Bicara soal komunikasi pemasaran, memang kebanyakan adalah soal teori baku yang cenderung ‘berat’ tapi menghasilkan dalam jangka waktu tertentu. Tapi jika kita memiliki bisnis baru atau lama dan kita ingin melakukan serangkaian cara promosi yang efektif dan efisien namun sederhana, maka nggak ada salahnya untuk melakukan banyak hal kreatif yang mungkin saja mudah.

Catatan gue kali ini gue salin dari dari buku Marketing is Bullshit, penulis: Ippho Santosa. Terima kasih sebelumnya buat si penulis. Melalui catatan ini gue hanya ingin kembali share mengenai banyak hal yang mungkin bisa bermanfaat.

Kenapa topik ini yang akhirnya gue pilih? Selain karena gue bergerak di bidang marketing communication, advertising dan juga graphic design, tulisan ini bagi gue cukup ringan dan memberi kesegaran sekaligus akan berdampak baik asal kita mau nyoba jalanin dengan konsisten.

Penasaran? Ini dia tulisan yang gue maksud….

_____________________________________

10 trik kreatif dan sederhana untuk urusan promosi.

1. Karangan Bunga, Mau buka outlet baru? Pesanlah sekurangnya 10 karangan bunga dengan ucapan, “Selamat dan Sukses!”. Lalu , pajanglah di depan outlet, berdekatan dengan jalan. Diharapkan, orang-orang yang lewat akan ngeh dengan outlet baru tersebut. Ini tidaklah semahal yang Anda bayangkan. Caranya, ajaklah teman-teman Anda sesama Marketer untuk patungan. Dengan begitu, mereka juga berhak memakai karangan bunga itu sewaktu-waktu. Supaya tahan lama, pastikan karangan bunga itu terbuat dari kertas atau plastik, bukan bunga betulan. Juga sisakan space untuk mencantumkan dan menggonta-ganti merek. Yah, hanya Anda dan teman-teman Anda yang tahu bahwa karangan bunga itu berasal dari Anda sendiri.

2. Lamming Effect, Bisnis yang ramai makin ramai, bisnis yang sepi. Itulah faktanya, yang merupakan dampak dari Lemming Effect. Maka dari itu, kalau Anda baru buka usaha atau baru Launching produk, pastikan tempat Anda langsung ramai. Misalnya, Anda baru buka bengkel. Mintalah saudara-saudara Anda menganggur untuk mangkal di sana seharian. Mintalah juga teman-teman Anda untuk datang bergiliran dan hilir-mudik ke sana. Jangan lupa , parkirkan pula motor-motor dan buatlah kesibukan, layaknya kesibukan bengkel yang sudah berjalan bertahun-tahun. Sebab, konsumen hanya tertarik pada usaha yang sudah terbukti jalan. Demikian pula minimarket, restoran, salon, klinik, kursus, dan lain-lain.

3. Klien Pertama. Anda adalah pemilik Mama Laundry, yang fokus pada pasar korporat. Sekiranya usaha ini baru buka, adakah yang mau menjadi kliennya? Hampir-hampir tidak ada’kan? Maka, tawarkan jasa Anda pada tiga perusahaan terkenal di kota Anda, semisal Novotel, McDermott, dan Astra adalah beberapa perusahaan yang pernah memakai jasa Mama Laundry.” Siapa yang tidak percaya?

4. SMS Request. Cari tahu kapan acara request lagu di stasiun radio di kota Anda. Terus, ketiklah SMS yang kurang lebih berbunyi, “Minta lagu Kisah Cinta dari Peterpan. Dikirimkan buat Elma yang sering nongkrong di Takadeli. Pesan buat buat Elma, nongkrongnya jangan lama-lama dong. Mentang-mentang kue din sana enak. Ntar uang jajannya cepat habis lho.” Tidak penting lagunya, tidak penting artisnya, tidak penting Elma-nya. Yang penting adalah Takadeli-nya. Karena kebetulan Anda-lah pemiliknya! Nah, dengan biaya hampir nol rupiah, ribuan orang di kota Anda akan tahu Takedeli!

5. Konter Informasi. Hampiri konter imformasi di mal dan bilanglah pada petugasnya, “Pak, tolong panggilkan teman saya, Pak Samsi. Isinya, Pak Samsi dari catering Puti Bungsu harap ke konter informasi. Ada pesanan nasi kotak dari DPRD . Ditunggu segera .” Tentu, trik ini akan sangat tokcer . Karena Anda-lah pemilik catering Puti Bungsu. Akan lebih bermakna dan mengena, sekiranya target Abda berada di mal atau di sekitar mal tersebut .

6. Bisikan Pelanggan. Katakanlah, Anda pemilik toko alat olahraga Cergas. Bergegaslah pergi ke toko alat olahraga lainnya dan bisiki pelanggan disana, “Bapak suka main tenis ya? Wah, sama seperti saya. Ngomong-ngomong , ada toko olahraga baru lho. Cergas namanya. Kebetulan saya sering kesana . Bagus-bagus barangnya. Sudah begitu, murah-murah lagi.” Berhubung percakapan seperti ini lumrah dan alamiah terjadi antara pelanggan, Anda tidak perlu khawatir diomeli penjaga tokonya. Sekedar catatan, ketika pelanggan yang dibisiki itu dating ke toko Anda, sementara jangan sampai Anda terlihat olehnya.

7. Titip Nama. Setiap kali Anda mengirimkan SMS, e-mail, bergabung di milis, bertanya di seminar , memberi testimony, atau sejenisnya, pastikan Anda menitipkan nama Anda,,merek Anda, dan keunggulan bisnis Anda. Yah, kapan lagi bisa promosi gratis?

8. Sisip Nomor. Buatlah stiker atau poster yang memuat nomor-nomor penting seperti kantor polisi, rumah sakit, pemadam kebakaran, dan seumpamanya. Yang pasti, sisipkan juga merek dan nomor telepon Anda. Dijamin ini akan dipampang atau setidaknya disimpan baik olh konsumen.

9. Collective Branding. Ini melebihi co-branding . Caranya, merek A terpampang di tempat B, C, D, dan E. Begitu pula merek lainnya. Yah, tidak harus merek terkenal semuanya. Ini juga dapat di kombinasikan dengan program promosi penjualan, seperti, “ Belanja lebih dari Rp100.000 di tempat A, dapat voucher diskon 10 persen di tempat B.” Bayangkan sekiranya Anda menggandeng 10 merek dan 30 program promosi penjualan! Selain dapat melambungkan brand awareness secara kolektif, konsumen pun betul-betul memtik nilai tambah setiap transaksi dengan Anda.

10. Foto tokoh. Hampir selalu ada tokoh terkenal yang pernah datang ketempat Anda. Ini bukanlah kejadian langka sebenarnya. Minta izinlahh untuk mengambil fotonya. Terus, pajang. Masalahnya apakah Anda cukup telaten dan konsisten mengumpulkan foto-foto begitu? Percayalah, perlahan ini akan menggelinding laksana bola salju. Tokoh terkenal yang lain atau orang yang ingin dianggap tokoh terkenal akan menyusul mampir ke tempat Anda. Boleh juga juga dilengkapi semacam endorsement. Akhirnya konsumen pun bergumam, “Wah, anggota dewan aja belanja ke sini, ya.” Jadilah ini magnet tersendiri!

Selamat Mencoba!