Malam tadi, seperti biasa gue naik Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek sepulang dari kantor. Gue biasa naik KRL Komuter dari stasiun Dukuh Atas Sudirman menuju stasiun Serpong. Tapi, hari ini gue menyempatkan diri menuju stasiun Tanah Abang karena jadwal paling dekat adalah KRL Ekonomi dan adanya hanya dari stasiun Tanah Abang.

Jadwal KRL ekonomi berangkat dari Tanah Abang pukul 18.15 sore. Makanya setelah gue sampe stasiun Sudirman jam 17.50, gue lantas nyambung ke Tanah Abang menggunakan KRL Komuter Cisadane yang menuju Tangerang, dan melewati stasiun Tanah Abang.

____________________________________________

Perjalanan menggunakan kereta memang mengasikan. Yang pertama tentu soal kecepatan waktu tempuh perjalanan. Dari Tanah Abang sampai serpong biasa ditempuh dalam waktu kurang lebih 45 menit saja! Belum lagi soal kondisi badan. Naik kereta jelas nggak butuh energi sebanyak kalo kita naik bis. Belum lagi soal kenyamanan, kalau kita naik KRL AC, soal nyaman jangan ditanya. AC yang sejuk, penerangan yang mantap, sampe suasana yang asik banget buat sambil baca buku, ngobrol, hingga main HP sampai notebook. KRL ekonomi walau tidak senyaman AC, tetap menawarkan kemudahan dan keasyikan tersendiri. So, bagi gue nggak masalah mau ekonomi atau AC, yang penting adalah naik KRL! hehehe

Sore tadi perjalanan cukup lancar. KRL juga nggak telat. Yang justru menjadi perhatian gue saat itu (walau sering gue lihat tiap saat) adalah kegiatan para pedagang di KRL ekonomi. Memang khusus KRL ekonomi, ada banyak pedagang di dalam KRL. Tapi mereka sama sekali nggak mengganggu, malah bikin makin menarik. Karena mereka menawarkan berbagai jenis barang dagangan, seperti makanan, minuman, jajanan, buah, hiasan rumah, topi, kaos, baju dan celana, sampe lukisan dan barang elektronik yang sederhana!

Dan sambil iseng, gue memperhatikan aktivitas perdagangan di KRL ekonomi sambil mengambil beberapa gambar pake BB gue… Ternyata aktivitas perdagangan cukup berjalan seru… Kegiatan yang erat kaitannya dengan usaha perekonomian ini kerap diselingi dengan serunya tingkah polah para pedagang, canda tawa antara penumpang dan penjual, sampe anak kecil yang ngambek gara-gara nggak dibeliin mainan oleh ibunya… hehehe

 

Beberapa aktivitas perekonomian di dalam KRL

 

Semua aktivitas perdagangan yang identik dengan kagiatan ekonomi kalangan menengah ke bawah ini jutsru menjadi sebuah kegiatan rutin yang selalu bisa menghadirkan inspirasi. Melihat semangat para pedagang, keramahan, kegigihan, dan kejujuran mereka sungguh membuat gue terpesona. Walau barang yang ditawarkan nilainya nggak seberapa, tapi merke tetap semangat berjualan, karena bagi mereka kegiatan berdagang di KRL ini menjadi sebuah mata pencaharian utama. Mau laku atau enggak, yang penting mereka tetap tersenyum. Memang mungkin, ada segelintir penumpang yang terganggu dengan aktivitas ekonomi mereka. Tapi sepengatahuan dan sepengelihatan gue, justru banyak penumpang yang malah jadi akrab sama pedagang karena hampir tiap hari ketemu di KRL… What a lovely experience!

Jadi walau dielingi deru suara KRL yang membawa kita menuju stasiun tujuan, ada banyak pengalaman berharga yang sangat sayang untuk dilewatkan! Deru ekonomi seakan berjalan beriringan dengan deru kereta yang melaju. Dan di setiap perhetian stasiun, atapun sepanjang perjalanan, gue, dan mungkin semua penumpang di KRL sangat menikmatinya. Secara nggak langsung, gue juga bisa belajar banyak. Dari soal kegigihan para pedagang, semangat yang selalu ada, sampe soal keramahan dan kejujuran.

Dan gue akan selalu menikmati perjalan gue setiap hari bersama KRL, beserta deru ekonomi yang berjalan beriringan bersamanya… Ayo naik kereta! Temukan sudut pandang berbeda dan rasakan sendiri kegairahannya!