Natal tahun ini begitu istimewa. Setelah 3 tahun, kembali gue bisa berkumpul dengan keluarga lengkap; karena adik gue yang di Jogja sekarang udah ada di sini. Kemeriahan, sukacita, warna-warni dan pesona Natal seakan memang tidak akan ada habisnya untuk diceritakan. Kebahagiaan, pengalaman-pengalaman indah, dan juga kisah-kisah penuh cinta selalu memenuhi hari-hari bahkan sejak di awal bulan Desember yang udah sering hujan…

Setiap orang pasti memiliki kejaibannya sendiri di setiap Natal. Selalu ada kisah romantis yang selalu bisa dibagikan kepada siapapun, dan semuanya mengarah pada satu kesimpulan: Natal membawa kebahagiaan dan pesonanya sedikit banyak mampu mengalihkan banyak kesedihan, kekecewaan, dan ketidakpastian yang dialami saat ini; pun termasuk juga sebuah kemeriahan di akhir tahun saat timnas Indonesia bersiap menghadapi partai Final AFF melawan Malaysia. Apapun, Natal membawa mitos dan pengharapan yang tidak pernah usang, dan selalu dibagikan setiap tahunnya hingga entah sampai ke beberapa generasi keturunan yang akan datang…

________________________________________

Di saat gue mulai menikmati ‘the Beauty of Doing Nothing’ ketika gue mengambil cuti tahunan gue, gak lama, kembali gue harus menikmati kesibukan kecil dengan melakukan banyak hal di rumah menjelang Natal. Sekedar merias pohon Natal, belanja kado buat keluarga, pacar dan sepupu2, sampe sekedar memperhatikan ibu gue ngaduk adonan di panci saat membuat dodol khas yang selalu dibuat pas Natal… (bukannya bantuin!) hehehe

Tapi ketika, gue, bapak, ibu, bude dan adik gue berkumpul, gue seakan terbawa pada keromantisan Natal yang seakan tidak pernah ada habisnya itu. Keromantisan yang mungkin udah bercampur dengan kepercayaan, mitos dan tradisi yang gue jalanin (yang sungguh gue nggak peduli asal-usulnya dari mana selama gue masih bisa melewatinya dengan sukacita!)

Natal buat gue adalah ketika gue mengalami keajaiban bersama keluarga. Keajaiban yang setiap hari terjadi dalam banyak hal-hal kecil.

Okelah, ini mungin hal klise yang juga mungkin menjadi pesan-pesan utama di setiap film keluarga bertema Natal yang sering diputar di TV. Tapi, setiap orang pasti memiliki kejaibannya sendiri. Begitu juga gue. Dan, mungkin karena itu juga, film bertema keajaiban Natal selalu aja ada yang baru dengan kisah yang baru pula.

Balik lagi ke keajaiban Natal versi gue, menghadiri misa malam Natal bersama keluarga adalah keajaiban. Bertukar kado dengan adik, pacar atau sepupu juga keajaiban. Menikmati lemper dan dodol buatan ibu adalah kejaiban. Dan ketika tetangga satu RW datang ke rumah pada tanggal 25 malam, itupun adalah sebuah kejaiban!

Mungkin nggak ada lagu-lagu indah Natal, karena kebetulan CD player di rumah bapak lagi rusak. Dan mungkin tanpa goa natal, karena gue emang nggak sempet buat😛, dan mungkin tanpa salju yang turun perlahan (karena emang musthail! ); tapi… gue sungguh merasakan kejaiban Natal itu.

Dan untuk merasakannya merupakan sebuah bentuk keindahan. Keajaiban versi gue, dan mungkin versi yang kesekian dari banyak kejaiban Natal yang mungkin pernah gue rasain. Semua adalah hal yang biasa namun dengan keromantisan dan ‘daya magis’ yang kuat dari Natal itu sendiri yang membuat semuanya menjadi penuh makna.

So, Happy Christmas!

Enjoy the Xmas Miracles…