Celoteh akhir tahun…

(ketika makin tersadar bahwa setiap hidup gue merupakan bagian dari Penyelenggaraan Ilahi dan merupakan Kehendak Tuhan yang memungkinkan gue bisa rasain banyak cita rasa dan warna di dalamnya…)

 

_______________

Tahu nggak, jika ada hal yang berakhir tidak sesuai dengan apa yang gue harapkan, maka dengan segala kerendahan hati gue percaya kalo ini adalah proses sesaat, dan Tuhan mengijinkan hal ini terjadi. Gue tidak berbicara mengenai takdir, tapi gue berbicara mengenai rencana Tuhan buat hidup gue. Tetaplah rendah hati…

Gue harus bisa mencoba untuk selalu berpikir positif, dan tidak menyia-nyiakan potensi yang jelas masih gue punya. Gue harus segera berada kembali di titik kesadaran; bahwa ini adalah satu bagian dari salib hidup yang gue punya. Orang lain punya salibnya sendiri, jadi nggak perlu berkecil hati. Cepat atau lambat, gue mungkin memang harus jatuh memanggul salib. Tapi dengan begitu gue bisa ‘beristirahat’ sejenak untuk kemudian bangkit dan melanjutkan perjalanan. Rasa sakit karena beban salib itu nggak akan percuma, karena membuat gue makin kuat.

Gue harus bisa merubah cara pandang gue. Perhatikan, bahwa gue udah melakukan banyak hal terbaik yang gue bisa untuk semua rencana hidup gue, sekaligus untuk menyiapkan diri akan hasil yang terbaik. Pastinya, ada banyak pilihan. Jadi kalau saat gue berada pada pilihan yang sulit, hadapi saja! Karena percuma dihindari. Hasil terbaik menunggu gue. Percayalah, Tuhan punya rencana. Tuhan mengijinkan ini terjadi, dan Dia tidak pernah salah!

Nikmati jatuh bangunmu! Tersenyumlah dalam setiap tantangan. Ini perjuangan, dan Tuhan ingin gue tuk terus bertahan. Tidak ada yang percuma. Semua adalah proses yang di dalamnya terdapat banyak kemungkinan. Jadi suatu saat akan ada kemungkinan dan hasil terbaik ketika sudah menemukan chemistry yang tepat. Dan ketika hal itu terjadi, maka benarlah adanya: segala sesuatu indah pada waktunya!

Jangan manja, karena gue dipilih Tuhan. Gue diperdulikannya. makin banyak gue mengalami banyak tantangan, makin gue diharapkan untuk terus berinteraksi secara intim denganNya. Dia memilih gue untuk menjalani ini. Mungkin orang lain tidak akan sanggup. Tuhan memilih gue, karena gue anak yang dikasihiNya. Tuhan mau gue untuk terlibat dalam rencanNya yang agung. Tapi kenapa harus gue, hanya Tuhan yang tahu. Suatu saat Dia akan memberi jawaban, kenapa gue yang dipilih untuk melewati semua ujian ini. Tetaplah bersemangat!

Lihatlah ke cermin, dan lihatlah diri gue yang berharga. Semua keseluruhan gue tercipta baik adanya. Tubuh gue, pikiran, dan talenta, semua adalah kepercayaan yang harus gue pegang. Gue nggak akan berhenti hanya karena satu proses yang tidak menyenangkan. Gue harus terus melangkah, walau awalnya tertatih.

Gue punya kelebihan, karena gue nggak ‘dicetak’ massal. Gue istimewa. Dan gue punya banyak hal luar biasa yang selalu bisa menjadi alasan untuk selalu bersyukur. Semua ini adalah bukti ‘Providentia Dei-Penyelenggaraan Ilahi’ dalam hidup gue.

Deus Vult! Tuhan menghendakinya!