Melihat, manjalani, merasakan… Setiap momen, setiap perhentian dalam satu rangkaian kisah hidup yang menginspirasi. 24 jam, 365 hari, dan seterusnya. Hidup adalah milik kita, dan apapun yang akan terjadi, kita yang menjalani. Semua tersaji dengan indah, dan jika kita menjalaninya dengan harapan dan cinta, maka hidup akan selalu menjadi perjalanan yang menyenangkan.

Tuhan memang selalu memberikan banyak hal yang indah. Selain karena kita berusaha, Tuhan pun selalu setia menjaga dan mengawasi kita. Bukan sebatas dalam hal-hal yang membuat kita bahagia, tapi juga dalam banyak kesedihan, kesulitan dan masalah.

Tuhan bagai orang tua yang setia menemani dan mendampingi hidup kita agar selalu membawa kedamaian dan cinta. Setiap langkah, setiap perhentian, dan setiap waktu, Tuhan akan selalu ada. Meskipun kita tertidur dan beristirahat dalam menjalanani hidup karena lelah, Tuhan akan tetap terjaga dan memperhatikan kita. Memandang wajah kita saat terlelap dan bahagia melihat setiap perkembangan hidup kita, apapun itu. Tuhan memang tidak pernah tidur. Gusti ‘mboten sare…

_________________________________________________

Tuhan nggak berharap banyak kok dalam hidup. Tuhan nggak memaksa kita untuk jadi jagoan, pengusaha kaya raya, apalagi menjadi pribadi yang luar biasa tangguh dan superior. Tuhan hanya ingin kita menjalani hidup dengan baik dan selalu bersyukur. Melakukan dengan cinta, dengan kasih dan pengharapan, adalah keinginan Tuhan yang terdalam. Dia tidak ingin kita tersesat dan berjalan sendiri. Sekali lagi, Dia kan terus berjaga untuk kita.

Siapapun kita, dari keluarga manapun, dimanapun kita bekerja, dan apapun yang kita miliki, tidak menjadi ukuran buat Tuhan. Tuhan bukan badan riset dan survey yang hanya bisa melihat data dan statistik namun tidak melakukan apa-apa. Tapi Tuhan akan selalu menjadi badan relawan yang akan selalu hadir dalam setiap kesulitan sekaligus bahagia jika kita merasa hidup itu indah.

Cara pandang Tuhan memang berbeda dengan cara pandang kita. Dan itu yang membuat hidup lebih berwarna. Setiap langkah, setiap waktu akan selalu berwarna. Setiap kesungguhan, keberhasilan, kegagalan, kesedihan, dan sukacita akan selalu berjalan beriringan. Sadar atau tidak, pribadi kita pun akan dibentuk bersamanya.

Mari selalu bersyukur akan hidup. Bersyukur karena kita memiliki Tuhan yang setia dan penuh cinta. Bersyukur yang meskipun kita seringkali jatuh bangun dan kadang lelah menjalani hidup, namun Dia akan setia terjaga untuk kita. Gusti ‘mboten sare…

Matur sembah nuwun, Gusti….