Dalam hidup, kadang gue dan banyak orang selalu memiliki semangat yang sama; antusias, do the best, and never give up. Semua pastinya gue lakuin dengan semangat tinggi. Karena tidak ada  keinginan sedikitpun untuk membuat hidup tidak menjadi lebih baik bukan?

Dalam setiap tahapan hidup, setiap langkah, dan setiap perhentian, semua gue lakukan dengan baik dan cermat. Gak harus berjalan sempurna, tapi asal semua bisa gue lakukan dengan baik, itu sudah cukup membuat gue bersyukur. Dan bagi gue itu semua proses itu bukan ukuran kaku, meinkan sebuah keadaan dinamis yang harus gue nikmatin…

Gue memang tipe pekerja keras, bahkan cenderung agak perfeksionis. Namun, gue pun berusaha menjalani segala sesuatu dengan sikap yang terbuka, sabar, dan gak ‘kaku’ jika dalam kenyataannya banyak hal yang udah gue persiapkan dengan baik kadang muncul dengan hasil yang berbeda.

________________________________________________

Kembali ke keseharian. Seringkali setiap aktivitas yang gue lakukan setiap hari bagi gue merupakan cerminan dari apa yang gue pikirkan dan gue rencanakan. Memang gak 100 persen cerminan full, tapi setidaknya gue menjalani semua dengan hati, dan semua yang gue lakukan memang sesuai dengan kejujuran sikap dan pikiran.

Tapi memang gak akan pernah ada manusia yang sempurna, begitu juga hidup nggak ada yang sempurna dan bisa menjalani selamanya dengan enak. Kadang gue harus mengalami banyak hal yang nggak enak, entah itu dari soal perasaan yang nggak hepi, ketidaknyamanan, masalah keuangan, hingga ke soal kesehatan atau soal apapun.

Nah saat ini, gue harus menemani istri yang tengah menderita gejala tipes. 2 hari sebelum dirawat di rumah sakit, istri gue merasakan kelesuan dan keadaan badan yang nggak enak. Kepala pusing, badan lemas, perut mual dan beberapa keluhan lain. Gue berusaha membantu meringankan dengan apa yang gue bisa. Gue coba untuk membelikan makanan yang sehat, memberinya pijatan yang mungkin bisa membantu, dan membelikannya obat yang mungkin bisa berguna.

Tapi setelah 2 hari keadaan belum juga membaik, maka gue memutuskan untuk melakukan tes darah di rumah sakit. Saat gue sedang bekerja, istri yang ditemani adik melakukan tes darah di rumah sakit terdekat. Dan hasilnya positif gejala tipes.

Ketika istri mengabari lewat telpon, gue terkejut. Tapi gue coba menenangkan diri, karena istri gue sudah menjalani langkah yang tepat dan sudah berkonsultasi dengan dokter di rumah sakit. Dan besok paginya, istri gue pun mulai menjalani peawatan di rumah sakit Selaras yang terletah hanya sekitar 700 m dari sumah gue di Griya Serpong Asri.

Hari ini sudah hari ketiga istriku Ririe dirawat di rumah sakit. Perkembangan kesehatannya cukup baik dan positif. Bahkan hari ini kemungkinan istri gue akan pulang. Gue bersyukur dan sekaligus senang, kareda dengan begitu istri gue sudah bisa melewati masa sakit dengan baik, dan sekarang tinggal bagaimana menjaga kondisi untuk memulihkan kesehatan agar kembali sehat bugar seperti sebelumnya.

Sakit, apapun bentuknya, memang menjadi sebuah kejadian yang selalu dihindari oleh banyak orang. Baik itu sakit ringan seperti flu atau pegal-pegal, hingga ke sakit yang butuh perawatan khusus seperti kanker. Tapi apapun bentuknya dan jenisnya, sakit tetap menjadi sebuah hal yang sebisa mungkin dihindari. Caranya ya dengan selalu menjaga kondisi, melakukan olahraga, makan makanan yang sehat dan bergizi, sambil terus memelihara pikiran yang positif dan rasa bersyukur akan hidup.

Namun sesempurna mungkin kita menjaga kesehatan, kadang sakit tetap bisa datang, dan membuat aktivitas kita terganggu. Dan hal ini juga yang saat ini gue alamin. Bukan hanya harus tetap sabar, tapi gue harus setia menemani dan membantu meringankan beban yang dialami oleh istri gue. Dan Puji Tuhan, semua bisa gue jalani dengan baik hingga saat ini.

Semua yang gue jalani memang gue persiapkan dengan baik sebelumnya. Tapi kadang memang segala sesuatu kadang berjalan dengan banyak kejutan dan banyak hal yang terjadi yang tidak kita perkirakan sebelumnya. So, hanya dengan persiapan jika harus menghadapi kejadian tak terduga, kesabaran, dan semangat yang selalu ada akan membuat gue dan mungkin teman-teman semua bisa melewati semuanya dengan baik.

Hidup gue memang menjadi pilihan gue. Dan bagaimana gue menjalani dan seperti apa bentuknya nanti, akan sangat tergantung dari bagaimana cara gue melihat, berpikir dan melakukan tindakan.

Dan pagi ini gue kembali bersyukur, karena gue bisa menjalani dan menemani Ririe ketika ia menderita sakit. Dan saat ini pun gue bersyukur juga karena Ririe sudah mulai membaik, dan cinta yang diberikan oleh orang tua, keluarga, sahabat dan semua orang di sekitar sangat luar biasa. Dan momen sakitnya Ririe, gue anggap sebagai sebuah momen dimana Ririe harus beristirahat untuk kemudian kembali melakukan aktivitas seperti biasa di kemudian hari.

Terima kasih Tuhan, Berkati kami agar selalu mencintai hidup…