Memahami sesuatu dari yang terjadi di sekeliling adalah sebuah tantangan menarik. Terlebih, hal tersebut berhubungan langsung dengan yang gue lakukan.

Kadang, penilaian obyektif dari orang lain selalu aja gue anggap subyektif, nggak beralasan, mengada-ngada, bahkan sampe ada niat nyakitin gue. Hmm, kalo udah begini bisa membuat keadaan makin ‘rumit’ dan menjadi tidak sederhana.

Akhirnya bisa ditebak, akan selalu muncul konflik; minimal di diri gue sendiri, dan bahkan bisa melebar ke konflik antar individu. Secara gue udah merasa sebagai tertuduh, ya nggak salah dong kalo gue bersikap ofensif. Walau sekali lagi, teori ini nggak sepenuhnya bener. Trus, mesti gimana dong?

__________________________________________-

Kalo gue pribadi sih, pinginnya bisa melihat semua kejadian yang terjadi di sekeliling dengan obyektif. Istilahnya dengan menggunakan cara pandang yang tepat agar nggak menimbulkan persepsi yang salah. Memang ini nggak mudah, dan kadang gue juga masih suka ‘kebawa emosi’ dan berujung pada konflik. Tapi kalo gue mau belajar membiasakan diri dengan melihat dengan cara pandang yang baik tadi, maka secara perlahan pasti ada hal positif yang bisa gue terima. Pengertian, kelegaan, kebahagiaan, dan bukan kesalah pahaman.

Semua memang butuh proses, termasuk juga dengan cara kita melatih diri buat semakin baik dalam urusan melihat dengan cara pandang. Dan kadang prosesnya seringkali berjalan dengan nggak sederhana, nggak mudah, dan sangat menguras energi dan pikiran. Kalau udah begini, tinggal gue mengandalkan semangat dan tekad. Walau sulit, tapi dengan semangat dan tekad kuat, niscaya akan ada jalan yang baik buat gue. Dan ujung-ujungnya, gue juga yang hepi…

Citra atau image diri memang boleh dibilang jadi hal yang penting karena seringkali banyak pribadi mengaitkannya ke urusan harga diri. Nggak mau dianggap murahan lah, jual mahal lah, dsb. Itu manusiawi dan nggak salah. Yang agak merugikan kalo kemudian berlanjut ke tindakan yang bisa berujung ke konflik tadi.

Hidup yang harusnya sederhana, jadi malah ribet sendiri…

Sampai saat ini pun, gue nggak menganggap kalo hidup gue tuh sempurna adanya. Gue merasa masih punya banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Dan ini akan sulit kalo gue nggak mencoba rendah hati. Makanya pekan-pelan gue seringkali mencoba untuk selalu bersyukur dan memahami semua yang terjadi di hidup gue sebagai sebuah proses panjang yang membutuhkan kesabaran dan kebesaran hati.

Kalo gue udah mulai terbiasa, mudah-mudahan gue akan bisa untuk minimal menjadi pribadi yang makin dewasa. Dan manfaatnya nanti bukan hanya gue yang ngerasain, tapi juga buat orang-orang di sekitar gue. Semoga aja ya…