Di sebuah sudut rumah makan di bilangan Jakarta Selatan, gue saat itu sedang duduk menghadap ke arah jalan raya Pondok Indah. Hari itu, gue merencanakan untuk bertemu dengan seseorang yang mewakili departemen pemasaran sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa pelayanan teknologi komunikasi.

Gue hadir sendiri dengan membawa persiapan yang cukup. Karena pertemuan hari itu bertajuk diskusi usaha untuk menemukan sebuah bentuk kerjasama bisnis. Gue hadir membawa nama perusahaan kreatif pribadi yang kebetulan bergerak di dunia desain dan komunikasi pemasaran. Belum besar dan mendunia memang, tapi usaha ini sudah gue jalani cukup lama dan telah menangani project dari beragam perusahaan dengan bisnis yang juga bermacam-macam.

Gue sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Sebuah memo kecil, sebuah laptop yang membawa porfolio dalam bentuk digital, serta beberapa portfolio dalam bentuk hasil cetakan desain dan dokumentasi event yang pernah gue tangani dan semua itu gue susun dalam sebuah folder besar yang cantik. Tidak lupa gue juga membawa company profile dari usaha gue, beserta copy CD profile dan portfolio yang bisa dibawa oleh calon klien gue.

__________________________________________________

Walau sudah sering menangani klien, dan beberapa diantaranya masuk kategori perusahaan besar bahkan multinasional, tapi tetap aja, kadang suka agak was-was alias grogi juga. Tapi persaan itu kadang hilang atau gue buang jauh-jauh, karena gue membawa perlengkapan yang cukup seperti yang gue sebutkan di atas, yang gue harap bisa mewakili gambaran tentang gue dan usaha yang gue tekuni dengan jelas, dan bisa menghasilkan sebuah kerjasama bisnis yang menguntungkan.

Itu yang pertama. Yang selanjutnya, selain modal mengenai siapa gue dan apa yang pernah gue hasilkan, adalah mengenai bagaimana gue bisa melakukan sebuah komunikasi bisnis yang baik. Bukan hanya untuk selalu berpegang pada hal teknis, tapi bagaimana gue bisa berkomunikasi sebagai seorang sahabat itu yang jauh lebih penting. Gue harus bisa membawa komunikasi menjadi sebuah bentuk perhatian akan setiap kebutuhan klien. Gue akan setia mengengarkan penjelasan dari calon klien gue, sambil berinteraksi langsung lewat pengungkapan ide, gagasan dan gambaran dari bisnis secara khusus ataupun umum. Sebuah komunikasi yang diawali dengan baik, niscaya akan berujung ke banyak hal positif yang pada akhirnya akan membentuk sebuah kepercayaan dari klien kepada gue untuk menangani kebutuhan komunikasi pemasaran yang dibutuhkan.

Gue nggak mau bilang kalo gue seorang yang mumpuni dan jago banget. Gue hanya ingin menunjukan kalo gue cukup banyak tahu, dan cukup terbiasa menangani project seperti yang dibutuhkan klien. Gue akan selalu bersikap terbuka pada setiap gambaran, saran, dan banyak ide dari klien. Baru setelah itu, proses brainstorming dengan klien pun menjadi sebuah modal buat gue untuk mulai bekerja dan memaksimalkan potensi yang gue punya untuk membantu klien memecahkan masalah komunikasi pemasaran yang ada.

Jika kita sudah mempersiapkan materi persentasi dengan baik, dan proses persentasi juga berjalan lancar, peluang untuk gue bisa menangani klien tersebut tetap fifty-fifty. Faktor ketersediaan budget, faktor kebutuhan yang ternyata tidak bisa gue penuhi, atapun masalah kebijakan perusahaan tetap tidak bisa dipungkiri. Yang terpenting adalah gue berusaha berkomunikasi dengan cara yang paling baik, dan gue bisa menawarkan solusi yang paling tepat untuk kebutuhan calon klien.

Jadi dalam mempersiapkan sebuah pertemuan bisnis, tidak ada alasan untuk takut, khawatir ataupun was-was. Dengan persiapan yang matang, semoga pertemuan bisa berjalan dengan baik. Sikap keterbukaan, dan niat bekerjasama yang positif juga menjadi dasar utama. Ketika klien memiliki kebutuhan, maka kita akan coba menawarkan solusi berdasarkan diskusi yang terjadi di awal. Jika semua proses sudah dijalankan dengan baik, namun tidak juga menemukan kesepakatan, gue nggak perlu berkecil hati. Karena secara pribadi gue sudah memberikan yang terbaik dari soal ide, gagasan dan solusi.

Semua tahapan atau proses seperti yang gue paparkan di atas, bisa saja terjadi di semua jenis kegiatan dan jenis usaha. Intinya tetap sama; bagaimana komunikas dan kerjasama bisnis bisa terjalin sempurna; karena masing-masing pihak merasakan kebutuhan yang sama, dan kedua belah pihak bisa saling melangkapi untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Semaga pikiran positif dan niat untuk selalu bekerja keras dan berbuat yang terbaik selalu ada dan sungguh mengalir di dalam darah dan jiwa kita. (ciieee, patriotik amat ya… hehehe)

Good luck, guys… Keep movin, keep positive, and do the best on every single step you take. Best result comes from good attitude.