KRL ekonomi jurusan Jakarta-Depok-Bogor

Tiap hari gue menggunakan KRL atau komuter Line sebagai alat transportasi menuju kantor. KRL Jabodetabek melayani penumpang dari dan ke Jakarta, Tangerang, Serpong, Bekasi, Depok dan Bogor. Semua terbagi dalam 4 jalur utama. Jakarta-Tangerang, Jakarta-Serpong, Jakarta-Bekasi, dan Jakarta Bogor/Depok atau sebaliknya. Untuk jadwal lengkapnya silahkan lihat di Situs remi PT Kereta Api Indonesia.

Setiap hari gue berangkat dari stasiun Serpong menuju Tanah Abang dan turun di st.Palmerah, begitu juga pulangnya. Kalo dari Karawaci rumah orang tua, gue naik KRL dari st. Tangerang menuju Tanah Abang begitu sebaliknya. Gue mulai menggunakan KL semenjak 3 tahun lalu. Kenapa gue memilih transportasi menggunakan KRL? Banyak alasan. Diantaranya karena cepat, nggak macet, murah, nyaman dan aman. Tapi soal banyak alasan tadi juga tergantung dari kita. Bagaimana kita bisa memanfaatkan media transportasi KRL dengan baik, agar kita pun bisa merasa perjalanan menuju tujuan menjadi menyenangkan.

Di sini, gue punya beberapa tips penting kalau kita memutuskan menggunakan KRL saat berpergian menuju ke Jakarta, Depok, Tangerang, Serpong, Bekasi dan Bogor. Tips ini murni dari pengalaman gue, dan bukan yang tercantum di buku ataupun catatan resmi perkeretaapian. Ini murni sharing pengalaman pribadi aja. So, check this out:

  1. Mesti punya jadwal KRL. Memang di stasiun ada di papan pengumuman. Tapi tersedia juga jadwal dalam format A4. Kalau dapet yang asli, ok. Tapi kalau mau fotokopi juga boleh. Simpan jadwal di tas, dompet, atau di tempat yang memang biasa selalu dibawa dan mudah dilihat sehari-hari dalam melakukan perjalanan.
  2. Pastikan spare waktu untuk perjalanan menuju stasiun. Jika kita mau naik KRL yang berangkat jam 6.45 pagi, ya berangkatlah dari rumah20-25 menit sebelumnya. Ini biar kita nggak keburu-buru dan bisa nyantai saat parkir, menunggu angkot menuju stasiun, hingga saat mengantri tiket.
  3. Pilih jam keberangkatan yang paling pas. Dalam artian, kita bisa sampai tepat waktu menuju tempat tujuan (nggak telat) dan KRL yang kita naikin juga nggak pas jadwal yang padat. Ada banyak pilihan jadwal kok. So, tentukan jadwal yang terbaik.
  4. Jika Anda membawa tas atau bawaan barang, pastikan aman selalu. Jika Anda membawa tas punggung, selalu bawa tas di bagian depan Anda, dan jika bawa tas/barang yang dijinjing pastikan juga mengawasi barang Anda dengan baik, dan jangan sampai ketinggalan. Walau menggunakan kereta AC dan bukan KRL ekonomi, tetap jaga barang bawaan Anda.
  5. Nggak perlu lah, dandan atau gaya yang berlebihan. Cukup lah bawa tas dan jam tangan serta alat komunikasi seperti HP, Blackberry, atau alat seperti Ipod untuk mendengarkan musik. Tapi sekali lagi mesti hati-hati membawa dan menggunakannya. Kalo lagi penuh, atau berdiri dengan posisi sempit, ya jangan maksain buat update status facebook lah…Harus tetep lihat kondisi. Jangan sampai udah sempit kita main HP dan bikin orang sekitar jadi terganggu karena kondisi di dalam gerbong sudah penuh dan bergerak aja susah. Lalu kalo bisa nggak perlu lah, pake aksesoris atau perhiasan yang berlebihan. Kita bukan mau clubbing atau pergi ke tempat-tempat yang penuh gaya. Jangan sampai perhiasan yang mencolok kita kenakan malah mengundang kejahatan dan niat jelek orang lain. Mudah2an nggak ya…
  6. Sebisa mungkin kalau nggak dapet tempat duduk, ya berdiri dengan sopan. Nggak perlu duduk nyempil atau pun maksa ikut duduk walau kursi udah agak penuh. Misalkan satu baris kursi bisa muat 8 orang. Tapi kadang ada yang maksa ikut duduk. Jadinya satu kursi panjang memuat 9-10 orang. Memang muat walau sempit. Tapi kita harus bisa toleran juga. Kasihan kan penumpang sebaris tempat duduk. Mereka pasti merasa lebih sempit dan nggak nyaman, hanya gara-gara kita pingin ngerasain tempat duduk.
  7. Hindari juga duduk di lantai gerbong menggunakan koran, kardus, atau menggunakan kursi lipat. Ini namanya egois, kalo kondisi nggak memungkinkan. Penumpang lain berdiri berdesakan, kita malah asik duduk di lantai dan kadang nggak peduli kalo kita makan tempat. Kasihan dong sama penumpang lain yang kebetulan bawa barang ataupun ibu-ibu yang fisiknya emang nggak sekuat kita. Apalagi kalo ada yang menggendong bayi atau anak kecil. Cobalah mengerti sedikit. Kalo kita pas duduk, ya cobalah menawarkan tempat duduk jika ada penumpang lain yang butuh duduk, seperti contoh di atas.
  8. Saat menggunakan KRL ekonomi, memang batasan agak lebih longgar. banyak pedagang yang masuk dan pintu KRL juga terbuka bebas. Walau bebas, kita juga harus melihat kondisi. Jangan lah duduk di sembarang tempat yang mengganggu. Jangan pula merokok! Ini yang sangat menggangu. Udah panas karena nggak ada AC, penumpang penuh, ditambah aroma pengap dari asap rokok! Please deh ah, nggak bisa apa nahan nggak ngerokok selama perjalanan 45 menit? Gue juga perokok, tapi bisa lihat kondisi!
  9. Jangan deh naik ke atas gerbong. Ini soal keselamatan. KRL kan identik dengan listrik, dan peralatan listrik semua ada di atas gerbong. Jadi kalau kita naik ke atas, dan kesetrum, urusan bisa gawat. Banyak kejadian juga ada korban di KRL bukan hanya karena kesetrum, tapi jatuh dari atap kereta saat kereta melaju kencang.
  10. Jangan berniat jahat. Yang ini sih buat mereka yang emang pingin berbuat nggak baik saat di KRL. Mulai dari nggak beli tiket karena bisa bayar di atas (biasanya KRL ekonomi), ngomong/ngobrol dengan berlebihan sampai mengeluarkan kata-kata kasar dan saru, sampe niat mengambil barang orang lain (dasar copet!).
  11. Kalo mau sambil bekerja, boleh aja. Sambil telpon urusan bisnis boleh, asal bicara jangan serasa di kamar yang seisi gerbong bisa mendengar. Kalo kebetulan mau cek email atau browsing hal penting soal kerjaan juga boleh pake BB atau laptop. Tapi tetap harus lihat situasi. Jangan sampe penumpang lain jadi terganggu karena sempit dan jadi susah bergerak karena laptop yang kita pakai.

Naik KRL memang bikin perjalanan makin mudah dan menyenangkan. Jadi bagaimana kita menikmati perjalanan juga menjadi bagian yang nggak terpisahkan. Sekali lagi catatan ini tidak bermaksud untuk menggurui apalagi menghukum. Ini sekedar sharing dari seseorang biasa yang punya pengalaman sehari-hari dengan alat transportasi ini.

Selamat berpergian menggunakan KRL ya…