memiliki analisa mengenai teh botol itu sendiri. Teori lama dan masih relevan digunakan adalah SWOT. (Strenght, Weakness, Opportunity, Threat). Diartikan sebagai Keunggulan, Kelemahan, Kesempatan, dan Ancaman. Dari segi Kekuatan, teh botol memiliki harga yang cukup terjangkau, mudah didapatkan, dan rasa yang cocok dengan lidah masyarakat Indonesia. Dari segi kelemahan, adalah rasa yang kadang tidak enak jika disimpan dalam waktu lama, kemasan botol yang agak kurang praktis, dan asumsi kesehatan untuk minuman dengan bahan pengawet. Untuk Opportunity, banyak kegiatan yang membutuhkan konsumsi yang praktis, tradisi minum teh yang sudah sangat mengakar, serta tidak banyak produk sejenis dengan rasa yang sama nikmatnya. Sedangkan untuk Ancaman, tentu datang dari produk pesaing, baik langsung maupun tidak langsung. Pesaing tidalk langsung adalah semua jenis minuman praktis yang tersedia di pasaran. Baik sari buah, susu, hingga kopi dan air mineral. Pesaing langsung tentu minuman berbahan teh baik dalam kemasan botol atau kotak. Persaingan ini bukan hanya soal harga dan ketersediaan barang di pasar, melainkan juga menyangkut faktor utama yaitu soal rasa.

Setelah selesai dengan proses analisa, maka proses selanjutnya adalah memilih desain dan media promosi yang tepat. Dan hal ini juga akan sangat bergantung dari target pemasaran yang ingin dicapai dan budget yang tersedia. Memantapkan posisi sebagai market leader, pengenalan produk baru, promosi rutin tiap tahun, semua bisa dilakukan dengan banyak lini pemasaran. Baik itu media lini atas maupun bawah. Dari iklan hingga ke promosi hadiah langsung di setiap pembelian produk.

Jika sudah sampai proses ini, maka upaya riset kembali akan dilakukan. Survey lapangan, dan penggalian data di masyarakat menjadi hal yang penting. Kapan mereka biasa menikmati teh botol, dengan siapa merke biasa menikmati, membeli dimana, dan banyak pertanyaan lain perlu untuk dijabarkan lewat sebuah upaya penelitian di lapangan. Jika semua lengkap, maka pemilihan media dan konsep iklan yang tepat menjadi kunci akhir yang bisa membuat sebuah produk muncul dengan baik ke masyarakat lewat sebuah pesan komunikasi yang mengena dan efektif.

Semua proses memang kelihatan tidak sederhana. Namun semua itu menjadi proses yang jika dijalankan dengan tahapan yang baik dan sempurna, maka dalam waktu yang tidak lama produk akan memiliki tingkat penetrasi di masyarakat yang luar biasa. Hasilnya, tingkat awareness masyarakat juga akan meningkat yang pada akhirnya berujung pada peningkatan penjualan. Biaya yang tidak sedikit dikeluarkan dalam pengembangan produk dan promosi pun akan terbayar lunas bahkan berlipat ganda karena nilai penjualan yang meningkat tinggi.

So, walau hanya sebagai freelancer, bukan berarti kita nggak perlu paham soal teori komunikasi pemasaran bukan? Dan bukan nggak mungkin kita bisa mengkomunikasikan pesan pemasaran yang baik layaknya sebuah agensi periklanan besar bukan? So, tetap bersemangat untuk selalu menggali ide kreatif. Karena sebuah jawaban kadang hadir setelah melalui sebuah proses panjang. Namun ketika upaya komunikasi sungguh menemui sasaran dan hasilnya sungguh terlihat nyata, kepuasan dan kebahagiaan juga pastinya melingkupi kita.

Good creativity always comes from good attitude…