Gue menjalani kehidupan dengan bahagia. Memang banyak hal yang kadang kurang, kadang butuh tantangan, dan kadang mengecewakan. Keletihan dan kesedihan kadang juga menjadi warna dalam hidup gue.

Tapi di balik itu semua gue tetap bersyukur. Karena usia pernikahan gue yang baru berjalan 4 bulan bisa gue lalui dengan baik dan penuh cinta. Walau tetap membutuhkan proses adaptasi pada kehidupan baru, tapi rasa syukur berusaha kita hadirkan setiap saat.

Kita berdua selalu berjalan bersama. Walau tempat kita beraktifitas berbeda, tapi kesatuan hati menyatukan setiap waktu yang kita lalui. Dari saat bangun tidur hingga saat berangkat tidur, kebersamaan di hati selalu berusaha diciptakan. Saat mulai sarapan bersama sambil menikmati acara TV pagi, obrolan akrab dan hangat dimulai. Semua hadir dengan kesederhanaan dan saling melengkapi. Kita berdua lalu berdoa pagi bersama untuk bersyukur atas hari ini dan untuk mohon berkat untuk banyak kegiatan yang akan dilalui. Hingga saat gue mengeluarkan motor untuk berangkat kerja, istri selalu setia mengantar hingga ke pintu depan halaman.

Saat di kantor pun begitu. Komunikasi tetap terjaga. SMS, telpon, hingga BBM, selalu hadir menyapa dari tempat yang dipisahkan jarak puluhan kilometer lebih. Pesan pemberi semangat, mengingatkan untuk bekerja dengan baik, motivasi untuk menemani istri yang mengerjakan pekerjaan rumah, semua menyatu dalam sebuah rangkaian peristiwa yang walau berjalan rutih setiap hari namun dibuat begitu istimewa. Sehingga baik gue dan istri selalu merasakan semangat yang sama dalam beraktifitas, apapun itu.

Kala ada masalah pun, gue dan istri selalu menyempatkan untuk sharing walau dengan waktu yang sebentar. Penghiburan, ajakan untuk sabar, kekuatan untuk mencari solusi yang terbaik kadang hadir lewat sebuah bentuk komunikasi yang sederhana dan tidak makan waktu yang cukup lama. Yang pasti, hati selalu hangat ketika ada banyak hal yang mungkin tidak sesuai keinginan dan kadang sering membuat emosi sedikit kurang stabil. Dari soal deadline kerjaan yang menghimpit, kisah istri yang kesulitan menemukan belanjaan yang berkualitas di tukang sayur, sampai ke soal relasi dengan banyak pribadi di kantor dan di rumah, selalu menjadi tema yang menjadi kekuatan pada akhirnya…

Begitupun saat sore dan malam menjelang. Istri di rumah selalu mempersiapkan makan malam yang terbaik semenjak siang hari. Dan sebuah sms atau pesan BBM yang bertutur, ” Mas, malam ini aku sudah menyiapkan sayur kacang panjang plus sosis, tahu goreng dan telur dadar serta jus melon. Hati-hati di jalan ya. Nanti malam kita akan maem bareng ok…. Miss you, hunn….” Jadi makin bersemangat untuk segera sampe rumah gak sih loe?🙂

Perjalanan pulang dari kantor yang melelahkan karena macet dan banyak kenatan di jalan pun seakan terbayar lunas ketika istri menyambut di depan dan membukakan pintu pagar dengan senyum hangat. Herannya, istri selalu hapal suara motor gue loh… hehehe Gue lalu melepas penat sejenak sambil menikmati segelas kopi susu hangat yang juga sudah disiapkan istri. Hmmm, kelelahan benar-benar hilang saat ditemani segelas minuman hangat dan obrolan santai di sofa. Walau belum makan, tapi rasa lapar seakan cair juga…

Setelah gue mencuci wajah, kaki dan tangan. Istri pun menyiapkan hidangan di meja dapur untuk makan malam. Kami pun makan malam kembali ditamani obrolan santai dan menikmati tayangan TV. Sambil lahap makan, gue pun secara jujur memuji masakan istri yang super enak dan selalu membangkitkan selera. Selain karena sajian makan yang lezat, susana obrolan yang mengalir hangat pun makin membuat susana makin mak nyuss…🙂

Setelah mandi dan berkumpul bersama tetangga komplek, gue pun bersiap menuju kamar untuk beristirahat. Setelah ngobrol santai di atas kasur,  kami pun berdoa bersama sebelum tidur. Kami berdua bersyukur buat hari ini yang begitu luar biasa. Walau melelahkan, kadang emosi hadir, namun kita berdua bisa melewati hari ini berkat upaya jujur dan pendampingan yang setia dari Tuhan…

Keseharian menjadi hal-hal yang luar biasa ketika kita menjalani semua dengan penuh semangat dan rasa syukur. Ketika ada kebahagiaan maupun kegagalan, tidak ada alasan untuk tidak menyukuri nikmat Tuhan. Terlebih lagi adalah upaya kebersamaan yang selalu dihadirkan lewat banyak cara maupun situasi. Memang kadang aku dan istri juga banyak kekurangan. Namun kekuatan memaafkan dan niat besar untuk selalu hidup dalam damai menjadi kunci utama. Jadi sangat tepat jika ada ungkapan, “bukan makan dengan apa, tapi makan dengan siapa…”

Puji Tuhan dan terima kasih istriku…