Malam itu seperti biasa, gue naik KRL dari stasiun Palmerah menuju Serpong. Kebetulan gue kebagian jadwal KRL seharga 6.000 perak. Memang harga tiket cukup terjangkau, apalagi dengan fasilitas kereta yang full AC, nyaman, cepat dan tepat waktu. Gue pun beranjak naik ke gerbong, nggak lama ssetelah KRL datang. Sepintas, suasana terpapar seperti biasa. Penuh tapi nyaman, nggak ada yang jualan, dan hawa dingin terasa saat berada di dalam gerbong yang ber-AC. Gue pun mulai membaca koran yang gue beli tadi pagi, sambil sesekali baca BBM dari istri gue.

Gak lama, gue mulai sadar, kalo cukup banyak penumpang (khususnya wanita) yang mengenakan masker di dalam kereta. Mungkin di tiap gerbong ada sekitar 10 orang yang pakai masker. Hati kecil gue mulai usil. Sebenarnya apa niat mereka mengenakan masker di dalam gerbong yang sebenarnya cukup nyaman ini? Perasaan nggak ada aroma yang nggak sedap, nggak ada asap rokok, dan nggak ada barang-barang bawaan penumpangg lain yang menimbulkan bau nggak sedap.

Gue jadi ngerasa geli sendiri. Lalu gue mulai menganalisa walau ngawur. Mungkin saja para penumpang yang mengenakan masker memang sedang sakit dan berhati mulia karena nggak pingin orang lain di gerbong yang sama ikut tertular penyakitnya. Bisa aja kan kalo mereka mengidap flu berat, TBC atau apalah… Tapi masak yang sakit dan memerlukan masker mencapai hampir 10% dari seluruh jumlah penumpang?

__________________________________________________

Atau, mereka sebenarnya pingin gaya aja dengan bermodalkan masker yang harganya sekitar seribu perak sampai 5000 perak. Kesannya biar kayak di luar negeri gitu deh,,, semisal di korea atau Jepang yang jadi contoh. Hahahaha, kalo ini alasanya sih, makin ngawur aja. Mau gaya-gayaan, tapi modalnya cuma goceng. Yah, yang penting mereka ingin dilihat sebagai pribadi yang mengedepankan kebersihan, kesehatan, tapi tetap menguatamakan gaya. Pake masker bisa juga kelihatan modis loh… soale sekarang udah banyak masker dengan motif yang lucu dan unik, yang kalo dipake bikin PD aja…. hohoho…. Salah kaprah kalo begini sih… hahaiii….

Dan yang paling parah, mereka menggunakan transportasi umum tapi nggak pingin merasa kalo di tempat umum. Mereka bebas buat tampil kayak gimana aja, soale merasa punya ‘ruang’ sendiri di tempat umum. Kadang selain maskeran, mereka asik buka2 ipad, denger walkman, sambil baca baca majalah Elle atau buku-buku yang harganya kalo dilihat di toko buku sih lumayan mahal.

Bukannya ngiri apalagi nggak nyaman sama mereka yang ‘penuh gaya’, tapi suka sebel dan pingin marah aja kalo mereka suka melakukan banyak hal kesenangan yang kadang nggak pada tempatnya. Bukan berarti mereka nggak mengganggu orang lain loh… Dengan masker, berarti mereka menutup kemungkinan untuk ngobrol dengan sesama penumpang lain bukan? Lalu apa penumpang sebelah yang diajak ngobrol nggak malah ngerasa aneh kalo saat ngobrol masker nggak dilepas?  Emang mulut kita bau apa? ck ck ck…

Pernah suatu kali gue iseng menegur dengan halus kepada seseorang gadis kantoran yang mengenakan masker. Gue bilang begini, “mbak, makasih ya…” “Emang kenapa mas?” tanyanya sambil tetap mengenakan masker. Sambil tersenyum simpul lalu gue berujar lembut, “yah aku ngucapin makasih buat mbak, soale mbak begitu baik…” “Kenapa?” “Soalnya mbak peduli sama kita semua. Mbak nggak rela kalo kita semua di gerbong ini tertular sama penyakit pernafasan yang mbak derita…” ujar gue sambil tersenyum tulus… Gak lama kemudian, gue kembali berujar, ” tetap semangat berbuat baik ya, mbak…” sambil gue melangkah menuju pintu kereta karena sudah sampai stasiun tujuan gue sambil tetap tersenyum ke arahnya, meninggalkan dia yang cuma bisa diam membisu, hehehehe

Yah, kadang gue memang berlebihan dan kadang sikap gue agak nakal, tapi biarlah kejujuran gue bisa membuka mata hati mereka untuk lebih bersikap biasa aja kalo di tempat umum. Walau bagi sebagian orang berpendapat, itu kan hak gue mau pake masker kek, mau pake helm kek… Ya berarti gue tetep setuju aja. Berarti gue mau ngomong apa juga terserah gue dong…. hehehehe

Have a nice trip. Tetap semangat yo….