Gue memahami bahwa mimpi adalah sebuah bunga tidur. Mimpi hanya hadir saat kita terlelap. Mimpi tidak akan menjadi kenyataan. Mimpi dibatasi oleh ruang yang tidak akan pernah bisa didefinisikan. Mimpi pun kadang hadir sekelebat, dan ketika bangun di pagi hari, kisah dalam mimpi seakan hilang. Memang seringkali masih teringat akan mimpi, namun waktunya tidak akan lama. Mimpi tinggalah mimpi, dan hidup akan kembali berlanjut pada alam kesadaran yang nyata.

Mimpi hadir karena banyak hal. Mimpi terjadi karena ada banyak pikiran yang hadir dan merasuk ke dalam hati. Mimpi kadang hadir karena kebiasaan yang selalu terulang saat melakukan kegiatan yang kita sukai. Mimpi bisa juga hasil dari obsesi akan segala sesuatu, dan mimpi juga bisa menjadi bentuk sukacita yang hadir dan memberikan kebahagiaan walau hadir sesaat saat kita tidur saja.

Bicara soal mimpi, pasti berhubungan dengan hasrat diri. Bicara mimpi, berari berbicara keinginan terdalam yang terlalu sulit untuk diwujudkan. Bicara mimpi berarti bicara mengenai harapan. Dan bicara mimpi berarti bicara mengenai keinginan terdalam. Mimpi yang semula menjadi bunga tidur menjadi sebuah keinginan nyata yang selalu coba diwujudkan, walau entah kapan waktunya.

______________________________________________

Sebagai pecinta sepakbola, gue pribadi pasti juga punya mimpi yang berawal dari rasa cinta. Rasa cinta pada sepakbola itu sendiri, pada klub kesayangan, hingga ke banyak hal yang berhubungan dengan kegiatan olahraga sepakbola. Sebagai pribadi, kadang tidak ada keinginan yang mendesak untuk mewujudkan mimpi. Semua berjalan biasa saja. Selama hidup dengan mimpi bisa memberikan kebahagiaan, tentu hal ini bisa menjadi pilihan yang cukup realistis. Tapi bagaimana jika mimpi yang datang menghadiri kita dan sungguh hadir dalam hidup kita dan sungguh-sungguh jadi kenyataan?

Sejak tahun 1998 gue mulai menyukai tim sepakbola secara khusus. Dan pilihan gue jatuh kepada Internazionale Milano, sebuah klub besar dari kota Milan, sebuah kota mode di daerah Italia Utara. Mulai dari mulai terbiasa menikmati pertandingan Inter di TV, membaca apapun tentang Inter, hingga menumbuhkan kebiasaan mengumpulkan barang-barang yang berbau Inter, dan pada akhirnya berujung pada bergabungnya gue di sebuah klub suporter resmi Internazionale di Indonesia. Hampir 4 tahun lalu gue mulai bergabung di Inter Club Indonesia (ICI) Regional Tangerang Raya. Mulai dari nonton bareng pertandingan Inter, berkarya bareng hingga ke hal-hal sederhana seperti makan bareng. Memang nggak semua kegiatan gue bisa ikut, tapi setidaknya gue merasakan kebersamaan dalam semangat cinta yang sama.

Hingga pada suatu pagi sebelum berangkat ke kantor, gue membaca sebuah media olahraga. Saat itu juga gue terhenyak. Di salah satu halaman diberitakan bahwa Inter akan berkunjung ke Indonesia. Sesaat gue masih nggak percaya. Tapi nggak lama, gue pun bahagia, kaget dan jadi ‘menggila’. Gua nggak nyangka kalo impian gue selama ini untuk minimal bisa melihat Inter bermain di lapangan secara langsung akan jadi kenyataan. Gue memang nggak mampu beli tiket paling mahal. Gue hanya bisa beli tiket sesuai kemampuan gue. Tapi, itu nggak jadi soal. Yang terpenting, gue akan hadir saat Inter bermain di stadion utama Gelora Bung Karno pada bulan Mei nanti.

Well, ini memang jadi kabar yang membahagiakan. Seperti yang pernah dirasakan banyak supporter klub lain yang pernah merasakan nonton langsung pertandingan di Jakarta. Antusiasme akan mulai hadir beberapa bulan sebelumnya. Media massa juga gencar memberitakan hal ini. Dari media TV, internet, surat kabar, radio hingga ke banyak media lain. Kegairahan semakin memuncak, ketika menyadari bahwa Indonesia sebagai sebuah negara di Asia yang secara tradisi sepakbola tidak cukup mumpuni di dunia, tapi menjadi destinasi banyak klub dari Eropa dan Amerika Latin yang memiliki tradisi sepakbola yang mengakar.

Partai eksibisi maupun partai resmi dari klub Eropa dan Amerika Latin di Indonesia memang bisa menjadi bukan sekedar pertandingan biasa. Selain disuguhkan tontonan permainan yang berkualitas, banyak pula sisi lain yang ikut meramaikan suasana. Baik dari liputan media, kegairahan praktisi sepakbola hingga ke semua pecinta sepakbola di Indonesia.

Sepakbola memang telah menjadi bahasa universal, dan bisa mempersatukan pribadi dari berbagai bangsa dengan bahasa, agama dan budaya yang beragam. Walau masih banyak kerusuhan dan tindakan yang merugikan yang dilakukan suporter sepakbola saat berlangsungnya pertandingan, namun banyak hal besar positif yang akan sanggup menutupi sisi kelam dari sedikit kejadian yang tidak menyenangkan yang terjadi dan berhunungan dengan sepakbola.

Terbentuknya klub penggemar sepakbola, nilai-nilai sportifitas yang selalu tertanam, hingga ke muatan bisnis yang menguntungkan lewat sepakbola, menjadi sedikit dari banyak hal positif yang hadir lewat sepakbola.

Selama kita mampu menjadi pemain, penggemar, hingga ke pengurus sepakbola yang dewasa, maka sebuah permainan yang dimainkan 22 orang di lapangan ini akan selalu memberi warna buat hidup kita semua. Dan selama itu pula, sepakbola akan tetap dicinta sebagian besar penduduk dunia yang akan tetap menjadikannya sebagai cabang olahraga dengan penikmat terbesar di dunia.

Mari nikmati Sepakbola dengan semangat yang tetap sama. Sportif, total, penuh kedamaian dan penuh cinta! Biarkan hidup terus berwarna dengan sepakbola…