Ini berdasarkan pengalaman. (lagi-lagi!) Jadi bukan ingin sok berfilosofi, sok ngomong bijak, atau apalah. Ceritanya gue lagi ada masalah. Butuh solusi segera. Makin dipikirin makin berat. Nggak dipikirin, kok ya nggak bisa hilang juga. Hingga satu titik, gue berusaha sekuat tenaga menghilangkan dari otak. Tapi seringkali muncul lagi. Gue cuek lagi. Muncul lagi. Gue cuek lagi. Gue lanjutin hidup apa adanya. Semangat yang sama tiap hari. Begitu seterusnya.

Dan nggak dinyana, satu hari solusi itu dateng. Dari orang yang gue nggak duga. Dari momen yang berkaitan dengan yang gue alamin di masa lampau. “Kamu nggak inget ya, kalo kamu tuh dulu udah bantu aku. Makanya sekarang kayae gantian ya aku bantu kamu.” Padahal gue juga udah lupa udah pernah bantuin dia. Ternyata dia masih inget, dan memberikan solusi. Akhirnya gue jalanin. Solved!

Sekali lagi gue diselamatkan. Karena setiap persoalan memang selalu ada jalan keluar. Dan gak mesti direncanain, nggak mesti dipaksa-paksa. Kadang solusi dateng sendiri. Tiba-tiba nongol kapan aja dia mau, dan dengan cara bagaimanapun. Tuhan nggak tidur. Dan ternyata orang yang ngasih solusi itu juga nggak tidur. Dia masih inget sama apa yang gue lakukan beberapa waktu lampau.

___________________________________________________

So, berarti inikah yang namanya buah kebaikan? Well, kadang terlalu tinggi rasanya kalo gue menghubung-hubungkan dengan istilah itu apalagi sampe mengharapkan seperti itu… Tapi yang gue percaya, kalo memang semua hal yang gue lakuin selalu ada ‘sebab’ dan ‘akibat’. Kalo karena ada sebab, contohnya ya misalnya aja, gak mungkin tiba-tiba gue teriak tanpa tahu kenapa gue harus teriak. Minimal ada sebabnya. Kejepit pintu, saat gol ketika gue nonton bola, atau ngelihat saldo tabungan gue nambah berkali-kali lipat! hehehe (kalo yang terakhir sih ngarep…)

Kalo ngomongin ‘akibat’ dari semua yang gue lakuin, mungkin bisa agak ‘luas’. Karena akibat di sini bisa dilihat sebagai hasil, yang bisa enak maupun nggak enak. Hasil atau dampak yang bisa positif atau juga negatif. Dan lebih luasnya lagi adalah, hasil ini sering bisa langsung dirasakan atau tidak langsung dirasakan. Bisa aja waktunya sesaat setelah kita melakukan suatu hal, atau beberapa tahun kemudian.

Mungkinnn… ada yang menyamakan persepsi hal ini dengan karma. Sah-sah aja sih, asal maknanya positif, gue sih setuju. Gue sih percaya aja, kalo setiap yang gue lakukan pasti berbuah, entah besar, kecil, langsung, tidak langsung, enak, nggak enak, pahit, asem, manis, atau apapun jenis buahnya; itu yang mesti gue terima.

Karma mungkin sering dianalogikan dengan sesuatu yang agak bikin ‘bulu kuduk merinding’. Karena karma seringkali dipersempit maknanya sebagai ‘balasan setimpal’ atas hal-hal buruk yang pernah kita lakukan di masa lampau. Padahal ‘balasan setimpal’ ini berlaku juga buat hal-hal yang baik.

Kalo istilah ‘buah kebaikan’ atau ‘buah perbuatan’ mungkin sedikit lebih enak aja didenger buat gue,🙂 (selain kalo gak salah juga ada beberapa ayat di Injil yang menyebutkan istilah ini – bukan berarti gue sok religius loh…) Tapi istilah ‘buah perbuatan’ yang paling pas menurut gue. Karena buat gue, apapaun yang gue lakukan intinya pasti berbuah. Entah itu kebikan atau kejahatan. Walau sekali lagi, kadang buahnya bisa dirasakan langsung, kadang besok, kadang entah kapan…

Dan kalo seandainya solusi seperti yang gue ungkapkan di awal tulisan dianggap sebagai ‘buah perbuatan’ dan hadirnya ternyata juga ‘tepat’ di saat gue membutuhkan, berarti gue dapet ekstra bonus! Karena pas lagi butuh, eh ada jawaban! Mulut lagi asem, ada yang nawarin coklat; lagi males ngantor eh ternyata hari ini libur… (hehehe maksa banget ya!)

So Tuhan emang nggak pernah tidur. Sistem kehidupan ini masih bekerja, dan masih bisa gue rasain bekerja. Walau bagaimana cara kerjanya gue kadang suka nggak ngerti, tapi setidaknya gue bisa merasakan buah dan hasil dari sistem yang kalo emang dijalanin sesuai petunjuk, pastinya akan membuat hidup lebih hidup. Sebaliknya, sistem yang dijalanin ngawur dijamin juga akan menghasilkan output yang juga pastinya nggak asik buat gue. Dan pernyataan ini dijamin bener. Garansi uang kembali! Life time warranty pula!🙂

Tapi, kadang ‘buah’ itu memang tidak perlu ditunggu kapan jatuhnya. Karena seringkali yang tiba-tiba akan lebih memberikan sensasi kejutan yang menyenangkan bahkan nggak terlupakan! Hell yeaaah!!