Ini istilah gue sendiri aja. Sebenarnya terinspirasi juga dari yang dilakuin sama Liz Gilbert (julia Robert) dalam film Eat Pray Love. Ketika menemui banyak kejenuhan dan masalah dalam hidup, Liz memutuskan untuk melakukan apa sesuai dengan kata hatinya; yaitu untuk ‘berkelana’ di tiga tempat; Italia, India dan Bali (tetep aja Bali dan bukan Indonesia yang disebut, hehehe)

Dan ketika memasuki awal perjalanannya itu, Liz menikmati saat-saat dimana dia telepas dari semua rutinitas yang setiap hari dia hadapi. Bukan untuk melakukan hal lain, misalnya liburan atau pergi berbelanja, atau menghabiskan waktu bareng keluarga. Yang dia nikmatin hanya diam, santai dan tidak melakukan apa-apa. Dia menikmati keadaan dimana dia tidak (harus) melakukan apapun. Makanya gue sebut ‘the beauty of doing nothing’.

_________________________________________________

Bukan gara-gara gue lagi cuti akhir tahun makanya gue menulis tentang hal ini. Dan bukannya gara-gara gue nggak ada rencana pergi liburan atau ke luar kota selama gue cuti, sehingga gue nyari-nyari alasan untuk menikmati setiap detik yang gue lakukan tanpa harus melakukan apapun. Tapi sungguh aneh tapi nyata, kenikmatan ternyata juga bisa gue rasakan saat gue santai, nggak perlu pusing mikir apapun, tanpa melakukan apapun; hanya menikmati hari, bermalas-malasan dan membiarkan pikiran gue bebas. Terserah mau pergi kemana, dan terserah mau mikirin apa…

Kadang emang gue harus memberikan kebebasan lebih buat diri gue menentukan apa yang gue mau lakuin. Kadang emang gue selalu melakukan banyak hal yang walau gue suka ngerjainnya, tapi tetep aja karena tuntutan. Karena ini ada hubungannya sama kerjaan, deadline, tanggungjawab, kewajiban, dll…

Dan kalo inget gue lagi santai, gue juga jadi inget sama lagu Slank berjudul ‘Teng Teng Blues’ yang ada di album Kampungan tahun 1991. Liriknya begini:

Bangun tidur teng teng
Habis mandi teng teng
Minum kopi  teng teng
Baca koran teng teng

Tatap mentari dipagi ini,  teng teng
Mengapa hidup harus bangun pagi,  teng teng
Cari duit lagi
Banting tulang lagi
Sikut sikut lagi
Omong kosong lagi

Saat keringat disekujur tubuh  Teng teng
Mengapa hidup penuh rutinitas  teng teng
Lihat bulan  teng teng
Tatap bintang teng teng
Lampu kapal  teng teng
Angin malam  teng teng
Saat ombak menuju kearah  teng teng
Setiap hari dan sepanjang malam  teng teng

Coba hidup nggak perlu uang
Coba hidup nggak perlu titel
Coba hidup nggak perlu chanel
Coba hidup nggak ada perang
Coba hidup nggak perlu nyamuk
Coba hidup nggak ada sampah
Coba hidup nggak ada anjing  gila

Teng teng = suntuk
Suntuk = mumet
Mumet = pusing
Pusing = teng teng

sumber: http://musiklib.org/

Bahkan, Stefan Sagmeister, desainer grafis kondang dari Austria juga memiliki caranya sendiri untuk ‘melarikan diri’ dari kesibukan. Dia menyebutnya ‘the Power of time off’; dimana dia setiap 7 tahun sekali, mengambil ‘cuti’ setahun penuh yang disebutnya ‘a year-long sabbatical moment’ dimana dia sama sekali nggak menerima pekerjaan apapun dari klien, dan hanya melakukan sesuatu yang dia inginkan dengan pergi ke suatu tempat. Dan bukan kebetulan, seperti Liz Gilbert, tujuan ‘sabbatical time’ Stefan yang terakhir juga adalah Bali, dimana dia hanya mengerjakan personal work sambil me-refresh daya kreatif dan pikirannya sebagai seorang desainer selama satu tahun penuh.

Okelah, gue emang bukan Liz Gilbert atau Stefan Sagmeister yang mungkin pastinya punya banyak duit untuk melakukan hal-hal yang dimau. Kalo orang sekaliber Stefan, cuti tanpa dibayar selama setahun pun sepertinya nggak masalah, karena setiap 7 tahun, project desain yang dia tangani tentu udah nggak kehitung dan pastinya seandainya dia cuti 5 tahun tanpa dibayar pun, dia masih bisa hidup.

Kalo gue, yah mumpung sekarang lagi cuti, paling hanya bisa menikmati kesenangan mungkin hanya dengan berdiam diri di rumah gue, membaca buku-buku yang belum sempat gue baca, menonton film-film yang belum gue sempat tonton, bongkar pasang interior rumah, atau sekedar ngederin CD sambil leyeh-leyeh di kasur dan ngemil…🙂

Tapi dengan begitu, otak gue jadi seger lagi. Emang sih, kesibukan gue mungkin masih dalam taraf biasa aja, nggak sesibuk seperti orang-orang yang udah gue sebutin di atas. Tapi kan otak gue juga gak secanggih mereka, makanya tetep aja walau kesibukan gue ‘biasa’ tetep aja gue merasa harus menikmati yang namanya ‘the beauty of doing nothing’. Meskipun dengan cara gue sendiri…🙂

Dan besok pagi, gue hanya mau bangun pagi, ambil koran, balik lagi ke kasur, setel CD, leyeh-leyeh, cari sarapan, dan kembali leyeh-leyeh…🙂

Life is good!.. ^^