Natal selalu berulang. Setiap tahun. Bulan yang sama. Tanggal yang sama. Lalu apa yang berubah? Nggak ada. Natal selalu sama aja, penuh berkah! Ini yang sering menjadi perbedaan pendapat kalo boleh dibilang begitu. Kisah Natal selalu saja berbeda tiap tahun, walau intinya tetap satu: bersyukur atas penebusan dosa yang dimulai saat kehadiran Yesus di dunia. Walau makna selalu sama, tapi bagaimana kita melihat Natal, belum tentu sama di setiap kepala. Begitu juga gue…

Lalu apa yang membuat Natal tahun ini menjadi istimewa? Bahkan tiap Natal selalu istimewa, malah. Bukan soal gue yang meneteskan air mata saat menjalani misa di gereja, atau bukan soal ketemunya gue bareng teman-teman yang mungkin udah setahun nggak ketemu, atau soal rica-rica ayam yang selalu tersedia di meja makan yang disiapkan ibu gue.

Natal tahun ini menjadi istimewa karena gue bisa menjalaninya dengan keluarga baru, dan bersama sesorang yang istimewa di hati gue. Yup, Natal tahun ini adalah Natal pertama yang gue jalani bersama istri gue. Gue memang baru menikah beberapa bulan lalu. Makanya kenapa gue merasa istimewa karena menjalani Natal tahun ini bersama istri.

_________________________________________

Saat menjalani keseharian menjelang Natal, selalu ada kisah jenaka, romantis, menyenangkan dan mengharukan bersama istri gue. Dari soal obrolan santai mengenai jadwal berkunjung ke rumah ortu, ngobrol soal jenis kue apa yang akan dibuat dan dibeli, sampe ke soal berbagi hadiah saat Natal dengan keluarga. Semua memang jadi luar biasa. Ini beneran jujur dan bukan mendramatisir.

Gue memang punya banyak kesibukan. Dari soal pekerjaan gue, soal bisnis free lance design, soal sosialisasi ke tetangga dan teman, hingga ke soal hobi. Tapi semua itu nggak ada yang bisa melampaui sikap dan antusiasme gue saat menjalani Natal bersama istri dan keluarga.

Sekali lagi, ini bukan soal apa yang gue bisa beli saat Natal, atau bagaimana gue mempercantik rumah saat Natal. Tapi ini lebih ke soal bersama siapa kita merayakan Natal. Soal konsep bagaimana merayakan, apa aja yang bisa melengkapi, semua itu adalah tambahan aja. Dengan berkumpul bersama istri dan keluarga itu adalah hadiah Natal terbesar buat gue.

Karena itu gue selalu bersyukur. Karena kadang gue teringat, kalo di saat Natal, masih banyak pribadi yang melewatinya dengan kesedihan. Entah karena tidak bisa berkumpul bersama orang-orang terdekat dan keluarga, hingga yang harus mengalami sakit dan kejadian tidak  menyenangkan lain saat Natal. Tapi percaya deh, itu semua adalah bagian dari perjalanan kisah Natal yang harus dilalui. Dan dengan melalui itu semua, makna Natal tidak harus berubah, walau caeranya yang sedikit berbeda.

Kembali lagi soal bagaimana gue merayakan Natal. Gue merasa bersyukur karena saat Natal, kerinduan akan Tuhan selalu hadir dengan cara istimewa. Walau tanpa didukung oleh banyak kelimpahan dan hingar bingar perayaan, Natal tetap menjadi momen istimewa di hati gue. Dan karenanya, Natal akan selalu menjadi momen yang menjadi dasar untuk menghadirkan secara jujur sebuah sikap yang penuh rasa syukur dan untuk selalu melakukan yang terbaik di masa depan.

Natal bagi gue menjadi moment di garis START dimana gue harus melewati tantangan layaknya perlombaan lari atau olahraga apapun. Dan pastinya saat kita memulai perlombaan, kita harus berusaha melakukan yang terbaik; salah satunya ya dengan mengawali semuanya dengan baik.

Jika bisa mengawali semua dengan baik saat di garis START, maka jalannya perlombaan akan juga berjalan baik. Ini bukan soal gue bisa menang apa enggak. Tapi dengan menikmati jalannya pertandingan dengan hati yang senang dan dengan semangat yang tetap terjaga menjadi sebuah proses pencapaian yang luar biasa buat gue.

So, jika yang kita miliki hanya semangat, mari bagikan semangat itu pada orang-orang terdekat Anda di momen Natal ini. Cepat atau lambat, gampang atau susah, Natal akan selalu menjadi momen istimewa setiap tahunnya bagi semua orang.

Merayakan Natal mennjadi sebuah pilihan. Ingin menjalaninya dengan cinta? Yuk mariiii….

Selamat Natal, sahabat-sahabatku…