Berangkat dari banyak peristiwa yang terjadi dalam hidup. Kadang gue sering merasa berjalan sendiri. Dalam artian, semua yang terjadi dan gue alami ya melulu soal hak hidup yang harus gue terima. Satu dua perhentian, satu dua kejadian, termasuk satu dua jenis perasaan yang ada. Semua bagi gue merupakan sesuatu yang begitu aja tersaji dalam hidup gue. Suka atau enggak suka, ya semuanya harus gue ambil.

Tapi memang sebenarnya hidup nggak sesimple itu. Hidup memang pada dasarnya sederhana, tapi nggak melulu banyak hal harus kita hadapi dengan pasrah, tanpa daya apalagi tanpa usaha. Bahkan seringkali gue nggak sadar kalo udah banyak banget kemurahan Tuhan buat hidup gue, tanpa sempat gue (minimal) untuk sekedar mengucap syukur. Dan kalo ini keterusan, pastinya sih bakalan bikin hidup hambar dan nggak penuh warna. Makanya bagaimana melihat sisi kehidupan dengan gairah positif  justru akan membuat hidup itu sendiri makin ‘kaya’ warna yang bakal selalu menggoda.

Dan pastinya akan selalu ada alasan untuk bersyukur…

______________________________________________

Hidup memang selalu dipenuhi rencana dan keinginan. Dan itu memang harus terjadi. Karena dengan begitu selalu ada motivasi dan kekuatan hati yang muncul untuk membuat sebuah perubahan yang baik. Entah bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Dari kecil, masa remaja, hingga saat memasuki dunia kerja dan dunia rumah tangga, rencana-rencana itu akan selalu ada. Bahkan proses yang kita lalui akan lebih ‘menarik’ kalo kita sungguh-sungguh menjalani rencana yang memang udah kita susun dalam benak di kepala dengan semangat yang berlipat-lipat.

Misalkan aja, saat muda, gue niat banget buat sekolah atau kuliah di jurusan Desain Grafis atau Periklanan. Nah, secara nggak langsung, pastinya baik sengaja atau enggak, gue pasti akan selalu berusaha melakukan banyak hal yang nantinya mungkin akan mendukung niat gue tadi. Meskipun kecil, tapi banyak hal yang akan gue lakukan untuk ‘membantu’ niat gue itu terlaksana. Soal gampan atau susah caranya, itu sih urusan belakangan.

Atau ketika saat bekerja, gue pastinya juga akan membina relasi dengan calon istri, yang nantinya bakal jadi ibu anak-anak gue. Semuanya juga akan gue lakukan secara positif dan berharap kalo niat baik gue itu akan kesampaian. Untuk masalah kendala, tantangan dan warna yang ada di dalam prosesnya tentu juga akan gue nikmati. Karena bagi gue ini adalah bagian dari proses-proses yang harus dilewatin dalam upaya mewujudkan rencana yang indah dalam hidup gue.

Begitu juga dalam banyak hal lain, seperti kesejahteraan, kekuatan financial, kesehatan, relasi yang baik, keberhasilan, kesuksesan atau apapun yang indah akan selalu menjadi rencana buat gue dan prosesnya pasti juga bakal dijalani dengan semangat ekstra.

Soal keberhasilan maupun kegagalan, seringkalu gue anggap sebagai sebuah hasil dari proses yang gue jalani. Jadi ketiga gue berhasil dan bahagia, maka gue akan bangga sama diri gue dan merasa menjadi seorang pribadi yang sempurna. Tapi, bagaimana jika gue mengalami kegagalan? Pastinya gue akan marah, jengkel, bahkan frustasi dan menganggap hidup gue itu merupakan sebuah bencana, dan sama sekali nggak gue anggap punya makna. Apa memang harus seperti itu?

Gue akuin, kadang gue memang bersikap seperti itu. Kalo seneng gue merasa paling beruntung sedunia; tapi ketika gagal, gue merasa paling malang sedunia. Gue seringkali nggak melibatkan Tuhan sebagai Sang Empunya hidup dalam setiap hal yang gue jalanin. Yang lebih khusus, gue kadang sering nggak bersyukur buat semua hal baik yang gue alamin. Seringkali gue lupa kalo semuanya itu berkat dari Tuhan juga. Dan ketika sedih, justru gue langsung menyalahkan Tuhan tanpa berusaha untuk intropeksi dan melihat lebih dalam akan segala sesuatunya.

Gue emang kadang nggak adil ya. Gue seringkali merasa yang paling berkuasa buat hidup gue kalo gue lagi senang. Tapi kalo lagi susah, justru gue anggap Tuhan yang berperan penting, dan gue akan selalu menyalahkan Dia.

Kekuatan untuk bersyukur dan menjadi pribadi yang dewasa menjadi kunci dari semua hal yang saling bertolakbelakang ini. Baik saat senang maupun susah, harusnya gue bisa melibatkan Tuhan sebagai partner dalam perjalanan hidup dalam porsi yang tepat. Ketika gue memiliki kemampuan untuk selalu bersyukur, nggak peduli gue lagi sakit, susah, atau tertimpa kemalangan, gue juga harus selalu bersyukur. Bukan mencari penghiburan sesaat, tapi murni karena gue memahami kalo Tuhan juga bekerja buat hidup gue, dan gue yakin kalo hari ini gue kebetulan mengalami hal nggak enak, Tuhan pasti punya rencana yang jauh lebih ‘luar biasa’ nantinya. Dan tugas gue hanya: ‘sabar dan selalu bersyukur’.

Dan ketika semuanya bisa gue jalanani dalam keseharian hidup, gue akan sering merasakan keajaiban karena kemurahan Tuhan. Dalam senang atau susah, selalu ada keajaiban. Karena Tuhan juga selalu murah hati. Nggak perlu ditawar malah. Tuhan akan selalu memberikan kemurahan hatiNya buat gue dan kita semua.

Ini memang sebuah proses yang sederhana namun kadang sulit. Tapi, ketika kita mau belajar menjadi pribadi yang sederhana dan selalu bersyukur, gue yakin kalo hidup gue dan kita semua bakal makin berwarna dan penuh gairah!

I love my life!