Thanks for Ismiaji Cahyono, Glenn Marsalim, Bernhard Subiakto dan Henricus Kusbiantoro for the inspiration.

Sebagai seorang desainer grafis, dan saat ini berkecimpung di bidang Maketing Communication & Advertising, keinginan untuk menekuni dunia freelancer menjadi sebuah tantagan dan keasyikan tersendiri.

Freelance, berarti tidak lagi diasosiasikan dengan kita yang bekerja di badan usaha atau perusahaan tertentu, kecuali perusahaan yang kita bangun sendiri. Freelance berarti juga sebagai sebuah bentuk komitmen dan tanggung jawab untuk diri sendiri. Ini bisa berarti bahwa kita dan usaha yang kita bangun memiliki ‘tugas’ untuk tampil dan  ‘menantang’ dunia. Kita harus bisa membedakan diri dengan kompetitor, baik itu dalam bentuk portfolio, self-promo kit, a great attitude, dan semangat ber-enterpreneur yang konsisten.

So, gue akan coba share beberapa poin penting dalam memulai usaha freelancer. Gue terinspirasi dan catatan ini gue sadur dari beberapa tulisan dan ilmu yang dibagikan oleh beberapa tokoh desain utama di Indonesia dalam beberapa kesempatan; baik pameran, training dan seminar, maupun pengalaman gue pribadi. Terima kasih buat para tokoh desain nasional dan internasional ternama, serta buat para pembaca blog gue: enjoy and keep inspiring!

Beberapa point penting dalam memulai bisnis freelence:

PERSIAPAN AWAL

  • Apa itu portfolio? Merupakan kumpulan karya terbaik Anda selama ini.
  • Karya Anda harus bisa merefleksikan dir Anda sekaligus mengakomodir kebutuhan klien.
  • Siapa terget pasar Anda? Siapa yang bisa membeli dan menggunakan karya Anda?
  • Kategorikan jenis desan dari usaha yang sedang Anda bangun: Print, interactive & multimedia, Video, Promotion, dll.
  • Menyertakan personal works? Tentu!
  • Sertakan penjelasan singkat dan singkat mengenai karya Anda.
  • Sertakan klien masa lalu Anda, pisahkan juga yang dikerjakan Anda ataupun bawahan, dan informasikan sejauh mana Anda terlibat dalam project tersebut.
  • Ambil karya terbaik Anda. Quality over Quantity.
  • Memiliki prtfolio tidak akan berarti jika tidak diromosikan! Lakukan Self-promote!
  • Buat packaging yang baik; akan menhadirkan impresi baik saat awal…
  • Sertakan paket perkenalan Anda dengan: 1. Surat perkenalan 2. kartu nama 3. contoh karya print dan dalam bentuk CD
  • Lengkapi surat bisnis Anda

KEBUTUHAN UTAMA

Untuk menjadi seorang freelancer butuh pengalaman. Apakah kita memiliki portfolio dari karya kita?

Lalu apa yang diperlukan untuk memulai sebuah bisnis freelancer?

  • Sebuah laptop komputer yang canggih
  • Sebuah desktop camputer yang canggih
  • Printer
  • Scanner
  • Digital Camera
  • Portfolio Bag/Case
  • Sel Promo Kit dan memperbanyak beberapa.
  • Ruang kerja
  • Internet
  • Cellphone
  • Peralatan Kantor
  • Materi kertas dengan berbagai jenis
  • Electricity
  • Makanan dan minuman
  • Kendaraan yang cukup layak

Diperlukan juga sebuah visi dan objektifitas:

  • Apa yang membuat jasa kita unik, dan apa yang bisa kita tawarkan?
  • Mengapa kita mau memulai menjadi freelancer? Dan berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk menekuni bidang ini?

VALUE

  • Apa yang berharga di diri Anda?
  • Fee Anda:
  1. Pengeluaran bulanan+gaji+tabungan DIBAGI jam kerja bulanan = Fee tiap jam
  2. Perhitungan jumlah jam kerja dalam menyelesaikan satu project DIKALI  Fee  tiap bulan = DESIGN FEE
  • Kita perlu menambahkan biaya outsourcing pada klien, seperti kebutuhan illustration, photography, web programming, video editing, pre-production, production supervisor, dll.
  • Discount: cukup menarik, lakukan untuk customer yang pertama kali bekerja sama dengan Anda.
  • Break down cakupan dari layanan kita:
  1. Design-Brief-Research-Data Ready
  2. Concept+Design-Require Research
  3. Concept+Design+Production+Supervision-Total Design
  • Kenakan Down Payment pada setiap project, asal dengan alasan baik. Perhitungan bisa 30+30+40 atau 50+50
  • Jangan membuat tempo pembayaran yang cukup lama
  • Kecuali perusahaan kita Legal secara hukum, jangan pernah kenakan pajak kepada konsumen
  • Jangan pernah setuju untuk mengerjakan desain, kecuali klien sudah menandatangani surat kontra dan quote, kecuali memang Anda memandang perlu terlibat dalam project ini, dan bisa menjadi portfolio yang baik.
  • Bernegosiasilah.

MENGEMBANGKAN USAHA

  • Apakah Anda memiliki daftar klien potensial?
  • Survey market Anda. Siapa yang akan membeli dan memerlukan jasa Anda?
  • Gunakan jaringan dan koneksi Anda jika memang memungkinkan
  • Get around. Tampillah di dunia sekitar
  • Milikilah the Key Person dari calon klien Anda
  • Ketahui waktu terbaik untuk menelpon calon klien Anda
  • Hubungi, konfirmasi, dan kirim karya Anda. Kembali lakukan konfirmasi.
  • Ketika ada rencana meeting, sebaiknya lakukan di kantor klien Anda.
  • Ketika mereka menghubungi Anda. Bersiaplah! Seleksi karya terbaik Anda dan tunjukkan pada mereka dengan menggunakan kemasan  portfolio yang cantik. Latih kemampuan persentasi Anda.
  • Tunjukkan! dan jangan ceritakan. Percaya dirilah.
  • Jelaskan persentasi Anda dengan baik, sambil Anda menjelaskan tentang diri Anda, kemampuan, dan pengalaman yang pernah Anda alami dengan sangat baik!
  • Saat brief, dengarkan dan catat. Itu akan membuat klien Anda merasa dihargai.
  • Jangan tentukan harga saat itu juga. Bawalah brief yang Anda dapatkan untuk Anda bisa mempersiapkan sebuah penawaran dalan 2 atau 3 hari ke depan.

So, setelah dilalui semua proses di atas, Good Luck my friends! Keep the Passion and creativity!