Ketika dihadapkan pada sebuah keadaan dimana kita melewati sebuah tahapan dalam hidup, kadang kita menemukan bahwa ada seseorang yang menarik perhatian. Berawal dari sebuah tatapan, perkenalan, dan kemudian berlanjut pada rangkaian kisah yang kemudian dijalani bersama.

Seringkali orang menyebut  keadaan ini sebagai jatuh cinta. Cinta yang jujur, cinta yang sederhana dan cinta yang memberi kekuatan hidup. Sangat banyak definisi tentang cinta. Banyak penyair, penulis, dan banyak tokoh di dunia yang membicarakan dan berteori tentang cinta. Karenanya, cinta kini telah memiliki banyak pengertian, definisi, bentuk dan kisah.

Gue di sini nggak mau berteori banyak lagi soal cinta. Hanya ingin menuliskan isi hati gue mengenai apa yang gue rasakan dan jalani atas nama cinta. Memang kelihatannya sederhana dan bahkan menurut pendapat orang nggak penting. Tapi bagi gue, ini bukan soal penting dan nggak penting. Tapi ini soal kata hati dan kejujuran. Terlepas itu benar atau salah.

________________________________________________

Cinta kadang memang butuh banyak syarat (kalo mau disebut begitu). Kejujuran, kesederhanaan, kekuatan, keinginan baik, ketulusan, niat berbagi, kegembiraan, semangat, maupun syarat lain yang bisa dimunculkan. Cinta tidak sama dengan nafsu. Cinta membutuhkan komitmen, dan harus senantiasa dijalankan dengan penuh sukacita. Setidaknya, jadikan cinta menjadi bagian hidup yang selalu mengisi hari-hari walau sekali lagi, tetap dalam bentuk yang paling sederhana sekalipun…

Kadang suka teringat jaman sekolah di SMP atau SMA dulu saat gue mulai mengenal cinta. Cinta jaman sekolahan memang sering dibilang sebagai cinta anak-anak, cinta monyet atau apalah… Tapi di luar itu, kisah cinta saat di sekolah ini bisa menjadi sebuah kenangan akan pembelajaran mengenai arti cinta secara keseluruhan, meski yang dijalani baru pada tahapan awal. Kebahagiaan ketika bisa bertemu dan ngobrol, selalu inget setiap saat, melakukan hal-hal kecil yang berarti, merupakan sedikit dari banyak kenangan akan cinta di jaman sekolah. Dan semuanya tetap harus menjadi kenangan yang bahagia.

Ketika melangkah dalam dunia kuliah maupun kerja pun, cinta seringkali hadir dalam banyak bentuk dan cara. Setiap hal yang dilalui atas nama cinta seringkali penuh kebahagiaan. Dan sadar atau tidak sadar, kualitas cinta pun akan semakin teruji dan makin dewasa sejalan dengan berjalannya waktu. Suka atau tidak, cinta akan selalu menemani setiap perjalanan dan akan bertumbuh seiring dengan proses kedewasaan dalam hidup.

Kekuatan untuk saling memberi dan saling menerima menjadi sebuah sinergi dalam proses pemahaman akan cinta, sampai batas waktu yang tidak sebentar, dan berjalan hingga seumur hidup. Setelah proses penerimaan di awal telah dilalui, maka tahapan berikutnya adalah mengenai kekuatan untuk menjalani hidup dalam banyak sifat akan cinta. Kesabaran, ketulusan, kebahagiaan, kesetiaan, dan harapan menjadi syarat utama.

Ketika cinta telah menyatu dalam hati kita, maka yang ditemukan hanyalah sukacita, kedamaian, dan harapan yang akan terus tumbuh. Mencintai seseorang yang mungkin tidak sempurna pada awalnya akan membuat perjalanan cinta menjadi lebih memiliki makna. Mencintai tanpa syarat akan menjadi semangat utama. Dan jika berhasil dilalui, hanyalah perasaan syukur yang tersisa. Rasa syukur akan anugerah cinta…

Gue sadar kalo semua proses cinta yang gue jalani saat ini bukanlah sebuah gambaran proses yang sempurna ataupun ideal. Dengan kerendahan hati, mudah-mudahan gue akan bisa menemukan cinta sejati, sehingga pada akhirnya juga, cinta itu sendiri yang akan menghidupi setiap langkah; dalam suka maupun duka.

Karena cinta hadir secara sederhana, maka dengan sikap yang sederhana pula kita akhirnya akan membawa cinta mewarnai hidup kita.

Life is love…

Hidup dalam kekuatan cinta.