Masih soal kehidupan baru yang gue jalani bareng Ririe. Mungkin ini soal yang biasa, klise, ataupun sederhana bagi banyak orang. Tapi, gue sadar, kalo gue nggak selalu belajar untuk melihat, merasakan dan bersyukur atas hidup gue, lantas siapa lagi?

Ini bukan soal tuntutan untuk kelihatan bahagia di depan banyak orang, dan semua yang berkunjung di blog gue ini. Tapi ini sebatas ungkapan sharing, ungkapan syukur, dan niat tulus untuk berbagi, walau dengan susunan kata-kata sederhana…

Ketika gue mengenal Ririe, walau masih baru, tapi gue sudah berfikir positif. Seandainya ririe adalah seorang pribadi yang baik, maka tidak ada salahnya jika gue ingin lebih mengenal dan memahaminya secara pribadi.

Ketika kebersamaan mulai ada, ketika banyak waktu dijalani bersama, dan ketika selalu ada kesempatan untuk berbagi apapun, dari cerita, pengalaman, maupun kasih dan kebaikan, di situlah gue mulai merasa kalo gue mulai menaruh hati, walau masih dengan perasaan cinta yang sederhana dan belum bisa dianggap perasaan cinta yang sangat kuat untuk ukuran saat itu…

_________________________________________

Dalam proses selanjutnya, kedekatan makin terbina, saling pengertian makin tumbuh, dan kepedulian makin terlihat, gue makin merasa mencintainya. Semua gue jalani dengan perasaan syukur, tanpa harus gue menyelidiki apakah Ririe juga punya perasaan yang sama. Tapi, ketika suatu saat Ririe mengungkapkan perasaannya yang juga mencintai gue setelah sekian proses yang dijalani, maka dii situlah gue makin bersyukur dan bahagia…

Dan selanjutnya, setelah cinta kita berdua makin tumbuh, di situlah gue mulai merasakan keinginan hati terdalam untuk memilikinya. Bukan masalah obsesi dangkal, tapi sekali lagi, ini adalah niat baik dan ungkapan bahagia. Dengan memilikinya, maka gue akan lebih lagi memberikan perhatian, cinta dan kasih. Karena secara logika, seandainya kita memiliki suatu barang, maka dengan segenap hati, kita akan menjaga, merawat, dan berharap barang itu akan awet dan memiliki manfaat yang tahan lama.

Suami memang bukan barang, namun dengan menganalogikan dengan sesuatu yang berharga yang kita miliki, maka gue juga berharap bisa memilikinya sekaligus menjaga dengan sepenuh hati.

Dan saat ini, ketika usia pernikahan gue sudah mulai berjalan hampir 2 bulan, gue akan selalu berpikiran positif dan berusaha untuk melakukan yang terbaik buat istri gue. Walau kadang cape di kerjaan, pusing sama urusan bisnis, tapi gue akan selalu berusaha untuk tidak membawanya ketika gue menjalani waktu bersama istri. Sharing boleh, tapi tidak lantas menimbulkan kemarahan diantara gue dan istri, seandainya belum ada solusi. Dengan bercerita, gue akan merasa cukup bahagia. Dengan mendengarkan dan didengarkan, maka saat itulah gue akan merasa menjadi pribadi yang istimewa; baik di mata istri, keluarga, sahabat dan di mata Tuhan.

Dan setiap pagi, gue akan selalu memulai hari bersama Ririe dengan penuh sukacita, syukur dan selalu dengan harapan akan kasih yang sedang menanti kita berdua di hari yang baru…

Selamat menjalani hari, kawan…